Kamis, 02 APRIL 2026 • 13:55 WIB

Apa Itu Hysterical Strength? Fenomena Kekuatan Luar Biasa yang Jarang Terjadi

Author

Ilustrasi pria berotot. (photo/Ilustrasi/Pexels/Tima Miroshnichenko)

INDOZONE.ID - Mengadopsi gaya hidup sehat telah menjadi aspirasi universal bagi banyak orang. Motivasi ini sering kali didorong oleh keinginan untuk meraih beragam manfaat, mulai dari komposisi tubuh ideal hingga peningkatan angka harapan hidup. 

Dalam praktiknya, olahraga menjadi pilar utama untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun kekuatan fisik yang mumpuni. 

Secara biologis, kekuatan otot yang signifikan merupakan hasil dari stimulasi latihan rutin yang memicu kondisi di mana laju protein synthesis melampaui protein breakdown

Kemajuan fisik ini dapat dipertahankan secara konsisten apabila individu memiliki pemahaman yang tepat mengenai manajemen tubuh dan pemeliharaan kesehatan yang benar.

Baca juga: Mengapa Daun Putri Malu Menutup saat Disentuh? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ternyata, kekuatan fisik yang melampaui batas normal tidak hanya bersumber dari latihan rutin, tetapi juga bisa dipicu oleh keadaan psikologis yang menstimulasi produksi hormon internal. 

Kontras dengan kekuatan otot yang dilatih secara sadar, kekuatan emosional ini bersifat temporer dan muncul secara tiba-tiba dalam keadaan darurat. 

Artinya, ledakan energi ini hanya terjadi pada momen-momen tertentu yang sangat mendesak. 

Sifatnya yang nirsadar (unconscious) membuat manusia tidak bisa mengendalikan fungsinya sesuka hati, karena sistem ini umumnya hanya aktif sebagai respons bertahan hidup. Fenomena luar biasa ini lazim disebut sebagai hysterical strength.

Pada 11 April 1982, terdapat suatu kasus yang seharusnya tidak bisa dilakukan oleh manusia pada situasi normal. Hari itu, di Massachusetts, Amerika Serikat, Tony Cavallo sedang memperbaiki mobilnya, sebuah 1964 Chevrolet Impala berbobot hampir 1500 kg. 

Nahas bagi Tony, dongkrak mobilnya rusak hingga membuatnya terjepit di bawah bobot kendaraan. Angela Cavallo, ibunya, langsung bertindak cepat dengan mengangkat mobil tersebut agar sang anak bisa bernapas lega. 

Kisah heroik ini bergaung kembali di Ohio pada 2019, saat remaja 16 tahun bernama Zac Clark secara mandiri mengangkat Volkswagen Passat milik tetangganya yang tertimpa akibat kegagalan alat. 

Kejadian-kejadian ini menjadi bukti nyata kekuatan luar biasa manusia yang hanya muncul dalam kondisi mendesak, menjadikannya fenomena yang sulit untuk diulang kembali dalam keadaan biasa.

Fenomena hysterical strength pada kedua kasus di atas berakar pada mekanisme fight-or-flight response yang dipicu oleh ancaman ekstrem. 

Saat bahaya terdeteksi, kelenjar adrenalin akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol secara masif ke dalam sistem peredaran darah. 

Baca juga: Mengenal Godzilla El Nino: Fenomena Ekstrem yang Ancam Perpanjangan Kemarau di Indonesia

Hal ini mengakibatkan peningkatan drastis pada detak jantung serta pasokan darah beroksigen ke otot, yang secara mekanis melipatgandakan kekuatan fisik secara temporer. Kekuatan 'super' inilah yang dimanfaatkan oleh individu untuk menetralisir ancaman atau melarikan diri. 

Bagi Zac dan Angela, proses biologis ini menjadi kunci utama yang memungkinkan mereka mengangkat beban kendaraan yang mustahil digerakkan dalam kondisi biasa.

Meskipun fenomenal, hysterical strength sulit dibuktikan secara ilmiah karena kendala etika dalam mereplikasi situasi berbahaya di laboratorium. 

Hal ini membuat para ilmuwan bersikap skeptis, ditambah adanya kemungkinan hiperbola dalam laporan saksi mata (seperti hanya mengangkat sebagian beban mobil). 

Hingga kini, fenomena ini masih menjadi perdebatan antara fakta biologis atau sekadar mitos, sehingga diperlukan metode penelitian baru yang etis untuk mengungkap kebenarannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU