INDOZONE.ID - Matahari terbentuk dari awan molekuler raksasa yang runtuh sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
Sebagai sumber energi yang terbatas, Matahari dipastikan akan mengalami fase kematian di masa depan.
Kapan peristiwa kosmik ini akan terjadi dan bagaimana nasib tata surya nantinya? Simak ulasan lengkap mengenai prediksi waktu dan proses kematian Matahari berikut ini.
Baca juga: Kenapa Matahari Kelihatan Tenggelam? Ternyata Penjelasan Ilmiahnya Simpel Banget Lho!
Menurut laman Arizona State University, bahan bakar matahari, yakni hidrogen, nantinya akan habis. Jika ini terjadi, matahari akan mati.
Meski begitu, kamu tak perlu khawatir. Kapan Matahari mati? Diperkirakan akan terjadi sekitar 5 miliar tahun.
Habisnya bahan bakar hidrogen akan memicu fase akhir bagi Matahari yang diperkirakan berlangsung selama 2-3 miliar tahun.
Perlu diketahui bahwa posisi Matahari sekarang berada pada masa keemasan atau fase paling stabil dalam seluruh lini masa evolusinya, sebuah kestabilan yang telah menopang sistem tata surya kita selama miliaran tahun.
Dilansir laman Space, sama halnya dengan bintang-bintang lain, Matahari terbentuk ketika awan gas (kebanyakan terdiri dari hidrogen dan helium) yang sangat besar tumbuh begitu besar sehingga hancur karena beratnya sendiri.
Tekanan yang luar biasa besar di pusat massa gas yang kolaps tersebut memicu peningkatan suhu hingga tingkat ekstrem.
Dalam kondisi panas yang masif ini, atom-atom hidrogen melepaskan elektronnya dan mulai berfusi membentuk helium.
Reaksi nuklir ini menghasilkan energi yang cukup kuat untuk mengimbangi tarikan gravitasi dan mencegah awan gas hancur ke dalam.
Keseimbangan dinamis antara tarikan gravitasi dan dorongan energi fusi inilah yang menggerakkan Matahari serta miliaran bintang lainnya di alam semesta. Namun, siklus ini dipastikan akan berakhir begitu bahan bakar utama Matahari habis.
Tanpa hidrogen yang tersisa untuk berfusi di inti, Matahari akan menciptakan lapisan fusi baru di sekitar inti heliumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space