Senin, 01 JUNI 2026 • 18:55 WIB

NASA Pakai AI dan Drone untuk Bangun Pangkalan di Bulan

Author

Bulan memilik warna. (Dok. Andrew McCarthy/cosmicbackground.io)

INDOZONE.ID - Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA berencana membangun pangkalan permanen di Bulan menggunakan drone dan kecerdasan buatan (AI).

Rencana ini diungkap Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA Carlos Garcia-Galan dalam wawancara dengan RIA Novosti. Dia mengungkap prosesnya sudah dimulai sejak Maret lalu.

Pangkalan Bulan NASA adalah proyek pembangunan fasilitas permanen di permukaan Bulan yang mencakup infrastruktur listrik, komunikasi, sistem logistik, dan hunian layak untuk astronaut.

Proyek ini dikembangkan secara bertahap melalui kerja sama dengan berbagai badan antariksa internasional.

Baca juga: Foto Indah dan Menakjubkan Bulan NASA Artemis 2 Ungkap Warna yang Tak Terlihat Mata

Peran AI dari Pemetaan hingga Navigasi Drone

Salah satu tantangan terbesar membangun di Bulan adalah menentukan lokasi yang aman untuk pendaratan dan konstruksi.

Permukaan Bulan tidak rata, penuh kawah, dan minim data detail di banyak titik.

Garcia-Galan menjelaskan teknologi ini bisa mengoperasikan drone untuk menjelajahi, dan memetakan area sebelum manusia atau peralatan berat diturunkan.

"Saya pikir AI akan sangat membantu kami dalam hal itu," kata Garcia-Galan dikutip RIA via Antara, Senin (1/6/2026).

Ilustrasi astronot NASA di Bulan. (Dok. NASA.)

Drone yang dimaksud bukan seperti DJI yang kamu pegang di tangan. Ini drone yang dirancang bekerja di lingkungan tanpa atmosfer, tanpa GPS, dengan gravitasi sepereenam Bumi.

Tantangan teknisnya jauh berbeda dari drone komersial mana pun.

Masih Tahap Awal

Garcia-Galan mengakui bahwa proyek masih dalam tahap awal.

"Kami masih berada di awal proses. Saat ini, kami sedang membangun sistem, menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, dan drone yang dipakai saat ini hanyalah tahap awal," katanya.

Pada Maret 2026, NASA mengumumkan rencana pembangunan bertahap yang terbagi dalam tiga fase.

Tahap pertama fokus pada pengiriman kendaraan transportasi ke Bulan sekaligus membangun infrastruktur dasar, yakni pasokan listrik, peralatan penelitian ilmiah, dan sistem komunikasi.

Tahap kedua bergerak ke pengembangan infrastruktur layak huni dan sistem logistik yang menyerupai kondisi di Bumi.

Fase ini melibatkan kolaborasi dengan badan antariksa dari berbagai negara.

Tahap ketiga adalah memungkinkan kehadiran manusia secara permanen di permukaan Bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Sputnik, Ria Novosti

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU