Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 MARET 2026 • 14:29 WIB

Paus Biru Kerdil Jelajahi 2.000 Km dalam 9 Hari di Indonesia-Australia, Ini Datanya

Paus Biru Kerdil Jelajahi 2.000 Km dalam 9 Hari di Indonesia-Australia, Ini DatanyaPaus biru kerdil ditag drone di Laut Sawu, jelajahi 2.000 km dalam 9 hari. (Dok. Konservasi Indonesia.)

INDOZONE.ID - Seekor paus biru kerdil berhasil dipasangi tag satelit via drone di Laut Sawu pada 13 Oktober 2025, dan dalam sembilan hari pemantauan, paus itu menempuh lebih dari 2.000 kilometer.

Data ini jadi salah satu rekaman pergerakan megafauna laut paling konkret yang pernah dikumpulkan di perairan Indonesia timur.

Ekspedisi Spesies Laut Bermigrasi 2025 di Bentang Laut Sunda Kecil bukan riset biasa.

Tim peneliti dari lebih dari sepuluh institusi, termasuk James Cook University, Konservasi Indonesia, dan Universidade Nacional Timor Lorosa'e.

Mereka bergabung untuk memetakan jalur migrasi megafauna laut di salah satu koridor paling strategis di dunia.

Metode yang dipakai terbilang baru, yakni tag satelit jenis LIMPET dipasang menggunakan drone, bukan pendekatan manual yang lebih berisiko.

Tag ini punya dua anak panah sepanjang sekitar tujuh sentimeter yang menancap di bawah kulit paus saat ditembakkan.

"Namun ada tantangan terbesar dalam riset ini, yaitu presisi dan waktu. Hal itu dikarenakan area pemasangan pada tubuh paus hanya terekspos maksimal dua detik di atas permukaan air. Tag itu harus menancap di belakang blowhole dan di depan dorsal fin. Dengan waktu yang hanya sekejap itu, sudah pasti angin, gelombang, dan pergerakan paus akan sangat memengaruhi peluang keberhasilan," ujar Edy Setyawan, peneliti dari Elasmobranch Institute Indonesia dikutip dari Konservasi Indonesia.

Baca juga: Jadi Begini Cara Masyarakat Adat Jaga Laut Maluku hingga Habitat Dugong Terbesar Betah

Hanya Satu Tag yang Berhasil

Dari empat tag satelit yang direncanakan, hanya satu yang berhasil terpasang. Tapi satu itu sudah cukup untuk membuktikan banyak hal.

"Meski hanya satu dari empat tag satelit yang direncanakan berhasil terpasang, tetapi ini dapat membuktikan bahwa pemasangan tag satelit berbasis drone yang lebih less-invasif bisa dilakukan. Metode ini lebih minim risiko dibanding pendekatan konvensional," kata Iqbal Herwata, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, yang memimpin ekspedisi ini.

Paus Biru Kerdil Jelajahi 2.000 Km dalam 9 Hari di Indonesia-Australia, Ini DatanyaPaus biru kerdil ditag drone di Laut Sawu, jelajahi 2.000 km dalam 9 hari. (Dok. Konservasi Indonesia.)

Sinyal tag terakhir diterima pada 22 Oktober 2025, sembilan hari setelah pemasangan.

Dalam rentang itu, paus tercatat menempuh lebih dari 2.000 kilometer. Jarak tersebut setara dengan jarak Jakarta ke Darwin, Australia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Konservasi Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Paus Biru Kerdil Jelajahi 2.000 Km dalam 9 Hari di Indonesia-Australia, Ini Datanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!