Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 13:16 WIB

Apakah di Bulan Ada Gerhana Bumi?Berikut Penjelasannya

Author

Gerhana matahari cincin (photo/pexels/@drewrae)

INDOZONE.ID - Apakah di Bulan ada gerhana Bumi? Jawabannya adalah ya. Dari sudut pandang bulan,terjadi fenomena yang bisa disebut sebagai “gerhana Bumi”.

Secara ilmiah, peristiwa itu sebenarnya adalah gerhana Matahari, hanya saja yang menutupi Matahari adalah Bumi.

Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi 17 Februari 2026

Bagaimana Gerhana Terjadi?

Gerhana terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Peristiwa ini tidak terjadi setiap bulan, melainkan hanya beberapa kali dalam setahun.

Secara umum, terdapat dua jenis gerhana yang kita kenal di Bumi:

  • Gerhana Matahari, ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga Matahari tampak tertutup dari Bumi.
  • Gerhana Bulan, ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan.

Baca juga: Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Punah?

Apa yang Terjadi Jika Dilihat dari Bulan?

Saat gerhana Bulan total terjadi di Bumi, posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Dari permukaan Bulan, pemandangannya akan sangat berbeda.

Melansir dari laman NASA (20/19/2026), seorang pengamat di Bulan akan melihat Bumi perlahan menutupi Matahari.

Dengan kata lain, di Bulan akan terjadi gerhana Matahari yang disebabkan oleh Bumi. Karena ukuran Bumi tampak jauh lebih besar dibandingkan Bulan jika dilihat dari masing-masing permukaan, Bumi akan terlihat menutup Matahari secara lebih dominan.

Baca juga: Gerhana Matahari Total Terlama dalam Sejarah, Ini Faktanya

Menariknya, saat kita di Bumi melihat Bulan berubah menjadi merah saat gerhana Bulan total, warna itu sebenarnya berasal dari cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi. 

Cahaya kemerahan tersebut tetap mencapai Bulan, sehingga dari sana, Bumi akan tampak seperti cincin gelap dengan tepi bercahaya kemerahan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa “gerhana Bumi” memang terjadi di Bulan, tetapi bentuknya adalah Bumi yang menghalangi Matahari.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026. Pada saat itu, Bulan purnama akan memasuki bayangan inti Bumi (umbra), sehingga seluruh permukaannya tampak gelap dan berwarna merah-oranye.

Fenomena ini sering dijuluki sebagai “Bulan Darah” atau "Blood Moon"karena warna kemerahannya yang khas. Perubahan warna tersebut terjadi akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Baca juga: 10 Fenomena Astronomi di 2026: Ada Gerhana Bulan Total!

Gerhana total ini diprediksi dapat diamati dari wilayah Asia Timur dan Australia pada malam hari, serta dari kawasan Pasifik sepanjang malam. Beberapa wilayah lain akan melihatnya pada waktu berbeda sesuai zona waktu masing-masing.

Gerhana Bulan total ini berpeluang untuk diamati karena berada di kawasan Asia. Pengamatan gerhana Bulan tidak memerlukan alat khusus cukup melihat langsung ke arah Bulan selama langit cerah dan tidak tertutup awan.

Akan tetapi, menggunakan teropong atau teleskop dapat membuat detailnya terlihat lebih jelas.

Baca juga: Kenapa Disebut Gerhana Matahari Cincin? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jadi, apakah di Bulan ada gerhana Bumi? Secara sederhana, jawabannya ada. Ketika kita di Bumi menyaksikan gerhana Bulan, di saat yang sama pengamat di Bulan akan melihat Bumi menutupi Matahari.

Fenomena ini menunjukkan betapa dinamis dan saling terhubungnya gerak Bumi, Bulan, dan Matahari. Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 menjadi fenomena astronomi yang sayang jikadilewatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NASA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU