Penguin kaisar di Antartika (sumber: infobae)
INDOZONE.ID - Penelitian terbaru dari data satelit selama 15 tahun memperlihatkan penurunan tajam populasi penguin kaisar di Antartika. Dengan penurunan sebesar 22% di sejumlah koloni, kondisi ini jauh lebih parah dibandingkan analisis sebelumnya yang menyatakan penurunan hanya 9,5%.
Hal ini mengubah peta konservasi dan memerlukan tindakan segera terhadap pemanasan global serta aktivitas manusia di samudra.
Studi oleh BAS dalam Communications Earth & Environment, yang diterbitkan pada 10 Juni, menyatakan bahwa penurunan populasi "mungkin 50 persen lebih buruk" dari estimasi terdahulu.
Dr. Peter Fretwell menegaskan, data satelit (2009–2024) menunjukkan penurunan signifikan yang mengerucut di wilayah Semenanjung Antartika, Laut Weddell, serta Laut Bellingshausen. Meskipun data ini hanya mencakup sepertiga dari populasi global, para ilmuwan meyakini tren ini mencerminkan kondisi benua secara umum.
Baca Juga: Fenomena Kutub dan Perubahan Iklim Ekstrem: Ancaman Nyata Bagi Dunia?
Teknologi satelit menjadi alat pemantauan yang andal dalam mengukur populasi di area terpencil, meski tidak menghitung satu per satu individu. Dr. Fretwell memperingatkan, “Hitungan baru ini belum tentu mewakili seluruh benua,” namun jika indikasi ini benar, skala ancamannya sangat serius.
Faktor Pemicu Penurunan
1. Pemanasan Global
Pemanasan menyebabkan es laut menjadi tipis dan rapuh. Saat es runtuh lebih cepat, anak-anak penguin terperangkap dan gagal bertahan hidup di lautan.
“Satu-satunya cara populasi akan meningkat adalah dengan menstabilkan emisi gas rumah kaca.” Dr. Phil Trathan
2. Tekanan Predator dan Iklim Ekstrem
Curah hujan meningkat dan predator baru berkeliaran di wilayah yang sebelumnya aman, memperburuk kondisi koloni.
3. Krisis Krill
Penangkapan ikan industri secara besar-besaran telah menguras sumber pangan utama penguin. Data 2024 menunjukkan sekitar setengah juta ton krill dipanen.
“Mereka memanen krill dari mulut paus.” Enric Sala, peneliti dari National Geographic
Perbedaan pandangan politik antarnegara menjadi hambatan besar dalam menerapkan pengaturan ketat atas aktivitas tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Infobae.com