INDOZONE.ID - Awan Noctilucent adalah awan tipis yang tampak bercahaya di langit malam. Biasanya pada malam hari langit akan terlihat gelap, namun berbeda dengan fenomena ini yang justru menghadirkan kilau berwarna biru atau keperakan di atas cakrawala.
Awan Noctilucent merupakan jenis awan langka yang terbentuk sangat tinggi di atmosfer Bumi. Berdasarkan laman Space, Sabtu (18/04/2026) awan ini berada di lapisan mesosfer, tepatnya pada ketinggian sekitar 76 hingga 85 kilometer di atas permukaan Bumi, menjadikannya sebagai awan tertinggi yang pernah diamati.
Istilah “noctilucent” sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu nocto yang berarti malam dan lucent yang berarti bersinar.
Sesuai namanya, awan ini terlihat bercahaya di malam hari karena memantulkan cahaya Matahari dari bawah cakrawala.
Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Awan di Langit: Dari yang Cantik Sampai Pembawa Hujan Deras
Awan Noctilucent memiliki tampilan yang sangat khas, yaitu berbentuk tipis seperti serat atau garis halus dengan warna biru pucat hingga keperakan.
Mengutip Royal Museums Greenwich, awan ini biasanya terlihat pada larut malam atau dini hari, saat Matahari sudah berada di bawah cakrawala tetapi masih mampu menyinari bagian atas atmosfer.
Fenomena ini umumnya muncul pada musim panas di wilayah lintang tinggi, yakni sekitar 45 hingga 80 derajat dari garis khatulistiwa.
Di Belahan Bumi Utara, awan ini sering terlihat antara akhir Mei hingga awal Agustus, sedangkan di Belahan Bumi Selatan kemunculannya lebih jarang.
Baca juga: Penerjun Payung Merasakan Sesuatu yang Unik Saat Masuk ke Dalam Awan
Awan Noctilucent terbentuk dalam kondisi yang sangat spesifik. Berdasarkan sumber dari Space, pembentukan awan ini membutuhkan uap air, partikel debu, dan suhu yang sangat rendah di mesosfer.
Saat musim panas, suhu di mesosfer terutama di wilayah kutub menjadi sangat dingin. Dalam kondisi ini, uap air membeku di sekitar partikel debu yang berasal dari mikrometeorit, letusan gunung berapi, atau polusi. Proses ini menghasilkan kristal es yang sangat kecil.
Ketika Matahari berada di bawah cakrawala, sinarnya tetap mencapai awan tersebut dari bawah. Kristal es ini kemudian memantulkan cahaya sehingga tampak bercahaya di langit malam.
Mengutip laman Royal Museums Greenwich, pantulan inilah yang membuat awan terlihat berkilau dan mencolok meskipun langit di bawahnya gelap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space, Royal Museums Greenwich