Sabtu, 02 NOVEMBER 2024 • 06:45 WIB

Ilmuwan Berusaha Untuk Hidupkan Kembali Harimau Tasmania yang Sudah Punah

Author

Tasmanian Devil. (photo/Dok. Wikipedia)

INDOZONE.ID - Hewan adalah salah satu makhluk hidup yang memainkan peran penting dalam keberjalanan ekosistem. Namun seperti yang kita ketahui, sudah cukup banyak jenis hewan yang masuk pada daftar hewan yang punah dengan berbagai sebab.

Kali ini, para ilmuwan dari Perushaan Bioteknologi dan Rekaya Genetika asal Amerika, Colossal Bioscienses, bermitra dengan para ilmuwan dari Thylacine Integrated Genetic Restoration Research (TIGRR) Universitas Melbourne, untuk kembali menghidupkan salah satu hewan yang telah punah, yaitu Harimau Tasmania.

Tasmania Devil. (wikipedia/Wayne McLean)

Harimau Tasmania adalah hewan marsupialia (berkantung) karnivora. Hewan yang memiliki nama latin Thylacinus cynochepalus ini sebenarnya bukanlah golongan harimau, namun disebut harimau karena memiliki punggung yang bercorak belang.

Selain itu, beberapa juga menyebut hewan ini Serigala Tasmania, karena sifat dan bentuk tubuh yang mirip dengan hewan dari family Canidae, yaitu anggota keluarga hewan yang terdiri dari berbagai jenis anjing dan hewan-hewan yang mirip dengan anjing seperti serigala, dingo, dan rubah.

Baca Juga: Fakta Menarik Laba-Laba Merak: Tampilkan Ritual Tarian Unik Demi Memikat Pasangan yang Bikin Gemes

Harimau Tasmania ini adalah hewan asli dari daerah Tasmania (Australia), dan beberapa bagian di daratan Papua Nugini. Hewan ini terakhir kali terlihat pada tahun 1936, sebelum akhirnya dinyatakan punah pada 1980-an.

Penyebab punahnya hewan ini yaitu akibat perburuan manusia, masuknya spesies hewan yang kompetitif seperti anjing liar, dan kerusakan habitat yang luas.

Proses Penyuntingan DNA

Andrew Pask, pemimpin proyek ini, berujar, ia dan rekan-rekannya menemukan kepala bayi Harimau Tasmania yang sudah dikuliti sekitar enam bulan lalu di bagian belakang lemari koleksi Museum Melbourne.

Diketahui, para pemburu membunuh induknya, menguliti kulitnya untuk diawetkan, dan terakhir memotong kepalanya dengan gergaji dan mencelupkannya ke ember berisi etanol.

Harimau Tasmania. (wikipedia.org)

Potongan kepala yang ditemukan ini terawetkan dengan baik dan serta memiliki DNA yang masih utuh, sehingga sangat membantu untuk membangun genom.

Baca Juga: Interpretasi Lukisan Rejtan, The Fall of Poland dalam Rekonstruksi Sejarah Eropa

Setelah itu, Pask mencari hewan yang memiliki kekerabatan terdekat dengan Harimau Tasmania, yaitu Fat-tailed Dunnard, hewan marsupial berukuran seperti tikus. Hewan tersebut kemudian diambil sel-nya dan diubah DNA-nya agar serupa dengan Harimau Tasmania.

Proses ini dibantu dengan teknologi AI dan difokuskan pada penyuntingan awal pada gen yang mengendalikan bentuk dan ukuran tubuh, serta bentuk tengkorak. Setelah proses penyuntingan DNA ini selesai, maka akan didapatkan sel Harimau Tasmania.

Proses perlakuan RNA

Proses selanjutnya yaitu terkait dengan RNA yang juga terdapat di organ kepala Harimau tersebut. Sebagaimana diketahui, RNA adalah materi genetik yang lebih rapuh dari DNA, yang dapat memberi pendetailan lain dalam upaya mereplikasi hewan ini.

RNA ini membantu indra hewan ini bekerja, seperti mata, bagaimana nanti penglihatan hewan ini, serta hidung, bagaimana hewan ini mencium dan merasakan lingkungan sekitarnya

Keraguan

Namun, muncul sebuah keraguan apakah proyek ini benar-benar akan membuahkan hasil yang baik, terutama bagi Harimau Tasmania itu sendiri, seekor hewan berukuran besar yang memiliki kesadaran dan perasaan, apakah proyek ini adalah proyek yang benar untuk dilakukan, serta bagaimana nanti nasib harimau tersebut ketika berhasil dibangkitkan dan melihat dunia yang sudah banyak berubah.

Terlepas dari keraguan yang timbul, proyek yang sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu ini direncanakan akan mewujudkan hasil nyata dari hewan ini pada dekade ini.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Npr.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU