INDOZONE.ID - Pernahkah kalian bangun dari tidur dan merasa seolah baru saja mengalami mimpi yang sangat hidup atau nyata? Atau merasakan tubuh kalian kaku, tetapi pikiran begitu aktif?
Jika pernah, fenomena itu dinamakan R.E.M. Fenomena ini terjadi selama tidur R.E.M, fase tidur yang paling misterius dan “paradoks” dalam siklus tidur manusia.
Baca juga: Bukan Sekadar 'Kosongin Pikiran': Studi ke Biksu Ungkap Meditasi Justru Bikin Otak Aktif Banget
Apa Itu Tidur R.E.M?
Tidur R.E.M, merupakan singkatan dari Rapid Eye Movement, adalah tahap tidur di mana mata bergerak cepat ke kanan dan kiri di bawah kelopak mata.
Tidak seperti tidur biasanya yang menenangkan, tidur R.E.M ditandai oleh aktivitas otak yang meningkat, fungsi sistem saraf mendekati keadaan terjaga, dan mimpi yang sangat jelas serta emosional.
Fase ini terutama dikendalikan oleh batang otak dan hipotalamus, dengan kontribusi dari hipokampus dan amigdala, area otak yang berperan penting dalam memori dan emosi.
Baca juga: Otak Astronot Alami Perubahan Usai Misi Antariksa, Ini Penyebabnya!
Tubuh Lumpuh, Otak Sibuk
Salah satu ciri paling menarik dari tidur R.E.M adalah paralisis sementara otot utama. Tubuh menjadi kaku. Meski demikian, otak akan sangat aktif seperti gelombang otak cepat, amigdala bekerja penuh, dan hipokampus mencatat setiap pengalaman.
Inilah alasan mengapa mimpi selama R.E.M sering terasa lebih “drama” atau emosional dibandingkan mimpi biasanya. Setelah terbangun dari tidur R.E.M tubuh akan mengalami rasa takut, cemas, marah, atau sedih dalam mimpi seolah nyata.
Mengapa Mimpi R.E.M Lebih Emosional?
Selama tidur R.E.M, gelombang otak cepat dan aktivitas neuron meningkat. Karena amigdala yang mengatur emosi begitu aktif, mimpi cenderung lebih intens secara psikologis.
Itulah sebabnya banyak orang mengingat mimpi R.E.M lebih jelas daripada mimpi biasanya. Beberapa teori menyebut mimpi ini membantu “melatih” otak dalam menghadapi emosi negatif atau menyalurkan pengalaman yang belum terselesaikan.
Baca juga: Seperti Apa Isi Otak Ted Bundy? Jadi Barang Langka yang Diincar Para Peneliti
Durasi dan Siklus Tidur R.E.M
Berdasarkan laman Thoughtco, tidur R.E.M biasanya muncul setelah tidur biasa. Pada orang dewasa, tidur R.E.M mencakup sekitar 20–25% dari total waktu tidur, meningkat seiring malam berjalan.
Durasi tidur R.E.M pada satu siklus bisa berlangsung antara 70 hingga 120 menit. Pada bayi, proporsi tidur R.E.M lebih besar karena otak dan tubuh mereka masih berkembang.
Baca juga: Lobotomi: Operasi Otak Terseram dalam Sejarah Medis Dunia
Demikian penjelasan mengenai tidur R.E.M. Fenomena unik di mana tubuh diam dan lumpuh, sementara otak bekerja seolah sedang terjaga penuh.
Jika kalian mengalami mimpi yang dramatis atau bangun dengan tubuh terasa kaku, ingatlah, otak baru saja menjalani malam yang sibuk selama tidur R.E.M.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com