Selasa, 14 JULI 2026 • 11:35 WIB

Benarkah Ikan Tidak Memiliki Leher? Penelitian Baru Mulai Mengubah Jawabannya

Author

Ikan trout pelangi. (Wikimedia Commons/Sam Stukel) 

INDOZONE.ID - Selama ini, banyak dari kita mengenal ikan sebagai hewan yang tidak memiliki leher. 

Leher umumnya dipahami sebagai bagian tubuh yang menghubungkan kepala dengan bahu sekaligus memungkinkan kepala bergerak tanpa harus menggerakkan tubuh. 

Karena kepala ikan tampak menyatu dengan badannya, selama bertahun-tahun mereka pun dianggap tidak memiliki bagian tersebut.

Namun, penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam Annual Conference of the Society for Experimental Biology menunjukkan bahwa jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. 

Baca juga: Tonggeret Periodik, Serangga yang Hidup 17 Tahun di Bawah Tanah dan Hanya 3 Minggu di Permukaan

Para peneliti menemukan bahwa beberapa jenis ikan memang tidak memiliki leher seperti manusia, tetapi memiliki bagian tulang belakang yang dapat menggerakkan kepala secara terpisah dari tubuh. 

Dengan kata lain, ikan mungkin tidak memiliki leher secara anatomi, tetapi beberapa di antaranya memiliki fungsi leher.

Bukan Ikan yang Berubah, Melainkan Cara Memahami Leher

Menurut tim peneliti dari University of Liverpool, temuan ini bukan berarti ikan tiba-tiba memiliki leher. Yang berubah justru cara para ilmuwan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan leher. 

Selama ini, belum ada satu definisi yang digunakan secara konsisten untuk semua hewan, sehingga membandingkan struktur tubuh berbagai spesies menjadi tidak mudah.

Baca juga: Bukan Terbuat dari Logam, Kumbang Ini Memantulkan 97 Persen Cahaya hingga Mirip Cermin

Karena itu, para peneliti mengusulkan definisi yang lebih sederhana, yaitu melihat leher berdasarkan fungsinya. 

Jika ada bagian tulang belakang yang memungkinkan kepala bergerak tanpa harus menggerakkan seluruh tubuh, maka bagian tersebut dapat dianggap menjalankan fungsi leher. 

Berdasarkan definisi ini, beberapa jenis ikan ternyata memenuhi kriteria tersebut.

Gerakan Ikan Ternyata Lebih Kompleks

Untuk menguji gagasan itu, para peneliti menggunakan video sinar-X untuk merekam ikan trout pelangi (rainbow trout) saat menyambar mangsa. 

Baca juga: Viral Benda seperti Meteor Melintas di Langit Jawa, Ini Pendapat BMKG

Rekaman tersebut kemudian diubah menjadi model tiga dimensi sehingga setiap gerakan tulang belakang dapat diamati secara rinci.

Hasilnya cukup mengejutkan. Trout tidak hanya menggerakkan ruas tulang tepat di belakang kepalanya, tetapi juga melibatkan sebagian besar tulang belakang saat mengangkat dan mengarahkan kepala. 

Pola serupa juga ditemukan pada frogfish. Temuan ini menunjukkan bahwa cara ikan menggerakkan kepala jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami.

Petunjuk Baru tentang Evolusi

Temuan ini juga memberi petunjuk baru tentang bagaimana kemampuan menggerakkan kepala mulai berkembang sebelum nenek moyang hewan darat meninggalkan air. 

Baca juga: Dari Seruas Tulang, Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Berleher Panjang yang Belum Dikenal

Dugaan tersebut sejalan dengan penemuan fosil Tiktaalik roseae, spesies purba berusia sekitar 375 juta tahun yang dianggap sebagai penghubung antara ikan dan hewan berkaki empat.

Untuk memahami proses itu lebih jauh, para peneliti kini juga mulai mempelajari salamander, amfibi yang masih memiliki banyak kemiripan dengan nenek moyang hewan darat awal. 

Mereka berharap penelitian ini dapat menjelaskan bagaimana kemampuan menggerakkan kepala berkembang hingga akhirnya dimiliki oleh berbagai hewan darat, termasuk manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU