INDOZONE.ID - Nama Aileen Wuornos menjadi salah satu kasus kriminal paling kontroversial dalam sejarah Amerika Serikat.
Aileen dikenal sebagai pembunuh berantai perempuan yang menewaskan tujuh pria di Florida pada akhir 1980 an hingga awal 1990 an.
Namun, di balik label kejam tersebut, kehidupan Aileen dipenuhi trauma, kekerasan, dan konflik yang masih memicu perdebatan hingga kini. Apakah ia merupakan seorang pembunuh berdarah dingin atau korban kekerasan yang membela diri?
Baca juga: 5 Arti Mimpi Menangis dalam Tidur Menurut Islam, Pertanda Apa Ya?
Aileen Wuornos lahir pada tahun 1956 di pinggiran Detroit dari orang tua yang masih sangat muda. Ayahnya, Leo Pittman, tidak pernah hadir dalam hidupnya dan kemudian dipenjara seumur hidup karena kasus penculikan serta pemerkosaan anak. Ibunya pun meninggalkan Aileen dan kakaknya, Keith, untuk diasuh oleh kakek-nenek mereka.
Sejak kecil, Aileen mengaku mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual dari kakeknya. Trauma masa kecil ini yang akhirnya membentuk kehidupannya di kemudian hari.
Baca juga: Ilmuwan MIT Nuno Loureiro Ditembak di Rumahnya, Siapa Pelakunya?
Pada usia 15 tahun, Aileen melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diserahkan untuk diadopsi. Tidak lama setelah itu, Aileen putus sekolah dan mulai hidup berpindah-pindah, hingga akhirnya terjun ke dunia prostitusi.
Sebelum kasus pembunuhan terjadi, Aileen sudah beberapa kali berurusan dengan hukum. Ia pernah ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk, penyerangan, pencurian mobil, hingga perampokan bersenjata.
Selain itu, Aileen juga mengalami gangguan kesehatan mental dan dilaporkan pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak enam kali diantara usia 14 hingga 22 tahun.
Baca juga: Menyingkap Rahasia Tahun Baru Bangsa Mesir: Dari Sungai Nil hingga Ritual Dewa
Kehidupan di jalanan Florida membuatnya bergantung pada pekerjaan sebagai pekerja prostitusi, terutama di sepanjang jalan raya. Dari sinilah rangkaian pembunuhan itu dimulai.
Pembunuhan pertama Aileen diketahui terjadi pada November 1989. Korbannya adalah Richard Mallory, pria berusia 51 tahun yang menjemput Aileen.
Aileen mengaku membunuh Mallory karena dilecehkan dan disiksa yang membuatnya melepas tembakan beberapa kali hingga tewas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People.com