Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 18:00 WIB

Ilmuwan China Temukan Bayi Dinosaurus Berlapis Baja Pertama di Dunia

Author

Fosil Liaoningosaurus paradoxus yang Ditemukan di China (Natural History Museum)

INDOZONE.ID - Selama lebih dari dua dekade, para ilmuwan dibuat bingung oleh penemuan fosil dinosaurus berukuran sangat kecil di China.

Dikutip dari lama Natural History Meseum, fosil-fosil tersebut awalnya diduga milik dinosaurus lapis baja berukuran mini. Namun, penelitian terbaru akhirnya mengungkap fakta mengejutkan. Fosil itu ternyata merupakan bayi dinosaurus ankylosaurus yang baru menetas.

Penemuan ini menjadikan fosil tersebut sebagai anak dinosaurus lapis baja termuda yang pernah ditemukan dan membuka wawasan baru tentang bagaimana dinosaurus jenis ini tumbuh dan berkembang.

Baca juga: 5 Zodiak Cowok yang Cepat Move On dari Mantan, Kamu Termasuk?

Bukan Dinosaurus Mini, Melainkan Bayi

Fosil tersebut berasal dari spesies bernama Liaoningosaurus paradoxus, yang pertama kali dideskripsikan pada 2001. Sejak saat itu, sejumlah fosil serupa terus ditemukan di Provinsi Liaoning, China. Yang membuat para ilmuwan heran, semua fosil Liaoningosaurus memiliki ukuran sangat kecil, tidak lebih dari 40 sentimeter.

Ukuran ini jauh berbeda dari ankylosaurus dewasa yang biasanya bisa tumbuh hingga lebih dari tiga meter. Karena tidak pernah ditemukan versi dewasa dari spesies ini, muncul berbagai teori, mulai dari dinosaurus kerdil hingga dinosaurus semi-akuatik.

Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Vertebrate Paleontology membantah semua dugaan tersebut.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Kalajengking Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Baik?

Bukti dari Struktur Tulang

Untuk mengetahui usia fosil-fosil tersebut, para peneliti memeriksa struktur mikro tulang Liaoningosaurus.

Tulang dinosaurus memiliki garis pertumbuhan yang mirip dengan lingkaran tahun pada batang pohon, yang bisa menunjukkan usia dan kecepatan pertumbuhan hewan tersebut.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dua fosil yang diteliti, satu berukuran paling besar dan satu paling kecil, tidak menunjukkan adanya garis pertumbuhan sama sekali. Hal ini menandakan bahwa keduanya berusia kurang dari satu tahun.

Baca juga: Fenomena Joki Penjara di China: Orang Kaya Jahat Bisa Sewa Orang Miskin Menggantikannya Masuk Penjara

Bahkan, fosil terkecil memperlihatkan adanya “hatching line”, yaitu tanda khusus pada tulang yang muncul saat dinosaurus baru menetas dari telur. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Liaoningosaurus tersebut adalah bayi dinosaurus yang sangat muda.

Bayi Dinosaurus Sudah Punya Pelindung

Temuan ini juga mengubah pemahaman ilmuwan tentang perkembangan ankylosaurus. Selama ini, banyak ahli beranggapan bahwa dinosaurus lapis baja belum memiliki pelindung tubuh saat lahir, dan baru mengembangkannya seiring bertambah usia.

Namun, fosil Liaoningosaurus menunjukkan bahwa lapisan pelindung sudah mulai terbentuk sejak dini, bahkan saat dinosaurus tersebut masih bayi. Ini menjadi bukti penting bahwa sistem pertahanan khas ankylosaurus berkembang lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Tahun Baru Tanpa 31 Desember: Tradisi Inlands Nieuwjaar di Batavia Tempo Dulu

Jendela Langka ke Masa Awal Kehidupan Dinosaurus

Semua fosil Liaoningosaurus ditemukan di wilayah yang sama dengan berbagai fosil terkenal lainnya dari Periode Kapur, termasuk dinosaurus berbulu. Lingkungan dan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut membantu mengawetkan fosil dengan sangat baik, memberikan gambaran detail tentang kehidupan jutaan tahun lalu.

Baca juga: Bersiul di Malam Hari Bisa Mengundang Makhluk Halus, Mitos atau Fakta?

Meski hingga kini belum ditemukan fosil Liaoningosaurus dewasa, para ilmuwan menilai spesies ini sebagai kunci penting untuk memahami masa awal kehidupan dinosaurus lapis baja.

Penemuan bayi ankylosaurus ini bukan hanya memecahkan misteri lama, tetapi juga menjadi salah satu temuan paling berharga dalam studi evolusi dinosaurus berlapis baja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Natural History Meseum

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU