Jumat, 05 JUNI 2026 • 17:07 WIB

Daftar Negara dengan Jamaah Haji Terbanyak 2026, Indonesia Masih Peringkat Pertama Dunia

Author

Ilustrasi gelar haji dan hajjah (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Makkah dikenal sebagai kota suci umat Islam sekaligus tempat kelahiran agama Islam. Kota ini juga dipercaya sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu Allah. Setiap tahun, jutaan Muslim dari berbagai negara datang ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji, salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Besarnya jumlah jamaah membuat pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem kuota haji internasional. Sistem ini bertujuan untuk mengatur jumlah jamaah dari tiap negara agar ibadah berjalan aman, tertib, dan tidak terjadi kepadatan berlebihan di Makkah maupun Madinah.

Menurut data dari World Population Review, kuota haji diberikan berdasarkan jumlah populasi Muslim di masing-masing negara. Semakin besar populasi Muslim suatu negara, semakin besar pula peluang mendapatkan kuota jamaah lebih banyak.

5 Negara dengan Jamaah Haji Terbanyak di Dunia 2026

Berikut daftar negara dengan kuota jamaah haji terbesar berdasarkan data World Population Review dan laporan penyelenggaraan haji global:

Baca juga: Fakta Historis Gelar Haji di Indonesia: Berawal dari Taktik Kolonial Jadi Simbol Status Sosial

1. Indonesia: 221.000 Jamaah

Indonesia masih menjadi negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar secara global, Indonesia mendapat kuota sekitar 221 ribu jamaah setiap musim haji.

Besarnya jumlah jamaah membuat pemerintah Indonesia harus menyiapkan logistik besar-besaran, mulai dari transportasi udara, penginapan, konsumsi, hingga layanan kesehatan bagi jamaah selama berada di Arab Saudi. Tidak heran jika masa tunggu haji di Indonesia juga termasuk yang paling panjang di dunia.

2. Pakistan: 179.210 Jamaah

Pakistan berada di posisi kedua dengan kuota sekitar 179.210 jamaah. Negara ini memiliki tradisi ibadah haji yang sangat kuat dan setiap tahunnya mengirim ratusan ribu jamaah ke Tanah Suci.

Pemerintah Pakistan biasanya membagi kuota menjadi jalur pemerintah dan swasta untuk mempermudah pengelolaan keberangkatan jamaah.

3. India: 175.025 Jamaah

India menjadi negara ketiga dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Meski bukan negara mayoritas Muslim, populasi Muslim India sangat besar sehingga kuota hajinya mencapai sekitar 175 ribu jamaah.

Pemerintah India juga dikenal memiliki sistem digitalisasi pendaftaran haji yang cukup maju untuk membantu pengelolaan jamaah dalam jumlah besar.

Baca juga: Kisah-kisah Aneh Jemaah Haji di Mekkah: Salah Satunya Melihat Orang Berkepala Babi

4. Bangladesh: 127.198 Jamaah

Bangladesh menempati posisi keempat dengan kuota lebih dari 127 ribu jamaah. Tingginya antusiasme masyarakat Bangladesh untuk menunaikan haji membuat pemerintah negara tersebut rutin meningkatkan kesiapan logistik dan layanan penerbangan menuju Arab Saudi.

5. Nigeria: 95.000 Jamaah

Nigeria menjadi negara asal Afrika dengan jumlah jamaah haji terbesar. Negara ini memperoleh kuota sekitar 95 ribu jamaah setiap tahunnya.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di Afrika, Nigeria menghadapi tantangan tersendiri dalam mengatur keberangkatan jamaah dari berbagai wilayah yang tersebar luas.

Mengapa Arab Saudi Menerapkan Kuota Haji?

Kuota haji tahunan diterapkan karena jutaan jamaah datang dalam waktu yang sangat singkat. Sistem ini membantu Arab Saudi mengelola kapasitas Masjidil Haram, transportasi, penginapan, hingga keamanan jamaah.

Selain faktor populasi Muslim, hubungan diplomatik dan situasi politik juga dapat memengaruhi jumlah kuota yang diterima suatu negara. Contohnya adalah Iran, yang beberapa kali mengalami penyesuaian kuota akibat hubungan politik dengan Arab Saudi

Pengelolaan haji bukan hanya soal keberangkatan jamaah, tetapi juga mencakup keselamatan dan kenyamanan selama ibadah berlangsung. Negara-negara dengan jamaah besar seperti Indonesia, Pakistan, dan India harus menyiapkan ribuan petugas pendamping serta layanan kesehatan khusus.

Arab Saudi sendiri terus melakukan pengembangan infrastruktur, mulai dari perluasan area Masjidil Haram, pembangunan jalur transportasi modern, hingga sistem digital untuk memantau arus jamaah.

Dengan jumlah jamaah yang terus meningkat setiap tahun, sistem kuota tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran salah satu pertemuan umat Muslim terbesar di dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Worldpopulationreview.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU