INDOZONE.ID - Bagaimana cara memproduksi energi listrik? Listrik adalah bentuk energi mendasar yang menopang berbagai sendi kehidupan manusia.
Manusia sendiri mengandalkan berbagai macam sumber daya untuk menghasilkan daya tersebut.
Adapun pasokan listrik yang mengalir ke perumahan warga dan kompleks industri saat ini disuplai oleh fasilitas pembangkit listrik pusat dalam skala yang sangat besar.
Baca juga: Sejarah Hari Surya Sedunia 3 Mei dan Pentingnya Beralih ke Energi Matahari
Bagaimana Cara Mendapatkan Energi Listrik?
Konsep energi dalam ilmu fisika merujuk pada kapasitas suatu sistem untuk menghasilkan kerja, baik dalam bentuk mekanikal maupun elektrikal.
Komoditas energi listrik sendiri secara spesifik bersumber dari perpindahan muatan listrik yang bergerak aktif membentuk arus searah maupun bolak-balik.
Spektrum sumber pembuat arus ini sangatlah luas, mencakup pemanfaatan turbin air skala raksasa pada PLTA hingga induksi elektromagnetik berskala mikro pada dinamo sepeda.
Sebagai panduan memahami fenomena ini, pemaparan di bawah ini akan mengurai secara terstruktur mengenai langkah dan metode dalam menghasilkan energi listrik.
1. Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), generator digerakkan dengan memanfaatkan energi kinetik dari aliran air sungai atau danau yang deras.
Putaran turbin akibat hantaman air inilah yang kemudian dikonversi menjadi arus listrik.
Setelah energi listrik tercipta, tegangannya akan dinaikkan terlebih dahulu untuk proses transmisi jarak jauh, sebelum akhirnya diturunkan kembali secara bertahap ke tingkat aman (220V) saat didistribusikan ke rumah-rumah penduduk.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Matahari
Pembangkit listrik tenaga matahari bisa dipasang di atap rumah-rumah penduduk. Energi matahari berupa cahaya dan panas akan diubah menjadi energi listrik yang disimpan dalam baterai. Energi listrik yang tersimpan bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara merupakan tulang punggung penyuplai energi yang paling masif digunakan di Indonesia.
Hal ini dikarenakan kapasitas output dayanya yang sangat besar, sehingga mampu diandalkan untuk memasok kebutuhan listrik skala domestik maupun kawasan industri secara berkelanjutan.
Namun sayangnya, dominasi batu bara ini menyisakan dampak negatif berupa polusi yang memperburuk kualitas udara di sekitar wilayah operasional.
Selain tidak ramah lingkungan, bahan bakar fosil ini juga bersifat non-terbarukan, yang berarti ketersediaan cadangan energinya terbatas dan dipastikan akan habis di masa mendatang.
4. Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Pemanfaatan energi angin menjadi daya listrik dilakukan dengan mengandalkan turbin atau kincir angin untuk memutar poros generator.
Kendati efisien sebagai sumber energi terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ini memiliki tantangan tersendiri, yaitu tingkat kebisingan mekanis yang cukup tinggi di sekitar area instalasi.
Selain itu, pasokan listrik yang dihasilkan cenderung fluktuatif karena kontinuitas dayanya sangat bergantung pada stabilitas dan kecepatan embusan angin setempat.
5. Baterai
Baterai merupakan salah satu jenis pembangkit listrik portabel dengan kapasitas sumber daya yang relatif kecil.
Di dalamnya, komponen baterai konvensional umumnya tersusun atas batang karbon (arang) serta serbuk mangan dioksida (hitam) yang seluruhnya dilindungi oleh selongsong lapisan seng.
Sebagai sumber arus searah, baterai dilengkapi dengan kutub positif dan kutub negatif di kedua ujungnya.
Umumnya, baterai rumahan ini menghasilkan tegangan standar sebesar 1,5 Volt, yang sangat ideal digunakan untuk menghidupkan perangkat harian seperti remote control, jam weker, hingga jam dinding.
6. Akumulator
Aki (akumulator) adalah sumber listrik yang menggunakan cairan kimia asam sulfat dan dapat diisi ulang saat dayanya habis.
Bagian dalam aki terdiri dari rangkaian lempengan timbal peroksida yang direndam dalam cairan asam sulfat tersebut.
Menyerupai sistem kerja baterai, aki juga mengalirkan energi melalui dua terminal utama, yaitu kutub positif dan kutub negatif, agar arus listriknya bisa disambungkan dan mengalir ke berbagai perangkat.
Baca juga: Mengapa Belut Listrik Bisa Menyetrum? Inilah Penjelasan Ilmiah di Balik Senjata Biologisnya
7. Dinamo Sepeda
Dinamo pada sepeda biasanya dijadikan sumber listrik untuk menghidupkan lampu. Dinamo dirancang dari kumparan yang diletakkan di tengah medan magnet.
Ketika ban berputar, maka dinamo akan menghasilkan arus listrik. Jadi, semakin besar ban sepeda berputar dengan menyentuh kepala dinamo, maka semakin besar pula listrik yang dihasilkan.
Nah, itulah beberapa penjelasan guna menjawab pertanyaan tentang "Bagaimana cara mendapatkan energi listrik?". Semoga penjelasan di atas bisa membantu para pembaca dalam memahami energi listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendikdasmen