Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 16:23 WIB

Mengenal Stephenson 2-18: Bintang Terbesar di Alam Semesta yang Bisa Menelan Matahari

Mengenal Stephenson 2-18: Bintang Terbesar di Alam Semesta yang Bisa Menelan MatahariIlustrasi Stephenson 2-18 (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Stephenson 2-18 merupakan bintang terbesar di alam semesta. Jika melihat Matahari kita yakin bahwa Matahari memiliki ukuran paling besar di tata surya. Diameternya hampir 1,4 juta kilometer.

Namun, keyakinan itu berubah ketika Stephenson 2-18 ditemukan. Stephenson 2-18 merupakan bintang hiper raksasa merah yang diperkirakan memiliki radius sekitar 2.150 kali Matahari.

Baca juga: Methuselah: Bintang Tertua di Alam Semesta dan Misteri Usianya

Stephenson 2-18: Sang Penguasa Baru Alam Semesta

Stephenson 2-18 adalah bintang hiper raksasa merah dengan radius sekitar 2.150 kali lipat Matahari. Bayangkan, jika bintang ini menggantikan posisi Matahari di pusat tata surya kita, ia tidak hanya akan menelan Merkurius dan Venus, tetapi juga melenyapkan Bumi hingga menenggelamkan orbit Jupiter.

Melansir dari laman Star Facts (24/02/2026), bintang besar lain seperti UY Scuti sebelumnya sering dinobatkan sebagai yang terbesar dengan radius 1.700 kali Matahari. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa Stephenson 2-18 jauh melampaui ukuran UY Scuti.

Baca juga: Bagaimana Bintang Menjadi Algoritma Bertahan Hidup Manusia Kuno?

Asal-usul Nama dan Penemuan Nama

Stephenson 2-18 diambil dari penemunya, Charles Bruce Stephenson. Bintang ini juga dikenal secara teknis sebagai RSGC2-18 atau Stephenson 2 DFK 1.

Akronim RSGC2 sendiri merujuk pada Red Supergiant Cluster 2. Sementara kode "DFK 1" berasal dari inisial Ben Davies, Don F. Figer, dan Rolf-Peter Kudritzki, tim yang mengidentifikasi kelompok inti 26 bintang super raksasa merah ini pada tahun 2007.

Terletak di konstelasi Scutum, bintang ini berada di wilayah langit yang dulunya bernama Scutum Sobiescianum (Perisai Sobieski). Nama tersebut diberikan oleh astronom Polandia, Johannes Hevelius, untuk menghormati kemenangan Raja John III Sobieski dalam Pertempuran Wina tahun 1684.

Baca juga: Fenomena 31/ATLAS, Objek Bintang Langka yang Memicu Spekulasi dan Ramalan Sejarah

Meskipun saat ini Stephenson 2-18 memegang gelar sebagai bintang terbesar, teknologi astronomi terus berkembang.

Tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, kita akan menemukan raksasa lain yang jauh lebih besar lagi. Namun untuk saat ini, Stephenson 2-18 tetap menjadi raja tak tertandingi di langit malam kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Star-facts.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Stephenson 2-18: Bintang Terbesar di Alam Semesta yang Bisa Menelan Matahari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!