Ilustrasi Jenis-Jenis Awan di Langit. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu lagi santai lihat langit, terus kepikiran, “Itu awan namanya apa, ya?”
Ada yang bentuknya tipis seperti kapas, ada yang mirip gelombang laut, sampai awan hitam tebal yang bikin kita was-was bakal hujan besar.
Ternyata, awan itu nggak cuma soal indah atau gelap doang. Dalam ilmu geografi dan meteorologi, awan punya klasifikasi dan nama masing-masing, lengkap dengan ciri dan dampaknya buat cuaca di bumi.
Lewat penjelasan dari YouTube/Kuslinah Geo, kita bisa belajar soal pengertian awan dan jenis-jenisnya dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Berikut, pembahasan soal taksonomi awan, cocok buat kamu yang lagi belajar geografi, atau sekadar pengin nambah wawasan biar makin peka sama tanda-tanda alam.
Baca juga: Mengenal Jenis dan Nama-nama Dinosaurus, Makhluk Penguasa Bumi Jutaan Tahun Lalu
Secara sederhana, awan adalah kumpulan uap air dan kristal es yang melayang di atmosfer.
Awan terbentuk karena proses pengembunan atau kondensasi, yaitu saat uap air di udara berubah jadi butiran air atau kristal es karena udara sudah mencapai kondisi jenuh.
Proses ini sangat dipengaruhi oleh suhu dan ketinggian. Di beberapa kondisi, awan bisa berwujud cair, gas, atau padat.
Ilmu tentang klasifikasi awan sudah lama dikaji dan hasil pembagiannya disepakati lewat Kongres Meteorologi Internasional pada akhir abad ke-19 di Jerman dan Swedia. Dari situlah, lahir pembagian awan yang kita kenal sampai sekarang.
Awan tinggi berada di ketinggian sekitar 3 sampai 18 kilometer dari permukaan bumi. Karena posisinya sangat tinggi, awan jenis ini selalu mengandung kristal es.
Biasanya awan tinggi terlihat tipis, halus, dan cantik saat cuaca cerah.
Salah satu jenis awan tinggi adalah sirus. Awan ini bentuknya halus seperti serat atau bulu burung. Kadang tersusun memanjang seperti pita yang melengkung di langit.
Sirus sering bikin langit terlihat estetik, tapi jangan berharap hujan dari awan ini, karena sirus tidak menimbulkan hujan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube