Ilmuwan Ungkap Misteri Mumi 2.300 Tahun Lewat Teknologi CT Scan Tercanggih (SciTechDaily)
INDOZONE.ID - Penelitian terbaru membuka kembali sejarah Mesir kuno melalui pemanfaatan teknologi medis modern.
Para ilmuwan kini dapat melihat kondisi mumi berusia lebih dari 2.300 tahun dengan detail yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
Melansir laman SciTechDaily, Sabtu (24/05/2026) penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknologi CT scan generasi terbaru yang mampu menghasilkan gambar resolusi sangat tinggi tanpa merusak kondisi mumi.
Studi ini dilakukan di Pusat Pencitraan Medis Universitas Semmelweis dengan memanfaatkan CT scan berteknologi detektor penghitung foton.
Teknologi ini memungkinkan para peneliti untuk menembus lapisan kompleks pada mumi dan menghasilkan visualisasi struktur internal secara lebih jelas.
Baca juga: La Doncella, Mumi Berusia Lebih 500 Tahun untuk Ritual Pengorbanan di Pegunungan Andes
Menurut para peneliti, tujuan utama pemindaian ini adalah untuk memahami struktur tubuh, kondisi kesehatan, serta teknik pengawetan yang digunakan pada masa Mesir kuno.
Sisa-sisa mumi yang diteliti berasal dari koleksi Museum Sejarah Kedokteran Semmelweis di Hungaria, yang telah menjadi bagian dari penelitian sejak lama. Akan tetapi, analisis belum pernah dilakukan sedetail ini sebelumnya.
Berdasarkan hasil radiokarbon, sebagian sisa mumi diperkirakan berasal dari periode antara 401 hingga 259 SM. Artinya, usia artefak tersebut telah melampaui 2.300 tahun.
Temuan ini memperkuat nilai sejarah dari koleksi tersebut dan memberikan gambaran baru mengenai kehidupan masyarakat Mesir kuno.
Hasil CT scan terbaru juga memberikan wawasan medis yang sebelumnya tidak terdeteksi. Salah satu temuan menunjukkan kemungkinan adanya osteoporosis pada salah satu individu, meski masih diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
Selain itu, ditemukan pula sisa tulang kaki yang diduga berasal dari seorang anak muda meski usia pastinya masih dalam tahap penelitian.
Dalam kasus lain, artefak yang sebelumnya dikira sebagai kepala manusia atau mumi burung, ternyata setelah dianalisis ulang justru merupakan bagian kaki dari individu dewasa. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi baru mampu mengoreksi interpretasi lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SciTechDaily