Kamis, 02 JULI 2026 • 13:28 WIB

Bukan Jupiter, Ternyata Ini Planet dengan Satelit Alami Terbanyak di Tata Surya

Author

Jupiter bercahaya (Instagram/nasa)

INDOZONE.ID - Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa Jupiter sebagai planet terbesar di tata surya, sekaligus sebagai planet dengan sateiit terbanyak.

Anggapan ini masuk akal, dengan ukuran besarnya, Jupiter memiliki gravitasi yang lebih kuat untuk menarik dan mempertahankan banyak satelit

Ilustrasi Petir Jupiter (AI/Gemini)

Namun, fakta astronomi terbaru justru berkata lain. Gelar planet dengan satelit alami terbanyak kini dipegang oleh planet lain yang selama ini dikenal dengan cincin megahnya. 

5 Planet dengan Satelit Alami Terbanyak

1. Saturnus

Saturnus resmi menyandang gelar sebagai planet dengan satelit alami terbanyak di tata surya. Rekor ini didapatkan setelah tim astronom berhasil menemukan 128 satelit baru di sekitar Saturnus. 

Meski jumlahnya sangat banyak, sebagian besar satelit baru yang ditemukan berukuran sangat kecil, hanya beberapa kilometer jauhnya.

Baca juga: Jupiter Bukan yang Terbesar, Ini Fakta Planet Raksasa di Alam Semesta

2. Jupiter 

Meski kalah jumlah dari Saturnus, Jupiter menduduki peringkat 2 sebagai planet dengan satelit terbanyak di tata surya. Jupiter memiliki 95 satelit alami yang telah diakui secara resmi oleh International Astronomical Union.

Salah satu satelit Jupiter, Ganymede, bahkan tercatat sebagai satelit alami terbesar di seluruh tata surya, dengan ukuran yang lebih besar ketimbang Merkurius.

3. Uranus

Uranus menempati posisi ketiga dengan sekitar 28 satelit alami yang telah diketahui. Uniknya, penamaan satelit-satelit Uranus tidak mengikuti tradisi mitologi Yunani atau Romawi.

Penamaan sateli-satelit pada Uranus diambil dari nama-nama karakter dalam karya sastra William Shakespeare dan penyair Alexander Pop.

4. Neptunus

Neptunus, planet terjauh dari matahari ini memiliki 16 satelit alami yang tercatat. Satelit terbesarnya, Triton, memiliki keunikan tersendiri karena mengorbit berlawanan arah dengan rotasi Neptunus.

Sebuah fenomena langka membuat para ilmuwan menduga Triton sebagai objek luar, yang tertangkap oleh gravitasi Neptunus, bukan terbentuk secara alami bersama planet tersebut.

5. Mars

Berbeda jauh dari planet-planet raksasa gas sebelumnya, Mars hanya memiliki dua satelit alami berukuran kecil, yaitu Phobos dan Deimos.

Kedua satelit ini berbentuk tidak beraturan dan diperkirakan merupakan asteroid yang tertangkap oleh gravitasi Mars pada masa lampau, alih-alih terbentuk bersamaan dengan planet tersebut.

Ilustrasi Saturnus. (Magnific)

Kenapa Saturnus Bisa Memiliki Satelit Alami Sebanyak Itu?

Salah satu pertanyaan menarik yang sering muncul, adalah mengapa Saturnus bisa memiliki satelit alami sebanyak itu. Bahkan, jumlah satelitnya hampir dua kali lipat lebih banyak ketimbang seluruh satelit planet lain jika digabungkan.

Para astronom menduga ada tiga mekanisme utama di balik terbentuknya satelit-satelit Saturnus. Pertama, sebagian satelit terbentuk melalui proses akresi, yaitu penggabungan materi debu dan gas yang mengelilingi Saturnus sejak awal pembentukan tata surya.

Kedua, sejumlah satelit kecil diduga merupakan hasil tangkapan gravitasi dari objek-objek Sabuk Kuiper, yang kebetulan melintas dan akhirnya terjebak dalam orbit Saturnus.

Ketiga, beberapa satelit kemungkinan besar merupakan pecahan hasil tabrakan antara satelit dengan komet atau objek luar angkasa lain yang melintas di dekat Saturnus.

Para astronom meyakini, bahwa jumlah ini kemungkinan besar masih akan terus bertambah di masa mendatang, mengingat teknologi teleskop yang makin canggih. Itu memungkinkan para ilmuwan mendeteksi objek-objek kecil yang sebelumnya sulit teramati.

Baca juga: Benda-benda Langit di Sekitar Kita: Dari Planet sampai Meteor yang Sering Disebut Bintang Jatuh

Bisa jadi, "peta persaingan" planet dengan satelit terbanyak ini akan kembali berubah, seiring makin banyaknya penemuan baru di tahun-tahun mendatang.

Fakta menarik seputar jumlah satelit alami ini menjadi salah satu bukti, bahwa ilmu astronomi terus berkembang dan menyimpan banyak kejutan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Internasional Advanced Science, Science Daily

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU