Ilustrasi Nyamuk Anopheles (cdc.gov)
INDOZONE.ID - Nyamuk Anopheles merupakan salah satu spesies nyamuk yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia karena menjadi vektor utama penyakit malaria.
Menurut World Health Organization (WHO), malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit Plasmodium .
Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global dengan jutaan kasus setiap tahunnya, terutama di wilayah tropis.
Secara ilmiah, Anopheles memiliki ciri khas saat menggigit, yaitu posisi tubuhnya miring atau menungging (sekitar 45 derajat) terhadap permukaan kulit manusia. Hal ini membedakannya dari Aedes aegypti yang biasanya sejajar dengan permukaan kulit saat menghisap darah.
Baca juga: Bedanya Nyamuk Jantan dan Betina: Siapa Sebenarnya yang Suka Gigit?
Perbedaan ini juga dijelaskan dalam studi di jurnal Parasites & Vectors, yang menunjukkan bahwa perilaku makan nyamuk dipengaruhi oleh struktur tubuh dan adaptasi evolusioner masing-masing spesies .
Sementara itu, Aedes aegypti lebih dikenal sebagai penyebar demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan Zika.
Ilustrasi nyamuk anopheles dan aedes aegepty (Istimewa)
Nyawa Anopheles bersifat nokturnal (aktif malam hari). Studi dari CDC menjelaskan bahwa aktivitas menggigit paling tinggi terjadi pada malam hari hingga dini hari, sekitar pukul 18.00–05.00 .
Sebaliknya, Aedes aegypti lebih aktif pada siang hari, terutama pagi dan sore. Perbedaan waktu aktivitas ini sangat penting dalam strategi pencegahan, seperti penggunaan kelambu atau repelan.
Menurut penelitian di jurnal Malaria Journal dan Parasites & Vectors, Anopheles berkembang biak di air bersih yang tergenang di alam terbuka, seperti rawa, sawah, parit, atau genangan air yang bersentuhan dengan tanah .
Larva Anopheles hidup di permukaan air tanpa tabung pernapasan (siphon), sehingga mereka sering ditemukan sejajar dengan permukaan air.
Baca juga: Pernah Jadi Misteri, Hasil DNA Terungkap Raja Tutankhamun Mengidap Malaria
Berbeda dengan itu, Aedes aegypti justru berkembang biak di wadah buatan manusia seperti bak mandi, ban bekas, dan penampungan air rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WHO