Minggu, 07 JUNI 2026 • 16:33 WIB

Mengapa Berang-Berang Laut Sangat Penting? Ini Dampaknya bagi Laut dan Iklim

Author

Berang-berang. (pixabay)

INDOZONE.ID - Berang-berang laut kerap menarik perhatian karena tingkah lakunya yang menggemaskan, mulai dari mengapung santai di permukaan air hingga saling bergandengan tangan saat beristirahat. 

Namun, di balik perilaku unik tersebut, mamalia laut ini memiliki peran ekologis yang sangat penting bagi keseimbangan alam.

Para peneliti bahkan menyebut berang-berang laut sebagai salah satu spesies kunci di ekosistem pesisir. 

Keberadaan mereka membantu menjaga stabilitas lingkungan laut, sementara penurunan populasinya dapat memicu perubahan besar pada rantai makanan dan kondisi habitat di sekitarnya. 

Baca juga: Ilmuwan Temukan Spesies Baru Berang-berang Prasejarah, Ukurannya Sebesar Singa Modern

Lalu, apa yang membuat berang-berang laut begitu berpengaruh terhadap ekosistem? Berikut penjelasannya.

1. Menjaga Keseimbangan Rantai Makanan

Siapa sangka berang-berang laut yang imut merupakan predator laut yang rakus? Mereka memangsa hewan seperti kepiting, kerang, abalon, dan bulu babi. 

Kebiasaan makan ini menjadi kunci penting bagi bumi. Bulu babi adalah pemakan rumput laut raksasa (kelp). 

Jika jumlah bulu babi meledak, mereka bisa menghabiskan hutan kelp dan merusak rumah bagi spesies laut lainnya. 

Dengan memburu bulu babi, berang-berang laut membantu menjaga keseimbangan rantai makanan agar ekosistem laut tetap sehat dan seimbang.

2. Membantu Hutan Kelp tetap Tumbuh Subur

Hutan kelp kerap dianalogikan sebagai "hutan bawah laut" karena dimensi ukurannya yang besar serta kapasitasnya dalam mendukung keanekaragaman hayati laut. 

Jauh dari sekadar tumbuhan laut biasa, struktur kelp berfungsi sebagai habitat krusial bagi berbagai spesies ikan, moluska, krustasea, hingga burung laut. 

Di samping itu, ekosistem kelp juga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida di atmosfer, sekaligus meminimalkan abrasi garis pantai dari hantaman ombak.

Pertumbuhan optimal kelp sangat bergantung pada peran berang-berang laut dalam mengontrol populasi bulu babi agar tetap rendah. 

Apabila populasi berang-berang menyusut atau menghilang dari suatu kawasan, lonjakan jumlah bulu babi tidak akan terhindarkan. 

Dampaknya, dasar laut akan terdegradasi secara ekstrem menjadi area gundul yang disebut sebagai urchin barrens.

3. Meningkatkan Keanekaragaman Hayati

Secara alami, ekosistem dengan hutan kelp yang lestari bakal menampung jauh lebih banyak spesies ketimbang wilayah yang gundul. 

Ketika kelp tumbuh subur, wilayah bawah laut ini otomatis menyediakan tempat bernaung, area berkembang biak, serta gudang makanan yang melimpah bagi beraneka ragam makhluk hidup—mulai dari alga mikro, ikan, invertebrata, hingga burung laut. 

Dari sinilah kita bisa melihat bagaimana aksi berang-berang laut secara tidak langsung ikut mendongkrak kekayaan hayati di lautan. 

Terlebih, makin ramai dan beragam spesies yang mendiami suatu ekosistem, maka akan makin kokoh dan stabil pula keseimbangan lingkungan di sana.

4. Membuat Ekosistem Lebih Tahan Terhadap Gangguan

Kondisi alam bersifat dinamis dan tidak selalu berada pada status ideal. Fenomena gelombang panas laut (marine heatwaves), anomali cuaca, persebaran patogen, serta dampak perubahan iklim global sering kali menjadi stressor utama bagi ekosistem pesisir. 

Kendati demikian, tingginya tingkat kekayaan spesies dalam suatu komunitas biologis terbukti meningkatkan viabilitas mereka dalam mengabsorpsi gangguan eksternal tersebut. 

Kemampuan adaptif ini diidentifikasi oleh para ilmuwan sebagai resiliensi ekosistem. 

Melalui kontribusinya dalam memelihara diversitas hayati serta stabilitas hutan kelp, berang-berang laut memiliki signifikansi besar dalam memperkuat ketahanan ekosistem terhadap fluktuasi lingkungan.

5. Menjadi indikator kesehatan laut

Berang-berang laut memerlukan kawasan pesisir yang bersih dan produktif untuk tetap hidup. Akibatnya, setiap perubahan pada jumlah mereka bisa menjadi petunjuk langsung bahwa laut sedang tidak baik-baik saja. 

Penurunan populasi berang-berang laut biasanya menandakan adanya polusi, krisis makanan, penyebaran penyakit, atau kerusakan ekosistem. 

Baca juga: Kalau Alien Kirim Pesan, Ilmuwan Minta Manusia Jangan Balas

Karena peran pentingnya ini, para peneliti kerap memantau satwa ini sebagai tolok ukur untuk menilai kesehatan lingkungan pesisir secara keseluruhan.

Berang-berang laut mungkin terlihat menggemaskan, namun dampaknya terhadap lingkungan sangat besar. 

Sederhananya, melindungi berang-berang laut berarti melindungi seluruh ekosistem yang bergantung pada keberadaan mereka. 

Hewan ini merupakan contoh sempurna bahwa satu spesies dapat memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada ukuran tubuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Popular Science

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU