Minggu, 12 JULI 2026 • 12:05 WIB

Bukan Sekadar Corak, Ini 4 Rahasia di Balik Warna Hitam Putih Sapi Friesian Holstein

Author

Sapi friesian holstein. (freepik) 

INDOZONE.ID - Sapi friesian holstein (FH) dikenal sebagai ikon sapi perah dunia berkat corak hitam-putihnya yang khas. 

Saking populernya, banyak orang mengira semua sapi perah memiliki warna serupa. Padahal, dunia sapi perah terdiri dari berbagai bangsa dengan warna dan karakteristik yang berbeda.

Menariknya, corak belang pada sapi FH ternyata bukan sekadar "hiasan alami". Di balik tampilannya yang ikonik, tersimpan proses biologis yang membuat setiap sapi memiliki pola warna yang unik. Lantas, bagaimana corak hitam-putih itu bisa terbentuk?

1. Sapi FH sebenarnya memiliki warna dasar hitam

Sekitar 2.000 tahun lalu, sapi berwarna hitam dari wilayah yang kini menjadi Jerman disilangkan dengan sapi berwarna putih dari Belanda. 

Baca juga: 5 Fakta Rockhead Poacher, Ikan Mungil yang Bikin Ilmuwan Berdebat Karena Lubang di Kepalanya

Melansir Michigan State University, persilangan inilah yang kemudian melahirkan cikal bakal sapi Friesian Holstein yang kini dikenal sebagai salah satu penghasil susu terbaik di dunia.

Seiring berjalannya waktu, manusia terus mengembangbiakkan sapi dengan produksi susu terbaik. Tanpa disadari, corak hitam-putih juga ikut dipertahankan dari generasi ke generasi hingga akhirnya menjadi ciri khas sapi friesian holstein.

Secara biologis, warna tubuh sapi dibentuk oleh sel penghasil pigmen bernama melanosit. Menurut Biology Insight, terdapat dua pigmen utama, yaitu eumelanin yang menghasilkan warna hitam atau cokelat dan pheomelanin yang menghasilkan warna merah hingga kekuningan. 

Pada sapi FH, produksi eumelanin lebih dominan sehingga warna dasar tubuhnya sebenarnya adalah hitam.

Baca juga: 8 Kecoa Paling Cantik di Dunia, Ada yang Berwarna Hijau Metalik

2. Corak belang sudah ditentukan sejak masih embrio

Corak hitam-putih sapi FH ternyata sudah terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan.

Saat embrio berkembang, melanosit tidak selalu menyebar merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian yang tidak ditempati melanosit tidak menghasilkan pigmen sehingga tampak putih, sedangkan area yang memiliki melanosit berkembang menjadi bercak hitam.

Proses ini dikendalikan oleh beberapa gen pigmentasi, terutama KIT dan MITF. Penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances pada 2025 menunjukkan bahwa variasi pada wilayah pengatur kedua gen tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya pola putih pada sapi FH. 

Artinya, corak belang bukan muncul secara acak, melainkan sudah diprogram sejak awal perkembangan embrio.

Baca juga: Dari 15 Juta Derajat sampai ke Bumi, Ini Perjalanan Panas Matahari

3. Tidak ada dua sapi FH yang memiliki corak sama

Meski sama-sama berwarna hitam-putih, tidak ada dua sapi FH yang memiliki pola belang identik.

Perbedaan cara kerja gen pigmentasi membuat ukuran, bentuk, dan posisi bercak hitam berbeda pada setiap individu. Keunikannya bahkan sering disamakan dengan sidik jari manusia.

Corak tersebut kini juga dimanfaatkan dalam peternakan modern. Penelitian dari University of Bristol menemukan bahwa pola belang sapi FH dapat digunakan sebagai identitas biometrik berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Sistem ini mampu mengenali setiap sapi hanya dari corak tubuhnya tanpa memerlukan penanda tambahan seperti ear tag.

Baca juga: 8 Fakta Blue-fronted Lorikeet, Burung yang Sempat Menghilang Hampir Seabad

4. Warna tubuh juga memengaruhi kemampuan menghadapi panas

Corak hitam-putih ternyata bukan hanya soal penampilan. Warna tubuh juga memengaruhi cara sapi menyerap panas.

Bagian tubuh berwarna hitam menyerap lebih banyak radiasi matahari dibandingkan bagian putih. Karena itu, sapi dengan area hitam lebih luas berpotensi menerima beban panas yang lebih tinggi saat berada di lingkungan bersuhu tinggi.

Penelitian dalam Journal of Thermal Biology menemukan bahwa sapi FH yang tubuhnya didominasi warna hitam cenderung memiliki suhu tubuh sedikit lebih tinggi. 

Di sisi lain, sapi yang lebih banyak berwarna putih tercatat menghasilkan susu lebih banyak selama periode produksi.

Baca juga: 5 Hewan Pelihara yang Suka Bergadang, Udah Punya Belum ?

Corak hitam-putih pada sapi Friesian Holstein ternyata bukan sekadar pemanis penampilan. Di balik setiap belangnya tersimpan proses biologis yang telah berlangsung sejak sebelum sapi itu lahir. 

Tak heran jika pola warna yang terlihat sederhana justru menjadi salah satu ciri paling unik dari sapi perah paling populer di dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU