Ilustrasi hujan. (sourabhkrishna806)
INDOZONE.ID - Hujan tidak hanya membawa kesegaran, tetapi juga identik dengan suasana dingin yang menyelimuti udara.
Namun, tahukah kamu bahwa fenomena ini dipicu oleh rangkaian proses ilmiah yang mempengaruhi suhu permukaan bumi? Mulai dari prinsip fisika dasar hingga perubahan kondisi atmosfer, semuanya bekerja sama menciptakan suhu rendah yang kita rasakan.
Mari kita bedah penyebab hujan terasa dingin melalui kacamata sains berikut ini!
Baca juga: Apa Itu Angin Monsun Asia? Fenomena yang Picu Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem
Salah satu alasan mengapa udara terasa lebih sejuk saat hujan adalah adanya proses penguapan atau evaporative cooling.
Begitu air hujan membasahi permukaan yang hangat, energi panas di permukaan tersebut diserap untuk mengubah air menjadi uap.
Hilangnya energi panas inilah yang menyebabkan suhu lingkungan merosot. Sensasi ini identik dengan perasaan dingin yang muncul ketika keringat di tubuh kita mulai mengering tertiup angin.
Saat hujan turun, langit biasanya diselimuti awan tebal yang memblokir sinar matahari. Sinar matahari adalah sumber utama panas di bumi.
Tanpa cahaya matahari yang cukup, suhu permukaan bumi cenderung turun.
Selain itu, awan juga memantulkan radiasi panas kembali ke luar angkasa, sehingga membuat udara di permukaan terasa lebih dingin. Kondisi ini semakin terasa saat hujan berlangsung dalam waktu lama.
Hujan bermula ketika uap air di atmosfer mengalami kondensasi hingga membentuk butiran air.
Fenomena ini sering kali melibatkan massa udara dingin dari lapisan atmosfer atas yang ikut terbawa turun bersama jatuhnya titik-titik hujan ke permukaan bumi.
Inilah faktor utama yang memicu penurunan suhu udara secara signifikan, baik saat hujan berlangsung maupun sesudahnya.
Baca juga: Mengenal Modifikasi Cuaca: Teknologi BMKG untuk Kendalikan Hujan dan Cegah Bencana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com