Ilustrasi bintang. (photo/Dok. Wikipedia)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kalian bayangin kalau langit malam itu sebenarnya adalah server data raksasa bagi nenek moyang kita?
Kalau sekarang kita melihat rasi bintang hanya sebagai bahan konten estetik atau sekadar cek zodiak, bagi nenek moyang kita terkhususnya di Nusantara, bintang-bintang itu adalah algoritma yang digunakan untuk bertahan hidup.
Mungkin ketika mendengar hal ini di zaman sekarang dapat dianggap mistis atau klenik.
Padahal kalau kita bedah menggunakan data empiris, hal tersebut sebenarnya sebuah data penting pada zamannya.
Dengan memiliki nenek moyang seorang pelaut, kita dapat melihat pada riset milik Gene Ammarell yang membahas tentang Navigasi Bugis.
Baca juga: Mengenal Mercury Retrograde: Fenomena Langit yang Sering Disalahkan Saat Hidup Terasa Berantakan
Penelitia itu mengungkapkan bahwa pelaut kita di masa lalu merupakan ahli matematika yang sangat hebat.
Mereka tidak berlayar hanya menggunakan feeling.
Mereka menggunakan sebuah sistem yang disebut sebagai star path atau jalur bintang.
Langit yang sering kita lihat itu digunakan oleh mereka untuk menjadi titik kompas bintang yang sangat presisi.
Jadi, ketika seorang pelaut melihat rasi bintang tertentu di posisi sekian derajat dari cakrawala, ia sedang melakukan dan mengumpulkan perhitungan geometri bola yang menentukan garis lintang.
Baca juga: Mengenal Kamitetep: Serangga Kecil yang Sering Muncul di Rumah
Bergeser ke daratan, kita memiliki sistem yang bernama Pranata Mangsa.
Melihat dari buku yang dirilis oleh BRIN, sistem ini adalah bentuk nyata dari etnoastronomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber