INDOZONE.ID - Di balik kelucuannya, kucing nyatanya menjadi salah satu satwa yang menyebabkan banyak hewan terancam punah. Hal ini karena kucing merupakan karnivora obligat yang sangat mudah beradaptasi, hingga memakan apa saja yang pas di mulut mereka.
Karena itu, tak heran jika bagi pemilik kucing kampung, sering kali menemukan ada bangkai burung, tikus, kadal, hingga ular yang dibawa pulang kucing mereka. Selain kucing kampung, kucing rumahan yang terawatt pun kadang bisa memburu laba-laba.
Dari analisis yang diterbitkan di Nature Communications, yang dipimpin oleh ahli ekologi Universitas Auburn Christopher Lepczyk mengungkapkan, hanya sedikit kucing yang tidak makan sembarangan.
Hal ini terbukti dari penelitian yang telah dilakukan selama seabad dari seluruh dunia, di mana dalam hal ini tim Lepczyk mengidentifikasi lebih dari 2.000 spesies hewan yang dimakan kucing. Dari spesies tersebut, 347 spesies berada dalam risiko kepunahan, dan 11 spesies telah terdaftar sebagai spesies punah di alam liar.
Baca Juga: Kisah Diogo Alves: Pembunuh Berantai dari Portugal yang Kepalanya Diteliti Oleh Ilmuwan
Lepczyk telah menghabiskan dua dekade terakhir untuk mengumpulkan bukti tentang apa yang dimakan kucing. Pertama, sebagai proyek sampingan yang didorong oleh rasa ingin tahu, kemudian sebagai upaya ilmiah besar-besaran.
Ratusan makalah jurnal, disertasi doktoral, laporan pemerintah, dan artikel majalah yang ditinjau oleh rekan sejawat selama satu abad terakhir berisi laporan tentang pola makan kucing di seluruh dunia. Namun hingga saat ini, informasi tersebut belum sepenuhnya disintesis dan disajikan.
Jadi timnya, yang terdiri dari peneliti dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru, menarik setiap laporan tentang kucing yang memakan makanan yang mereka temukan, dan menambahkan setiap spesies yang terdaftar sebagai makanan kucing ke dalam database.
“Mencari tahu secara pasti hewan apa saja yang terdampak oleh kucing akan menjadi masukan bagi konservasi dan kebijakan di masa depan, sehingga diharapkan dapat membuat spesies yang berisiko dan pemilik hewan peliharaan yang penyayang tetap bahagia,” kata Lepczyk, dikutip Wired, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: Kilas Balik Kematian Alda Risma, Penyanyi Cantik yang Tewas Diduga Disuntik Narkoba oleh Kekasihnya
Ada lebih dari satu cara untuk memantau pola makan kucing. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memeriksa isi muntahan kucing dan kotorannya, serta melakukan survei yang meminta pemilik hewan peliharaan untuk melaporkan makhluk yang dibawa pulang oleh anak bulu (anabul) mereka dari luar ruangan.
“Terutama jika menyangkut kotoran, sulit membedakan antara benda yang dibunuh kucing dan benda yang diambil kucing,” tambah Lepczyk.
Sementara itu, para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa pemangsaan kucing adalah mimpi buruk ekologis, namun ini adalah masalah menantang yang masih belum bisa diatasi.
Mungkin, solusi masalah lingkungan ini adalah dengan menghilangkan kucing dari muka dunia. Tapi, ini jelas sulit dilakukan, apalagi hewan menggemaskan ini sudah menjadi bagian dari budaya kita.
“Ini menjadi membingungkan ketika kita mulai berbicara tentang mengambil satu nyawa untuk menyelamatkan nyawa lainnya,” kata dekan Earth Commons Institute dan profesor biologi di Universitas Georgetown Peter Marra.
Sejak didomestikasi di Timur Tengah hampir 10.000 tahun yang lalu, kucing telah banyak bepergian ke mana pun manusia berada. Untuk berkembang di banyak lingkungan berbeda, kucing menjadi oportunis.
Meskipun beberapa hewan, seperti panda dan koala, hanya mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah terbatas, kucing bukanlah hewan yang dapat mengontrol makanan mereka. Mereka hanya berusaha memenuhi kebutuhan.
Baca Juga: DiaryMisteriSara Hadapi Serangan Demonic di Shanley Hotel dalam Perjalanan DMS+ Journey to Annabelle
“Dengan jutaan kucing predator yang berkeliaran, baik liar maupun domestik, kebutuhan mereka akan makanan menyebabkan kerusakan besar terhadap lingkungan,” imbuh Marra.
Seorang ilmuwan peneliti di Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada dan seorang profesor di Universitas Guelph Elizabeth Gow mengatakan, cara mengatasi masalah ini dengan memasangkan kamera mirip GoPro pada kucing untuk merekam apa dan bagaimana mereka buru ketika manusia tidak melihat.
Dengan memasang kamera pengintai ini, manusia dapat melihat apa saja hewan yang bisa diburu kucing dan bagaimana cara melindungi hewan-hewan yang menjadi mangsaan kucing.
Gow bilang, dengan kamera ini, dia telah merekam video seekor kucing membunuh kelinci yang lebih besar dari dirinya.
Baca Juga: Kisah Aileen Wuornos: Wanita yang Trauma hingga Jadi Pembunuh Berantai yang Mengguncang Amerika
“Kucing adalah sesuatu yang sebagian bisa kita kendalikan,” ujar Gow.
Terlepas dari itu, tim Lepczyk menemukan bahwa meskipun burung (981 spesies, atau hampir 10 persen dari seluruh jenis burung yang diketahui) merupakan 47% spesies yang dimakan kucing, makanan global kucing juga mencakup 463 reptil, 431 mamalia, 119 serangga, 57 amfibi, dan 33 makhluk lainnya seperti laba-laba dan kepiting.
Jumlah spesies yang teridentifikasi masih meningkat pesat setiap kali ada makalah yang diterbitkan, hal ini menunjukkan bahwa jumlah spesies yang dilaporkan dalam penelitian baru ini masih terlalu rendah.
“Kami memiliki gambaran tentang apa yang mereka makan, tapi jumlahnya tidak menurun. Kami belum mendapatkan semuanya,” kata Lepczyk.
Ilmuwan dan konsultan perilaku kucing bersertifikat Mikel Delgado mengungkapkan, kucing biasanya bertingkah laku di dalam ruangan karena lingkungannya tidak diatur dengan benar untuk memungkinkan mereka melakukan semua aktivitas alami kucing yang biasanya mereka nikmati di luar ruangan: menjelajah, memanjat, berburu, mencakar.
Dalam hal ini, pemilik kucing bertanggungjawab terhadap hewan piaraan mereka itu. Mendidik masyarakat tentang kepemilikan kucing yang bertanggung jawab, dapat membantu memberikan kehidupan yang kaya, aman, dan ramah lingkungan kepada kucing mereka.
Membangun ‘catio’ luar ruangan yang tertutup, juga bisa melatih kucing untuk memakai tali kekang atau membawanya keluar dengan kereta dorong hewan peliharaan dapat mencegah kucing tidak membunuh burung, berkelahi, atau tertabrak mobil.
Semantara itu, Lepczyk percaya bahwa terus mendorong masyarakat untuk memelihara kucing mereka di dalam rumah dapat mengatasi setidaknya sebagian dari masalah ekologi ini.
“Kita tidak akan pernah menyelesaikan masalah memelihara kucing di luar ruangan jika kita tidak mencoba mengupayakan kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab. Tidak ada satu cara pun untuk menyelesaikannya. Namun semakin kita dapat mendorong tanggung jawab, semakin baik,” tegasnya.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com