INDOZONE.ID - Fenomena planet sejajar akan hadir di Februari 2026. Enam planet seperti, Jupiter, Uranus, Saturnus, Neptunus, Venus, dan Merkurius akan tampak sejajar di langit.
Fenomena langit tersebut kerap disebut sebagai “parade planet” atau kesejajaran planet, dan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang dinantikan para pengamat langit.
Baca juga: Mengapa Planet Tidak Jatuh ke Matahari? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Apa Itu Planet Sejajar?
Melansir laman NASA (13/02/2026), fenomena planet sejajar terjadi ketika empat atau lima planet dapat terlihat bersamaan di langit pada waktu yang relatif sama.
Pada 28 Februari 2026, enam planet diprediksi dapat diamati dalam satu rentang pandang, menjadikannya fenomena langit yang cukup jarang.
Meski terlihat sejajar, posisi tersebut sebenarnya hanya efek perspektif dari sudut pandang Bumi. Enam planet itu tetap berada pada jarak jutaan hingga miliaran kilometer satu sama lain. Artinya, kesejajaran yang tampak bukan berarti mereka benar-benar berada dalam satu garis lurus di ruang angkasa.
Baca juga: Pernah Jadi Bagian Tata Surya, Mengapa Pluto 'Ditendang' dan Tidak Dianggap Planet Lagi?
Mengapa Fenomena Ini Bisa Terjadi?
Secara ilmiah, fenomena ini berkaitan dengan fakta bahwa planet-planet di tata surya mengorbit Matahari pada bidang yang hampir sama, yang disebut bidang ekliptika.
Setiap planet memiliki kecepatan dan jarak orbit berbeda. Namun, pada waktu tertentu, pergerakan tersebut membuat beberapa planet tampak berada dalam satu garis jika dilihat dari Bumi.
Karena pergerakan orbit bersifat terus-menerus dan bertahap, kesempatan untuk melihat beberapa planet sekaligus dapat berlangsung selama beberapa minggu. Akan tetapi, tanggal 28 Februari 2026 diperkirakan menjadi puncak momen ketika posisi planet-planet tersebut terlihat paling rapat.
Baca juga: Daftar Fenomena Langit Februari: Dari Bulan Salju hingga Parade Enam Planet
Apakah Ini Pernah Terjadi Sebelumnya?
Fenomena planet sejajr pernah terjadi pada 27 Februari 2025. Tujuh planet yakni, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus terlihat dalam posisi sejajar yang diperkirakan tidak akan terulang lagi hingga tahun 2040.
Berdasarkan laman The Guardian, Astronom dari Royal Observatory Greenwich, Greg Brown, pernah menjelaskan bahwa melihat tiga hingga lima planet sekaligus bukanlah hal yang terlalu jarang.
Baca juga: Urutan Planet dalam Tata Surya Lengkap dari yang Terdekat hingga Terjauh
Planet Mana yang Bisa Dilihat Tanpa Alat?
Dari enam planet yang sejajar pada Februari 2026, empat di antaranya, Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus berpotensi terlihat dengan mata telanjang, asalkan kondisi langit cerah dan bebas dari polusi cahaya.
Sementara itu, Uranus dan Neptunus memerlukan bantuan teropong atau teleskop karena posisinya yang jauh di wilayah luar tata surya membuat cahayanya lebih redup. Merkurius juga terkadang sulit diamati karena letaknya yang rendah di dekat cakrawala.
Baca juga: Sentuhan Bulan Kuno yang Mengubah Wajah Planet Mars
Kapan Waktu Terbaik untuk Mengamatinya?
Waktu paling ideal untuk menyaksikan fenomena planet sejajar adalah sekitar 30 menit setelah Matahari terbenam. Pengamat disarankan mengarahkan pandangan ke langit bagian barat dengan area pandang yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan.
NASA menjelaskan bahwa sebuah planet sebaiknya berada minimal beberapa derajat di atas cakrawala agar dapat terlihat jelas.
Posisi sekitar 10 derajat atau lebih tinggi dianggap paling optimal. Hal ini dinilai penting karena atmosfer Bumi yang dekat dengan permukaan dapat meredupkan cahaya benda langit, terutama saat matahari akan terbit ataupun terbenam.
Baca juga: Pulau Socotra Surga Tersembunyi yang Lebih Mirip Planet Lain daripada Bumi
Di Mana Fenomena Ini Bisa Disaksikan?
Fenomena planet seajar yang akan terjadi di Februari 2026 dapat diamati dari berbagai belahan dunia, meski waktu puncaknya bisa sedikit berbeda tergantung lokasi.
Beberapa kota diperkirakan memiliki waktu pengamatan terbaik pada tanggal yang berbeda di sekitar akhir Februari hingga awal Maret 2026.
Karena pergerakan planet berlangsung secara bertahap, sebagian wilayah mungkin dapat menyaksikan fenomena tersebut beberapa hari sebelum atau sesudah 28 Februari.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Planet Berekor Monyet di Luar Angkasa, Aneh tapi Nyata!
Mitos dan Fakta Seputar Planet Sejajar
Fenomena planet sejajar sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos, mulai dari bencana alam hingga gangguan gravitasi ekstrem. Akan tetapi, secara ilmiah tidak ada bukti yang mendukung anggapan tersebut.
Kesejajaran ini tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap Bumi, baik dari sisi gravitasi maupun geologis.
Pada akhirnya, fenomena planet sejajar merupakan peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati dan dipelajari. Alih-alih menimbulkan kekhawatiran, fenomena ini justru menjadi kesempatan berharga untuk menikmati keindahan tata surya dan memahami lebih dalam dinamika pergerakan planet di angkasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA, The Guardian