Ilustrasi rotasi bumi (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah dengar soal inti Bumi yang muter terus? Iya, bagian terdalam Bumi yang isinya besi padat itu ternyata nggak diam di tempat, tapi bisa muter dengan kecepatan sendiri.
Nah, belakangan ada penelitian yang bilang kalau rotasi inti Bumi bisa berubah arah. Terus, ada juga yang percaya kalau ini bisa ngaruh ke gravitasi. Tapi beneran begitu atau cuma mitos aja?
Jadi gini, inti dalam Bumi itu pertama kali ditemukan sama ilmuwan Inge Lehmann tahun 1936. Isinya besi padat yang dikelilingi inti luar berbentuk cair.
Baca Juga: Bumi Super di Ujung Galaksi: Planet Mirip Bumi yang Disebut Berpotensi Menampung Kehidupan
Karena terpisah dari lapisan lainnya, inti dalam ini bisa muter sendiri, kadang lebih cepat, kadang lebih lambat. Bahkan ada penelitian yang bilang kalau dia bisa ganti arah setiap 70 tahun sekali.
Terus, hubungannya sama gravitasi gimana? Nah, gravitasi itu dasarnya bergantung sama massa dan distribusi massa. Selama massa Bumi nggak berubah drastis, gravitasi juga bakal tetap stabil.
Meskipun rotasi inti berubah, efeknya ke gravitasi kecil banget, bahkan hampir nggak terasa. Yang ada, perubahannya lebih ke panjang hari di Bumi, tapi cuma beda milidetik doang.
Baca Juga: Asteroid Tabrak Bumi di 2032, China Mulai Rekrut ‘Pasukan Pertahanan Planet’ demi Keamanan Bumi
Ada yang mikir kalau perubahan rotasi inti bisa bikin gravitasi kacau atau keseimbangan Bumi terganggu. Padahal, kalau lihat penelitian yang ada, efeknya kecil banget dan nggak bakal berpengaruh ke kehidupan kita sehari-hari.
Jadi, kalau ada yang bilang gravitasi bisa berubah gara-gara inti Bumi muter beda arah, bisa dibilang itu lebih ke mitos daripada fakta.
Sampai sekarang, ilmu soal inti Bumi masih terus berkembang. Bisa aja nanti ada temuan baru yang makin bikin kita paham soal ini.
Tapi buat sekarang, satu hal yang pasti, inti Bumi boleh muter sesuka hati, tapi gravitasi tetap setia kayak biasanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ncse