Mengenal Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Pelindung Tak Terlihat yang Menjaga Kehidupan
INDOZONE.ID - Kalau dipikir-pikir, bumi itu sebenarnya rapuh. Kena radiasi matahari dikit aja bisa berbahaya, ketabrak benda luar angkasa juga bisa fatal.
Tapi nyatanya, sampai hari ini bumi masih jadi tempat tinggal yang aman buat manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu alasannya karena bumi punya “tameng” alami bernama atmosfer.
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi dari bawah sampai ke luar angkasa.
Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Awan di Langit: Dari yang Cantik Sampai Pembawa Hujan Deras
Meski nggak kelihatan dan sering kita anggap sepele, atmosfer punya peran super penting.
Mulai dari ngatur cuaca, ngelindungin kita dari radiasi berbahaya, sampai bikin komunikasi jarak jauh tetap bisa jalan.
Lewat penjelasan dari kanal YouTube/Kita Pembelajar, atmosfer bumi dibagi jadi lima lapisan utama dengan fungsi yang beda-beda. Yuk, kita bahas satu per satu!
Troposfer, Tempat Semua Aktivitas Dimulai
Lapisan atmosfer yang paling dekat sama kehidupan manusia disebut troposfer. Lapisan ini berada di ketinggian sekitar 0 sampai 12 kilometer dari permukaan laut. Bisa dibilang, hampir semua yang kita rasain sehari-hari terjadi di sini.
Awan, hujan, angin, petir, sampai badai semuanya lahir di troposfer. Nggak cuma itu, pesawat komersial yang biasa kita tumpangi juga terbang di lapisan ini.
Troposfer juga menyimpan karbon dioksida dan uap air dalam jumlah paling banyak dibanding lapisan atmosfer lainnya. Dua unsur ini punya peran besar dalam pembentukan cuaca dan iklim.
Suhu di troposfer nggak stabil, tergantung ketinggian dan kondisi wilayah. Semakin ke atas, biasanya makin dingin.
Di bagian atas lapisan ini ada batas yang disebut tropopause, yang jadi penanda sebelum masuk ke lapisan berikutnya.
Stratosfer, Rumahnya Lapisan Ozon
Naik sedikit ke atas, kita bakal ketemu lapisan stratosfer. Lapisan ini berada di ketinggian 12 sampai 50 kilometer. Stratosfer terkenal karena di sinilah lapisan ozon berada.
Lapisan ozon punya tugas penting, yaitu menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Kalau radiasi ini langsung nyampe ke permukaan bumi tanpa filter, dampaknya bisa bahaya banget buat manusia, terutama buat kulit dan kesehatan tubuh.
Meski suhunya cenderung dingin, stratosfer jadi salah satu lapisan paling krusial. Sayangnya, aktivitas manusia seperti penebangan hutan, polusi industri, dan emisi kendaraan bermotor bisa bikin lapisan ozon menipis.
Di bagian atas stratosfer, ada lapisan pembatas yang disebut stratopause, yang jadi transisi menuju lapisan selanjutnya.
Baca juga: Mengenal Mercury Retrograde: Fenomena Langit yang Sering Disalahkan Saat Hidup Terasa Berantakan
Mesosfer, Benteng dari Benda Langit
Di atas stratosfer, ada lapisan mesosfer yang berada di ketinggian 50 sampai 75 kilometer. Lapisan ini bisa dibilang sebagai benteng bumi dari ancaman benda luar angkasa.
Meteor atau benda langit kecil yang masuk ke atmosfer biasanya akan terbakar di lapisan ini sebelum sempat nyampe ke permukaan bumi.
Hal ini terjadi karena suhu di mesosfer berubah ekstrem dan nggak stabil. Bahkan, suhu terendah di lapisan ini bisa mencapai minus 120 derajat Celcius.
Setiap naik 100 meter, suhu di mesosfer bisa turun sekitar 0,4 derajat Celcius. Di bagian paling atasnya, ada lapisan peralihan bernama mesopause.
Uniknya, di area ini hampir nggak ada udara sama sekali. Meski jarang dibahas, peran mesosfer ini vital banget buat menjaga bumi tetap aman.
Termosfer, Tempat Aurora dan Sinyal Radio
Lapisan berikutnya adalah termosfer, yang terletak di ketinggian sekitar 75 sampai 800 kilometer di atas permukaan laut. Meski jauh dari bumi, lapisan ini punya fungsi yang nggak kalah penting.
Di termosfer terjadi proses ionisasi, yaitu terbentuknya partikel bermuatan listrik akibat energi dari matahari.
Proses inilah yang memunculkan fenomena aurora, cahaya warna-warni yang sering terlihat di wilayah kutub dan jadi salah satu pemandangan alam paling keren di dunia.
Selain aurora, termosfer juga berfungsi sebagai pemantul gelombang radio. Berkat lapisan ini, sinyal radio dan televisi bisa menjangkau wilayah yang jauh. Nggak heran kalau dunia komunikasi sangat bergantung pada termosfer.
Meski terdengar aneh, suhu di termosfer justru bisa sangat tinggi dibanding lapisan sebelumnya.
Termosfer juga punya beberapa bagian penting, seperti lapisan Kennelly-Heaviside atau lapisan E, lapisan Appleton atau lapisan F, dan lapisan atom.
Eksosfer, Batas Terakhir Bumi
Lapisan paling luar dari atmosfer adalah eksosfer. Lapisan ini berada di ketinggian sekitar 800 sampai 1000 kilometer dan berbatasan langsung dengan luar angkasa.
Di eksosfer, gaya gravitasi bumi sudah sangat lemah. Gas yang tersisa pun sangat sedikit, salah satunya hidrogen.
Partikel-partikel ini bisa memantulkan cahaya matahari, dan menghasilkan cahaya redup yang dikenal sebagai cahaya zodiakal dan gegenschein.
Eksosfer juga sering disebut sebagai wilayah geostasioner, tempat banyak satelit mengorbit bumi.
Meski terlihat sepi, lapisan ini justru cukup berbahaya, karena menjadi tempat kehancuran meteor dari angkasa luar.
Suhu di eksosfer juga ekstrem, bahkan bisa mencapai 2.200 derajat Celcius.
Baca juga: Mengenal Jenis dan Nama-nama Dinosaurus, Makhluk Penguasa Bumi Jutaan Tahun Lalu
Atmosfer mungkin nggak kelihatan dan jarang kita sadari keberadaannya, tapi perannya luar biasa besar.
Lima lapisan atmosfer bumi bekerja bareng-bareng buat melindungi kehidupan. Mulai dari mengatur cuaca, menyaring radiasi berbahaya, sampai jadi tameng dari ancaman luar angkasa.
Lewat penjelasan dari YouTube/Kita Pembelajar, kita jadi tahu kalau atmosfer bukan cuma sekadar udara. Ia adalah sistem pelindung alami yang bikin bumi tetap layak ditinggali.
Makanya, menjaga lingkungan dan mengurangi polusi itu bukan cuma soal gaya hidup, tapi juga soal menjaga “tameng” bumi agar tetap kuat untuk generasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube