INDOZONE.ID - Pada tahun 2025, para astronom dunia mengonfirmasi bahwa ada objek antarbintang 31/ATLAS mendekati bumi dengan cepat.
Hal ini memicu ketertarikan dari komunitas ilmiah, pengamat, dan masyarakat umum. Karena jalur lintasnya yang gak biasa, ciri-ciri unik, dan waktu kemunculannya buat banyak pihak spekulasi, ada keterkaitan dengan nubuat kuno Nostradamus dan ramalan sejarah.
Namun, para ilmuwan negesin bahwa 31/ATLAS gak nimbulin ancaman langsung buat bumi. Fenomena ini juga menyorot rasa ingin tahu manusia ke sebuah fenomena kosmik, asal-usul alam semesta, dan gimana teks-teks kuno yang bisa mengikat imajinasi.
Baca juga: Weton Legi dan Takdir yang Tak Biasa: Hidup Penuh Kejutan dan Misteri
Penemuan dan Keunikan 31/ATLAS
31/ATLAS ditemuin pada 1 Juni 2025 oleh tim Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS). Objek ini adalah objek antarbintang ketiga yang dikonfirmasi, setelah ‘Oumuamua di tahun 2017 dan 21/Borisov di tahun 2019.
Beda dari komet dan asteroid lain yang orbit dengan Matahari, 31/ATLAS ini berasal dari tata surya. NASA menyebut bahwa titik terdekatnya ke Matahari terjadi di 29 Oktober 2025.
Sementara itu, jarak ke Bumi yaitu 1,8 satuan astronomi (sekitar 168 juta mil) di pertengahan Desember 2025.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Berada di Kuburan Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Baik?
Para astronom juga nemuin beberapa ciri yang gak biasa dari 31/ATLAS. Fluktuasi cahaya dan strukturnya nunjukin kalau bintang ini punya komposisi kompleks dan unik.
Astrofisikawan Harvard, Avi Loeb menyebut bahwa karakteristik objek ini cocok diteliti lebih dalam, bahkan bisa saja munculin pertanyaan apakah asalnya alami atau buatan.
Badan Antariksa Eropa (ESA) mencatat, 31/ATLAS bakal nampilin "anti-tail", efek visual langka dimana cahaya Matahari dipantulkan ke arah berlawanan ekor komet. Walaupun fenomena ini gak umum, ilmuwan menyebut bahwa ini gak berbahaya bagi bumi.
Baca juga: 5 Fakta Sejarah Hari Sumpah Pemuda yang Belum Banyak Diketahui
Ramalan Nostradamus dan Kaitannya dengan 31/ATLAS
Berdasarkan laporan USA Herald, beberapa sejarawan dan pencinta ramalan menyebut bahwa kuatrin (bait empat baris) Nostradamus berkaitan dengan peristiwa 31/ATLAS. Kuatrin tersebut berbunyi:
“Dari angkasa, bola api akan muncul, pembawa takdir, dunia pun memohon. Sains dan nasib menari di jagat raya, takdir Bumi, kesempatan kedua”
Interpretasi dari tulisan Nostradamus ini sangat beragam, karena gaya bahasa dikenal samar dan metaforis. Hal ini membuat banyak tafsir yang berbeda-beda.
Walaupun demikian, bait ini memicu imajinasi publik karena mengaitkan dengan ramalan kuno dengan fenomena astronomi modern.
Baca juga: 5 Zodiak Cewek dengan Aura Paling Dominan dan Memikat, Termasuk Kamu?
Sejarah, Spekulasi, dan Pandangan Ilmiah 31/ATLAS
Kuatrain Nostradamus gak cuma tentang peristiwa kosmik, tapi juga menggambarkan akhir perang panjang dan kembalinya wabah penyakit.
Ada juga bait yang berhubungan sama pemimpin misterius yang membentuk kerajaan tanah air. Sebagian penggemar ini menghubungkannya dengan fenomena laut atau penampakan adanya UFO.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Jadi Hantu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa Ya?
Walaupun tafsir ini spekulatif, ketertarikan terhadap ramalan, misteri, dan kejadian kosmik ini tetap eksis, apalagi setelah adanya objek 31/ATLAS.
Para ilmuwan menyebut bahwa pentingnya objek antarbintang, karena penelitiannya bisa meningkatkan pemahaman tentang planet, materi kosmik, dan struktur alam yang lebih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.com