Adegan dari dokumenter yang mempertanyakan awal kehidupan
INDOZONE.ID - Kehidupan manusia di zaman dahulu selalu menjadi teka-teki misterius yang dinikmati hingga saat ini. Seperti apakah leluhur manusia? Apakah benar berasal dari monyet atau berasal dari Adam seperti yang dipercaya oleh agama-agama Abrahamik?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Netflix merilis film dokumenter terbaru yang berjudul Unknown: Cave of Bones.
Dokumenter ini menyoroti perjalanan pada paleoantropolog terkenal, Lee Berger, dan timnya saat mereka menemukan kuburan tertua di dunia. Namun, sisa tulang-belulang di makam prasejarah ini bukan milik manusia!
Tulang ini diperkirakan berasal dari makhluk misterius yang "berotak kecil, mirip kera yang mungkin melakukan ritual pemakaman yang kompleks".
Seperti apa teorinya? Simak berikut ini
Adegan dari dokumenter yang mempertanyakan awal kehidupan
Paleoantropolog Lee Berger menemukan sesuatu yang bisa mengubah sejarah, yaitu kuburan tertua di dunia dan bukan milik manusia.
Baca Juga: Dicuri Selama 20 Tahun, Buku Catatan 'Pohon Kehidupan' Charles Darwin Akhirnya Kembali
Jika Lee dan timnya dapat membuktikan bahwa makhluk purba yang berotak kecil dan mirip kera ini melakukan ritual pemakaman yang kompleks - itu akan mengubah segalanya yang kita ketahui tentang evolusi hominid dan asal mula kepercayaan-kepercayaan mayoritas.
Dengan alur cerita yang memikat, setiap episode dari dokumenter Unknown: Cave of Bones akan membuatmu menyelami petualangan luar biasa, mengeksplorasi misteri tersembunyi dari era kuno, dan banyak lagi.
Ada empat bagian dari dokumenter ini yang menyuguhkan petualangan dan eksplorasi di wilayah-wilayah luar biasa menakjubkan yang belum terpetakan.
Setiap episodenya membuat kita mempertanyakan pengetahuan yang kita miliki selama ini, menjelajahi kawasan yang belum terjamah, dan mengungkap rahasia dunia kita lewat cerita orang-orang dan tempat-tempat hebat yang belum pernah terekam oleh kamera.
Mulai dari menggali makam tertua di dunia hingga pengalaman mendebarkan melihat penggunaan kecerdasan buatan dalam perang.
Adegan dari dokumenter yang mempertanyakan awal kehidupan
Ini adalah frasa yang diucapkan oleh antropolog Agustín Fuentes dan diulang berkali-kali dalam dokumenter ini. Penyuka sejarah, masa lalu, dan konspirasi mungkin akan menyukai dokumenter ini.
Baca Juga: 5 Kasus Mutilasi Paling Kejam di Indonesia, Ada yang Dibuat Film Dokumenter
Gimana nggak? Dokumenter ini mengatakan bahwa nenek moyang manusia kuno, homo naledi yang mungkin telah ada sejak 335.000 tahun yang lalu, menguburkan mayat mereka secara ritual. Belum pernah ada klaim seperti ini sebelumnya untuk spesies kuno. Selama ini kita mengetahui otak yang belum berkembang membuat nenek moyang manusia tidak kepikiran hal sekompleks ritual pemakaman.
Ritualnya dimulai dari membawa api ke dalam gua yang gelap gulita, mendaki lereng curam, dan merayap melalui lubang-lubang dalam untuk sampai ke tempat tertentu, di mana mereka melakukan ritual pemakaman.
Homo Sapiens dianggap sebagai yang pertama menunjukkan perilaku seperti itu, 80.000 tahun yang lalu.
Adegan dari dokumenter yang mempertanyakan awal kehidupan
Sayangnya, penjelasan dari dokumenter ini kurang memuaskan. Yang ditonjolkan lebih ke arah hiburan daripada hipotesis ilmiah. Yap, pada akhirnya dokumenter ini malah menjadi spekulatif dan asumtif.
Baca Juga: Teori Lengkap DB Cooper, Pria yang Menghilang di Angkasa Usai Membajak Pesawat
Para peneliti lebih bersemangat dalam mengajukan teori dan spekulasi, ketimbang melakukan penjelasan mendalam yang ilmiah. Tidak ada upaya tambahan untuk mencari opsi lain mengenai keberadaan tulang di makam prasejarah itu, selain memaksakan teori homo naledi memiliki pemikiran kompleks pada 335.000 tahun yang lalu.
Cerita dan teori awalnya memang menarik banget. Tapi, penjelasan ilmiah di baliknya masih mengecewakan. Rasanya malah menyaksikan hiburan konspirasi ketimbang dokumenter ilmiah.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Netflix, Z Creators