Senin, 06 MEI 2024 • 14:59 WIB

5 Penemuan Arkeolog di Dunia Paling Misterius dan Menggemparkan, Salah Satunya Kerangka Alien

Author

Kerangka Alien di Atacama, Chili.

INDOZONE.ID - Penemuan-penemuan arkeologi dan misterius selama berabad-abad telah menggemparkan peradaban manusia. Bahkan sampai saat ini masih ada objek yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Penemuan arkeolog ini tidak semuanya bisa dipecahkan oleh para peneliti. Pasalnya, masih banyak yang masih jadi teka-teki hingga saat ini.

Arkeolog memang biasanya melakukan penelitian terhadap objek yang pernah ada di masa lalu dan menjadi benda prasejarah.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Kerangka Anak Vampir Abad ke-17 di Kuburan Polandia, Telungkup dengan Kaki Digembok

Dilansir dari YouTube Calon Sarjana, berikut ini 5 penemuan arkeolog paling menggemparkan dan bikin penasaran:

1. Geoglyph besar

Geoglyph besar di Thar, India.

Sekelompok peneliti mengidentifikasi geoglyph terbesar di dunia yang mana ditemukan garis berliku di temukan di gurun Thar, India yang menjadi geoglyph terbesar yang pernah ditemukan.

Diketahui, geoglyph merupakan gambar atau desain luas yang dibentuk di tanah atau batu dan terdiri atas beberapa spiral dan garis panjang yang meliuk menggandakan diri.

Pola geoglyph ini memiliki luas sekitar 20,8 hektare  atau 51 acre dari wilayah gersang gurun di dekat perbatasan India dan Pakistan, dan mencapai 48 km.

Tak diketahui pasti alasan mengapa garis ini dibuat karena terletak di dekat beberapa tugu atau tumpukan baru dan batu peringatan yang diukir dengan gambar dewa Hindu Krishna dan Ganesha.

Garis ini semacam memiliki makna religius atau seremonial, pola dari garis geoglyph tidak terlihat dari tanah karena tidak ada titik tinggi di dekatnya dan medan wilayah itu berbentuk datar.

Di desa Boha di India para peneliti menemukan pola yang tidak ada hubungannya dengan pertanian, menonkol dalam ukuran monumental, bentuknya spiral raksasa, boustrophedon dan spiral kecil ovoid ditambah dengan beberapa bagian garis yang terkait dengan motif utama dan orientasi spiral raksasa.

Boustrophedon mengacu pada garis yang menggandakan dirinya dari segi kiri dan kanan dalam pola pergantian. Beberapa bahasa disana tertulis dengan bahasa kuno seperti Yunani kuno dan Etrusia (Italia) dengan gaya bolak–balik.

Garis geoglyph di India berbentuk halus di tanah yang digali ke dalam tanah gurun sedalam sekitar 4 inci atau 10 cm dan lebarnya sekitar 8–20 incu atau 20–50 sentimeter.

Garis ini dibentuk dengan bajak yang ditarik oleh hewan penarik seperti unta. Bahkan berdasarkan pelapukan dan pertumbuhan vegetasi yang ada di dalam dan di sekitar garis geoglyph.

Namun, para peneliti memperkirakan bahwa desain itu berusia sekitar 150 atau 200 tahun. Usia ini sejajar dengan usia batu peringatan yang ditemukan.

Daerah geoglyph tidak untuk pertanian, melainkan hanya untuk kambing dan domba karena tidak ada air yang tersedia untuk irigasi. 

Geoglyph dengan spiral raksasa ditemukan di India dengan luas 0,13 km persegi yang berukuran sepanjang 12 k kalau direntangkan menjadi garis lurus.

Di dekatnya ada garis berbentuk ular sepanjang 11 km dan pola bergaya boustrophedon yang terdiri dari 23 garis yang hampir sejajar, garis ini memiliki panjang sekitar 9,2 km.

Ada spiral kecil lain dan sejumlah garis samar di dekatnya yang menunjukkan geoglyph ini lebih besar lagi ukurannya. Ada sekitar 9 struktur batu di dalam dan disekitar garis dan yang terbesar ada pilar setinggi 1,6 m.

3 struktur tersebut yakni tugu batu, 4 batu peringatan berukir dengan prasasti, 3 lainnya ada batu persegi panjang sederhana yang digunakan untuk tugu peringatan atau landmark.

Batu terakhir yakni batu sati yang didirikan untuk mengenang seorang janda yang melemparkan dirinya ke atas tumpukan kayu pemakaman suami setelah kematian suaminya dalam perang.

2. Kerangka mayat pembantaian massal Sandby Borg

Kerangka mayat pembantaian massal Sandby Borg.

Peristiwa mencekam telah terjadi di desa Sandby Borg yang kecil dan dulu sejahtera. Tapi, pada tahun 1500 peristiwa itu menyisakan pilu dan menjadi momen bersejarah sebab penyusup menyerang para penduduk dan membiarkan tubuh mereka berada disana.

Para arkeolog yang dipimpin oleh arkeolog Clara Alfsdotter, Ludvig Papmehl-Dufay dan Helena Victor meneliti mengenai tragedi tersebut dari sekitar 7% lokasi yang digali, mereka menemukan ada sekitar 26 kerangka korban.

Meski, lokasi itu sekarang berupa hamparan rumput oval yang dikelilingi dengan bati, tapi dulu pernah jadi pemukiman yang berkembang pesat. 

Desa Sandy Borg letaknya tidak terlalu jauh dengan bibir pantai dan memiliki sekitar 50 rumah melingkar yang dibatasi oleh dinding setinggi 4–5 meter dan ada sekitar 200–250 orang yang tinggal di sana.

Pada waktu itu, orang melakukan migrasi ke Eropa sehingga menjadi keadaan yang tidak stabil, sehingga tidak diketahui pasti siapa yang membunuh para penduduk desa, apalagi teknologi saat itu masih belum terlalu maju seperti sekarang.

Tim arkeolog meneliti 3–5 rumah dan apa yang mereka temukan menjadi mengharukan sebab ada kerangka tubuh yang menunjukan tanda trauma dari hantaman benda tumpul.

Posisi telentang menunjukkan bahwa telah mati mendadak dan tidak sadar bahwa telah mati, sungguh ironis ada kerangka seorang anak berusia 5 tahun dan bayi berumur beberapa bulan.

Tulang mereka hangus dan kemungkinan jatuh ke dalam kobaran api atau sengaja dibakar oleh penyusup. Ada kerangka remaja berusia 14 tahun ditemukan dengan kakinya yang terletak diatas tengkorak lain dan menunjukkan bahwa ia tersandung tubuh orang lain saat ingin melarikan diri.

Ada tubuh juga yang ditemukan di jalanan bersama dengan kerangka anjing dan hewan ternak lain yang mati kelaparan atau ikut diserang saat pembantaian.  Di dalam rumah yang lain ditemukan ada 9 kerangka manusia.

Bahkan, terdapat juga harta karun yang ditemukan seperti Koin emas, manik-manik kaca, bros, cincin dan liontin perak berkualitas tinggi, tersebar di sana. Semua barang ada disana kecuali senjata.

Para arkeolog berpendapat kalau penyusup disana sengaja mengambil senjata seperti sebagai trofi atau tanda penghormatan kepada para Dewa.

Kerangka manusia ini seperti terlihat patah tulang atau memiliki luka di wajah saat melawan penyusup yang jumlahnya tak terkira, mereka menyerang secara bersamaan di beberapa rumah sehingga korban tidak memiliki kesempatan untuk membela diri.

Hanya saja para mayat yang ditemukan seperti anda tanda dieksekusi menggunakan pedang kapak, tongkat dan ditinggalkan begitu saja sampai dinding runtuh menimpa korban.

Setelah peristiwa pembantaian, pulau yang dihuni sekitar 15 desa itu tidak ada yang pernah mengunjungi Sandy Borg lagi untuk menjarah rumah atau mengurus jenazah korban penjarahan. 

Tubuh korban dibiarkan tergeletak begitu saja dan desa ditinggalkan begitu saja hingga atap rumah runtuh dan lokasi pembantaian itu akhirnya terlupakan oleh waktu. Para arkeolog menemukan setidaknya ada 26 mayat.

3. Range Creek

Range Creek.

Asal mula pada zaman dulu ada peternak yang menemukan rumah lubang kuno, garis batu prasejarah, lukisan dan peralatan baru di properti seluas 4200 hektare hektar di sepanjang sungai dengan nama Waldo Wilcox.

Artefak ini ditinggalkan oleh suku India misterius ‘Indian Fremont’ yang mana suku itu pernah hidup sekitar 1000 tahun yang lalu.

Artefak itu tidak pernah tersentuh karena ada gerbang Wilcox dan tanda jalan ditutup yang didirikan untuk mencegah adanya pemburu disana.

Rumah berupa lubang yang digali setengah jalan di dalam tanah, atap ambruk, tersebar di dasar lembah dan bukit di sekitarnya. Terdapat mata panah, manik, pecahan keramik, sisa perkakas batu berserakan.

Tulang manusia mencuat dari batu menggantung dan ratusan sosok manusia aneh dengan anggota badan meruncing dan proyeksi aneh yang berasal dari kepala dipahat dengan dinding tebing. Rumah masih utuh dan lumbung diisi dengan tongkol jagung 1000 tahun.

Peternak ini kemudian menjual situs ini ke ke Trust for Public Land, yang kemudian menyerahkannya ke Utah. Wilcox mempertahankan hak atas cadangan mineral dan energi bawah permukaan.

Arkeolog negara bagian mengembangkan rencana untuk melindungi dan mempelajari Range Creek. Negara bagian Utah kemudian memberikan pengelolaan Range Creek ke staf arkeologi Universitas Utah dalam kesepakatan pertukaran lahan.

Penelitian yang selesai dilakukan pada tahun 2006 itu menunjukkan bahwa lahan mencakup dusun berusia 1000 tahun milik warga Fremont yang merupakan pemburu dan petani yang berpindah-pindah yang sebagian besar tinggal di Utah dari sekitar tahun 200 hingga 1300 M sebelum menghilang.

Museum Sejarah Alam di Universitas pada tahun 2020 mengelola situs itu yang disebut “Stasiun Lapangan Range Creek” yang dibangun antara 500 – 1350 M.

4. Kerangka Alien

Kerangka Alien di Atacama, Chili.

Kerangka alien dengan tinggi 6 inci ditemukan di gurun Atacama, Chili.  kerangka memiliki karakteristik kepadatan tulang anak berusia 6 tahun, meski ukurannya kecil.

Kerangka itu berbentuk manusia kecil dan ditemukan pada tahun 2013, memiliki panjang 15 cm, tengkorak panjang, rongga mata raksasa, dan memiliki 20 tulang rusuk tidak seperti manusia yang memiliki 24 rusuk.

Kerangka Ata ini sempat mendapatkan julukan mumi kecil dan ada yang menyimpulkan kalau ini alien yang telah berusia 1000 tahun.

Tapi, pada tahun 2018 analisis genetik menunjukkan kerangka Ata adalah janin manusia prematur berjenis kelamin perempuan keturunan Amerika Selatan dna berusia lebih dari 500 tahun.

Analisis DNA telah menunjukkan mumi Ata ini mengandung 7 gen terkait dengan malformasi tulang dan wajah, fusi sendi prematur, dan kekerdilan. Mutasi kekerdilan dan kelainan penuaan yang membuat kerangka ini terlihat tidak lazim.

Namun, ada studi yang membantah kalau genetik tidak ada hubungannya dengan mumi Ata karena tengkorak yang memanjang hasil implikasi selama kehamilan atau kelahiran sebagai akibat dari proses mumifikasi.

Konon kerangka ini ditemukan oleh pemburu harta karun bernama Oscar Muñoz pada tahun 2003, yang mana ditemukan di sebelah gereja yang ditinggalkan, tepatnya di kota hantu bernama La Noria.

Mumi Ata ditemukan dalam keadaan terbungkus kain putih disimpan di dalam kantong kulit.  Sekarang mumi Ata telah menjadi koleksi pribadi di Barcelona, Spanyol.

Dewan Monumen Nasional Chile menduga mumi Ata telah digali secara ilegal pada 2003 dan diselundupkan ke luar negeri.

5. Piramida Kairo

Piramida Giza di Mesir (Pixabay)

Piramida ini dibangun hampir 5000 tahun silam di Kairo. Piramida itu diklaim sebagai bukti penghormatan rakyat Mesir kuno terhadap Firaun (raja) di mana menjanjikan ada kehidupan setelah kematian.

Bangunan berbentuk segitiga ini merupakan piramida kuno yang berbentuk dengan struktur dari batu. Diperkirakan sudah ada 118–138 jumlah piramida Mesir yang teridentifikasi.

Piramida itu dibangun selama periode kerajaan pertengahan Mesir dan kerajaan lama Mesir sebagai makam untuk Firaun dan permaisuri.

Piramida paling awal dari bangsa Mesir kuno adalah piramida bertingkat dibangun pada masa Dinasti ketiga Mesir, arsitek mendesain piramida bertingkat sebagai makam Firaun Djoser yang dibangun pada abad ke 27 atau sekitar 2630 SM di nekropolis Saqqara di barat laut kota Memphis.

Piramida Mesir pertama kali terdiri dari beberapa mastaba yang disusun bertumpuk. Piramida Djoser pada masa itu memiliki tinggi 62 meter (204 ft) dan diselimuti oleh marmer putih. Piramida tingkat dianggap merupakan bangunan batu berskala besar pertama yang dibangun.

Piramida Mesir terkenal ada di dataran tinggi di Giza, pinggiran Kairo, Mesir yakni Piramida Agung Khufu yang merupakan piramida Mesir terbesar dan satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang yang relatif masih utuh.

Di sana juga terdapat Piramida Khafre, Piramida Menkaure yang merupakan tiga piramida besar yang berada di kompleks piramida Giza.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Kuburan Anak Kecil Abad ke-17 yang Dilengkapi dengan Jimat Anti-Vampir

Itulah 5 penemuan arkeolog paling misterius dan mencengangkan yang tak boleh dilewatkan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube/Calon Sarjana

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU