Selasa, 07 APRIL 2026 • 22:09 WIB

Inilah 24 Planet yang Mirip Bumi dan Bisa Dihuni, Bahkan Jauh Lebih Nyaman Lho!

Author

Ilustrasi Planet yang Mirip Bumi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kalian kepikiran pas lagi stres sama tugas kuliah atau kerjaan, tiba-tiba pengen pindah ke planet lain yang lebih chill? 

Ternyata, keinginan buat kabur dari Bumi itu bukan cuma sekadar imajinasi liar para penulis film fiksi ilmiah doang.

NASA dan para ilmuwan luar angkasa saat ini lagi gencar-gencarnya melakukan misi pencarian "Bumi kedua". 

Melalui data menarik dari kanal YouTube @SISI TERANG, terungkap kalau sejauh ini sudah ditemukan lebih dari 4.000 planet di luar tata surya kita.

Nah yang bikin makin heboh, NASA sudah menyaring daftar itu jadi 24 planet pilihan yang diklaim sebagai planet super layak huni.

Artinya, planet-planet ini nggak cuma mirip Bumi, tapi kondisinya bisa jadi jauh lebih enak buat ditempati manusia daripada planet kita sendiri sekarang.

Baca juga: Benda-benda Langit di Sekitar Kita: Dari Planet sampai Meteor yang Sering Disebut Bintang Jatuh

Mencari Rumah Baru di Antara Ribuan Bintang

Pencarian kehidupan di luar angkasa memang selalu jadi topik yang seru buat dibahas. Kita sering merasa Bumi adalah tempat paling sempurna di alam semesta, padahal ilmu pengetahuan bilang kalau Bumi itu baru level standar.

Dari ribuan eksoplanet yang ditemukan, para peneliti mulai mencari kriteria khusus yang bisa bikin sebuah planet disebut layak huni.

Bukan cuma soal ada air atau oksigen, tapi juga soal stabilitas bintang induknya dan seberapa kuat gravitasi di sana untuk melindungi calon penghuninya.

Dari daftar 24 planet tersebut, ada beberapa yang benar-benar menonjol karena punya karakteristik yang mirip banget sama rumah kita, atau bahkan lebih canggih.

Kelebihan Bintang Katai Oranye Dibanding Matahari Kita

Salah satu rahasia kenapa sebuah planet bisa dibilang super layak huni ternyata bukan cuma berasal dari planetnya saja, tapi dari bintang yang mereka kelilingi.

Matahari kita sebenarnya termasuk jenis katai kuning yang umurnya relatif pendek, sekitar 10 miliar tahun.

Nah, planet-planet yang lebih prospektif justru biasanya mengelilingi bintang katai oranye.

Bintang jenis ini jauh lebih stabil dan punya umur yang sangat panjang, bisa mencapai 45 sampai 70 miliar tahun.

Dengan waktu sebanyak itu, kehidupan di planet yang mengitarinya punya kesempatan yang jauh lebih luas buat berkembang dan berevolusi tanpa perlu takut bintangnya meledak atau padam dalam waktu dekat.

Pesona Planet KOI-5715.01 di Rasi Bintang Cygnus

Mari kita bahas salah satu kandidat kuat yaitu KOI-5715.01. Planet ini terletak di rasi bintang Cygnus dan punya ukuran hampir dua kali lipat Bumi.

Meskipun suhunya sedikit lebih sejuk di angka 11 derajat Celsius, planet ini punya keunggulan di sisi atmosfer.

Karena ukurannya yang besar, gravitasinya pun lebih kuat. Hal ini memungkinkan planet tersebut menahan panas di dalam atmosfernya lebih lama.

Bayangkan tempat yang sedikit dingin tapi punya selimut udara yang tebal dan nyaman. Selain itu, karena bintang induknya adalah katai oranye, langit di sana mungkin punya spektrum warna yang jauh lebih indah dan cerah dibanding apa yang kita lihat di Bumi sekarang.

Peluang Hidup Delapan Puluh Empat Persen di KOI-3010.01

Kalau kalian cari planet yang tingkat kepastiannya tinggi, KOI-3010.01 adalah jawabannya.

Planet ini dianggap oleh banyak ilmuwan sebagai dunia yang sangat menyenangkan karena probabilitas keberadaan kehidupannya mencapai 84 persen.

Suhu rata-rata di sana sekitar 19 derajat Celsius, yang artinya sedikit lebih hangat dari Bumi tapi masih sangat nyaman untuk aktivitas sehari-hari.

Para ahli memperkirakan lautan di sana menutupi sekitar 60 persen permukaannya. Yang lebih menarik lagi, daratan dan air di planet ini tersebar secara lebih merata.

Hal ini sangat menguntungkan karena lebih banyak wilayah yang bisa dijadikan tempat tinggal dengan akses sumber daya yang mudah.

Baca juga: Fenomena Okultasi: Pernah Terjadi Pada Planet Saturnus di Tahun 2024 yang Sempat 'Hilang' di Balik Bulan

Planet yang Mirip Bumi. (Wikipedia)

Kepler-186f sang Sepupu Bumi dengan Musim Stabil

Selanjutnya ada Kepler-186f yang sering dijuluki sebagai sepupu Bumi. Planet ini mengorbit bintang katai merah yang memang lebih redup, tapi jaraknya cukup dekat sehingga suhu permukaannya tetap ideal.

Salah satu detail kecil yang bikin planet ini spesial adalah kemiringan sumbunya yang hampir sama dengan Bumi.

Kenapa kemiringan itu penting? Karena kemiringan inilah yang mengatur adanya musim yang stabil.

Tanpa kemiringan yang pas, sebuah planet bisa mengalami perubahan cuaca ekstrem yang mematikan.

Dengan kemiringan yang stabil, Kepler-186f punya siklus siang dan malam yang normal, bikin siapa pun yang pindah ke sana nggak bakal merasa jetlag parah.

Alasan Mengapa Planet yang Lebih Besar Itu Lebih Baik

Mungkin kalian bakal protes, buat apa tinggal di planet yang lebih besar kalau gravitasinya bikin badan terasa berat?

Ternyata, planet yang sedikit lebih besar dari Bumi justru dianggap sebagai planet sempurna oleh para ilmuwan.

Planet besar punya gravitasi yang kuat untuk menarik atmosfer agar tetap padat dan tebal.

Atmosfer tebal ini fungsinya vital banget sebagai tameng alami dari radiasi berbahaya dan benda-benda luar angkasa seperti meteor. 

Selain itu, atmosfer yang padat bisa menampung lebih banyak oksigen dan menjaga suhu permukaan tetap stabil.

Jadi, meski mungkin awal-awal kita bakal terasa agak berat buat jalan kaki, perlindungan yang kita dapat jauh lebih maksimal.

Dunia Air yang Indah di Kepler-62e dan 62f

Bergeser ke rasi bintang Lyra, kita akan menemukan duo planet Kepler-62e dan 62f. Sebelum ditemukan planet lain, dua tempat ini adalah juara dalam daftar planet paling mirip Bumi.

Karakteristik yang paling menonjol dari keduanya adalah permukaannya yang didominasi oleh air.

Para ilmuwan membayangkan planet ini sebagai dunia kepulauan luas tanpa ada daratan benua yang besar.

Vibes di sana mungkin mirip seperti di Hawaii tapi dalam skala satu planet penuh. Bagi pecinta laut, ini tentu jadi mimpi yang indah.

Meskipun kita belum tahu pasti komposisi daratannya, potensi adanya kehidupan laut yang raksasa dan beragam di sana sangatlah besar.

Realitas Jarak dan Masa Depan Perjalanan Antar Galaksi

Meskipun berita soal planet yang mirip bumi dan bisa dihuni ini terdengar sangat menggembirakan, kita harus tetap menginjak bumi, secara harfiah.

Jarak planet-planet ini nggak main-main jauhnya, rata-rata mencapai ratusan hingga ribuan tahun cahaya.

Untuk saat ini, kita baru bisa mengamati mereka lewat teleskop canggih dan data-data matematis saja.

Teknologi roket kita sekarang masih butuh waktu jutaan tahun buat sampai ke sana. Tapi jangan patah semangat, karena perkembangan teknologi bergerak sangat cepat.

Siapa tahu dalam beberapa dekade atau abad ke depan, manusia bisa menemukan cara buat melintasi galaksi dengan kecepatan cahaya atau lewat lubang cacing.

Baca juga: Fakta tentang Bulan yang Bikin Melongo: Dari Satelit Bumi sampai Jejak Manusia Pertama di Permukaan

Ilustrasi Planet yang Mirip Bumi. (Freepik)

Mempelajari planet super layak huni ini sebenarnya kasih kita perspektif baru. Di satu sisi, kita jadi tahu kalau Bumi bukan satu-satunya tempat spesial di alam semesta yang luas ini.

Di sisi lain, hal ini jadi pengingat buat kita untuk tetap menjaga Bumi yang sekarang kita pijak.

Selagi kita belum punya tiket buat pindah ke KOI-3010.01 atau Kepler-186f, Bumi adalah satu-satunya rumah yang kita miliki.

Penemuan-penemuan eksoplanet ini setidaknya memberikan harapan bahwa jika suatu saat nanti kita harus benar-benar pindah, alam semesta sudah menyiapkan tempat-tempat cadangan yang bahkan jauh lebih baik dan lebih nyaman untuk kelangsungan hidup umat manusia di masa depan.

Itulah rangkuman seru tentang pencarian rumah baru kita di luar sana. Alam semesta memang penuh kejutan dan nggak pernah berhenti bikin kita takjub.

Kalau teknologi sudah memungkinkan, kira-kira planet mana yang pengen banget kalian kunjungi duluan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU