ilustrasi Burung Gagak (Xtrafondos)
INDOZONE.ID - Apakah kamu pernah merasa seperti sedang diintai oleh seekor gagak dengan tatapan yang tajam? Artinya kamu sedang dalam bahaya!
Burung gagak dikenal mampu mengenali wajah manusia dan memiliki daya ingat bagaimana orang-orang itu memperlakukan mereka, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.
Lantas, bagaimana burung pintar ini bisa melakukan hal tersebut? Benarkah gagak ini benar-benar bisa menyimpan dendam kepada manusia? Simak penjelasannya berikut ini!
Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Burung Gagak Menurut Islam, Pertanda Buruk?
Studi terkemuka mengenai kemampuan gagak dalam mengenali wajah manusia dipublikasikan pada tahun 2010 dalam jurnal Animal Behavior oleh tim pimpinan Dr. John Marzluff dari Universitas Washington.
Riset ini bertujuan untuk membuktikan apakah gagak Amerika mampu mengidentifikasi serta mengingat sosok manusia tertentu dalam jangka waktu yang lama.
Berdasarkan data bertahun-tahun, tim peneliti menemukan bahwa reaksi burung gagak itu sangat stabil dari waktu ke waktu. Mereka hanya memarahi, mengerubuni, hingga menyerang topeng yang dinilai berbahaya secara agresif.
Namun, aspek yang paling mencengangkan bukan sekadar kemampuan gagak dalam mengenali wajah tiap orang. Hal yang jauh lebih menarik adalah mekanisme unik di dalam otak mereka yang memungkinkan kemampuan luar biasa itu terjadi.
Kerapatan neuron yang tinggi mengompensasi ukuran otak burung yang kecil. Hal ini terlihat jelas pada spesies seperti gagak, raven, dan magpie yang memiliki jumlah sel saraf sangat banyak di bagian otak depan dibandingkan hewan lainnya.
Tak hanya itu, gagak termasuk burung yang pandai bersosialisasi dan berumur panjang. Beberapa spesies hidup selama lebih dari 15 tahun di alam liar, dan di antara saling berpasangan.
Kemampuan untuk bekerja sama dan mengidentifikasi sosok yang tepercaya adalah kunci utama pertahanan hidup mereka. Dalam proses evolusi, kecakapan untuk melacak rekam jejak individu lain memberikan keunggulan besar dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Selama tugas pengenalan wajah, burung gagak terdata secara berbarengan mengaktifkan wilayah pemrosesan visual mereka dan bagian otak mereka yang terkait dengan emosi dan penilaian ancaman.
Dalam studi Marzluff, pemindaian PET menyoroti aktivasi yang kuat di bagian yang setara dengan amigdala ketika mereka melihat topeng berbahaya.
Hal ini menunjukkan bahwa bagi burung gagak, mengenali wajah manusia merupakan tugas memori visual sekaligus emosional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Science Direct, Forbes