INDOZONE.ID - Solstis merupakan dua titik balik utama dalam orbit tahunan Bumi mengelilingi Matahari yang menjadi penanda transisi musim secara astronomis.
Fenomena ini memiliki dampak langsung terhadap durasi siang dan malam di seluruh penjuru bumi.
Walaupun merupakan peristiwa rutin, konsep solstis sering kali belum dipahami secara luas oleh masyarakat.
Baca juga: Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut Bumi
Simak pembahasan berikut ini untuk mengulas definisi, klasifikasi, serta jadwal terjadinya solstis!
Apa Itu Solstis dan Mengapa Terjadi?
Secara teknis, solstis terjadi saat Matahari mencapai titik deklinasi maksimumnya, baik di utara maupun selatan khatulistiwa.
Fenomena ini merupakan konsekuensi dari kemiringan aksial Bumi sebesar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya.
Akibat kemiringan permanen ini, intensitas dan distribusi sinar matahari tidak pernah seragam sepanjang tahun, ada periode di mana salah satu hemisfer (belahan Bumi) terpapar cahaya lebih dominan karena posisinya yang lebih condong ke arah Matahari.
Jenis-Jenis Solstis: Juni dan Desember
Terdapat dua jenis solstis dalam kalender astronomi. Solstis Juni menempatkan Matahari di titik paling utara, menghasilkan siang terlama di belahan utara dan malam terlama di belahan selatan.
Sementara itu, Solstis Desemberterjadi saat Matahari berada di titik paling selatan, yang menyebabkan waktu siang di wilayah utara menjadi sangat singkat.
Kedua momen ini menjadi penanda penting bagi pergantian musim ekstrem di kedua belahan dunia.
Baca juga: Cara Melihat Blood Moon 3 Maret 2026 di Indonesia dan Waktu Terbaiknya
Makna Budaya di Berbagai Penjuru Dunia
Di luar fenomena astronomisnya, solstis menyimpan makna kultural dan spiritual yang mendalam bagi berbagai peradaban dunia.
Dari wilayah Skandinavia dan Inggris hingga Amerika Tengah, masyarakat kuno telah lama merayakan titik balik matahari ini melalui berbagai ritual yang mengagungkan kesuburan, hasil panen, serta kekuatan alam semesta.
Salah satu manifestasi paling ikonik dari penghormatan ini dapat disaksikan di situs prasejarah Stonehenge, Inggris, di mana ribuan orang berkumpul setiap tahun untuk menyambut matahari solstis yang terbit tepat di antara bebatuan purba tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA