INDOZONE.ID - Jika membicarakan mumi, kebanyakan orang membayangkan jasad kuno yang telah mengering dan rusak oleh waktu. Namun anggapan itu seolah runtuh ketika mumi Lady Dai ditemukan, mumi asal Tiongkok yang kondisinya justru sangat mengejutkan.
Lady Dai, yang juga dikenal dengan nama Xin Zhui, merupakan mumi seorang perempuan dari Dinasti Han yang berkuasa pada tahun 206 SM hingga 220 M.
Usianya kini diperkirakan telah melampaui 2.000 tahun, tetapi kondisi jasadnya jauh dari kesan rapuh seperti mumi pada umumnya.
Baca juga: Santet Banaspati: Kisah Dendam yang Berawal dari Iri Hati Berujung Petaka
Keistimewaan Lady Dai terletak pada kondisi fisiknya yang luar biasa. Rambut aslinya masih utuh, ligamennya tetap lentur, dan tubuhnya masih menyerupai manusia yang baru meninggal. Karena tingkat keawetannya yang sangat ekstrem, Lady Dai kerap disebut sebagai mumi paling terawat dalam sejarah.
Mumi ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1971 di kota Changsha, ketika para pekerja sedang menggali tanah dan menemukan sebuah makam raksasa.
Pada makam tersebut tersimpan lebih dari 1.000 artefak berharga, mulai dari perlengkapan rias dan mandi, ratusan benda pernis, hingga 162 patung kayu berukir yang melambangkan para pelayan. Bahkan, terdapat hidangan makanan yang disiapkan untuk menemani Lady Dai di alam baka.
Baca juga: 5 Zodiak Paling Beruntung Bulan Januari, Rezeki Mengalir Deras
Di dalam makam inilah jasad Lady Dai ditemukan, dan membuat para peneliti tercengang. Kulitnya masih lembut, lembap, dan elastis saat disentuh. Rambut di kepala, alis, bulu mata, bahkan rambut di dalam lubang hidungnya masih ada dalam kondisi utuh.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa seluruh organ dalamnya masih lengkap. Pembuluh darahnya bahkan masih mengandung darah bergolongan A.
Dari kondisi pembuluh darah tersebut, para ahli menemukan adanya gumpalan yang menjadi petunjuk penyebab kematiannya, yakni serangan jantung.
Baca juga: Weton Wage: Air Matanya Bisa Jadi Penentu Takdir, Ada Kekuatan Sunyi yang Sering Diremehkan
Tidak hanya itu, sejumlah penyakit lain juga terdeteksi pada tubuh mumi Lady Dai. Ia diketahui menderita batu empedu, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta penyakit hati. Temuan ini memberi gambaran jelas tentang kondisi kesehatannya semasa hidup.
Hal yang lebih mengejutkan lagi, para ahli patologi menemukan 138 biji melon yang belum tercerna di dalam perut dan ususnya. Biji melon umumnya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk dicerna, para peneliti menyimpulkan bahwa buah tersebut kemungkinan besar merupakan makanan terakhirnya, yang dikonsumsi hanya beberapa menit sebelum serangan jantung terjadi.
Kondisi jasad Lady Dai yang hampir sempurna diyakini erat kaitannya dengan struktur makamnya yang sangat rumit dan kedap udara.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Kambing Putih Menurut Islam, Benarkah Pertanda Rezeki?
Makam tersebut terletak sekitar 12 meter di bawah tanah. Lady Dai ditempatkan di dalam empat lapis peti mati pinus, satu di dalam yang lain, menyerupai boneka Matryoshka.
Tubuhnya dibungkus dengan sekitar 20 lapis kain sutra dan direndam dalam cairan misterius sebanyak sekitar 80 liter. Setelah diteliti, cairan tersebut diketahui bersifat sedikit asam dan mengandung magnesium, yang kemungkinan berperan dalam proses pengawetan.
Lantai makam dilapisi tanah tebal menyerupai pasta, sementara seluruh ruang diisi dengan arang penyerap kelembapan dan disegel rapat menggunakan tanah liat. Lapisan tambahan tanah liat setebal hampir satu meter diletakkan di bagian atas, mencegah masuknya air, oksigen, dan bakteri penyebab pembusukan.
Baca juga: Kok Bisa 5 Mata Air Hutan Sigogor Menentukan Hidup Ribuan Orang di Madiun?
Lady Dai sendiri merupakan istri dari pejabat tinggi Dinasti Han, Li Cang, Marquis dari Dai. Ia meninggal pada usia sekitar 50 tahun, diduga akibat gaya hidup berlebihan.
Pola makan mewah, kurang olahraga, dan obesitas seumur hidup diyakini menjadi faktor utama yang memicu serangan jantung yang merenggut nyawanya.
Meski hidupnya berakhir tragis, jasad Lady Dai justru menjadi salah satu temuan arkeologi paling penting sepanjang sejarah. Hingga kini, mumi Lady Dai disimpan di Museum Provinsi Hunan dan terus menjadi objek penelitian utama dalam studi pengawetan jasad manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Allthatsinteresting.com