Selasa, 14 JULI 2026 • 16:05 WIB

Spesies Baru Larva Lalat Ini Berburu dengan Jebakan Pasir, Mirip Undur-undur

Author

Vermitigris tsangyanggyatso dewasa. (Wikimedia Commons/Li-Xia Shan & Ji-Shen Wang) 

INDOZONE.ID - Selama hampir 50 tahun, para ilmuwan menyimpan seekor larva serangga yang belum diketahui identitasnya. 

Larva tersebut pertama kali ditemukan pada 1978 di lereng Pegunungan Himalaya, Tibet Selatan. Namun, karena tidak pernah ditemukan bentuk dewasanya, para peneliti belum bisa memastikan spesiesnya.

Teka-teki itu akhirnya terpecahkan pada ekspedisi tahun 2025. Tim peneliti berhasil menemukan larva beserta serangga dewasanya, sehingga mengonfirmasi bahwa hewan tersebut merupakan spesies baru dari kelompok lalat wormlion.

Yang paling menarik, larva ini berburu dengan membuat jebakan pasir berbentuk kerucut, cara yang sangat mirip dengan larva undur-undur.

Baca juga: Bagaimana Jika Mars Bisa Dihuni Manusia? Ternyata Ilmuwan Sudah Punya Konsepnya

Penelitian yang dipimpin oleh ahli entomologi Ji-Shen Wang dan Li-Xia Shan dari Dali University, China, itu telah dipublikasikan dalam jurnal ZooKeys pada April 2026. Spesies baru tersebut diberi nama Vermitigris tsangyanggyatso.

Bukan Undur-undur, tapi Cara Berburunya Hampir Sama

Saat masih berupa larva, wormlion menggali lubang kecil berbentuk kerucut di tanah yang berpasir atau berbutir halus. 

Setelah itu, ia bersembunyi di dasar lubang sambil menunggu semut atau serangga kecil lain terperosok ke dalam perangkap.

Begitu mangsanya tergelincir, dinding pasir yang curam akan runtuh sehingga semakin sulit untuk memanjat keluar. Larva kemudian langsung menangkap dan memangsa korbannya dari dasar lubang.

Baca juga: Benarkah Ikan Tidak Memiliki Leher? Penelitian Baru Mulai Mengubah Jawabannya

Sekilas, cara berburu ini memang sangat mirip dengan undur-undur. Namun, keduanya bukan kerabat dekat.

Menurut para peneliti, kesamaan tersebut merupakan contoh evolusi konvergen, yaitu ketika dua kelompok hewan yang tidak berkerabat mengembangkan cara bertahan hidup yang hampir sama.

Hidup di Tempat yang Kering dan Terlindung

Selama ekspedisi, tim menemukan koloni larva ini di beberapa lokasi yang terlindung dari hujan, seperti di bawah batu besar, di bawah bangunan sederhana, hingga pada pasir halus di tepi sungai. 

Tempat-tempat tersebut dipilih karena memungkinkan jebakan pasir tetap utuh dan tidak mudah rusak.

Baca juga: 7 Hewan yang Matanya Tampak Menyala dalam Gelap, Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Menariknya, lalat dewasa spesies ini diduga hampir tidak makan. Bagian mulutnya telah mengalami penyusutan sehingga para peneliti memperkirakan seluruh energi yang dibutuhkan saat dewasa berasal dari cadangan makanan yang dikumpulkan selama masih menjadi larva.

Meski kini identitasnya telah terungkap, masih ada satu misteri yang belum terjawab. Para ilmuwan belum mengetahui bagaimana larva wormlion mampu membangun jebakan yang tetap efektif pada berbagai jenis permukaan, mulai dari pasir sungai hingga serpihan kayu. 

Pertanyaan ini diharapkan dapat dijawab melalui penelitian lanjutan mengenai perilaku hewan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU