INDOZONE.ID - Banyak yang masih ragu ketika mendengar air hujan bisa diminum. Padahal, secara alami air hujan tergolong cukup aman dan bahkan menjadi sumber air utama bagi sebagian besar penduduk dunia.
Kandungan polusi, serbuk sari, jamur, hingga zat pencemar lainnya dalam air hujan umumnya rendah. Namun, dalam beberapa kondisi bisa lebih bersih dibandingkan air minum pada umumnya.
Meski begitu, bukan berarti air hujan bisa langsung diminum begitu saja. Melansir laman Thoughtco, Air yang jatuh dari atmosfer tetap berpotensi membawa bakteri dalam jumlah kecil, debu, serta partikel halus seperti sisa serangga. Karena itu, pengolahan sederhana tetap diperlukan agar air hujan benar-benar layak konsumsi.
Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Awan di Langit: Dari yang Cantik Sampai Pembawa Hujan Deras
Ada dua langkah utama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan air hujan sebelum diminum. Pertama adalah dengan merebus air. Proses ini efektif untuk membunuh bakteri dan patogen yang mungkin terbawa bersama air hujan. Setelah direbus, air sebaiknya didinginkan secara alami sebelum digunakan.
Langkah kedua adalah penyaringan. Air hujan dapat disaring menggunakan alat sederhana, seperti teko penyaring air rumah tangga. Proses ini membantu menghilangkan sisa debu, bahan kimia, serbuk sari, hingga mikroorganisme kecil yang tidak terlihat oleh mata.
Selain pengolahan, cara pengumpulan air hujan juga berperan penting. Idealnya, air hujan ditampung langsung dari langit menggunakan ember atau wadah bersih yang telah dicuci atau didesinfeksi.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Hujan Menurut Islam, Pertanda Rezeki atau Ujian?
Setelah ditampung, air sebaiknya dibiarkan selama sekitar satu jam agar partikel berat mengendap di dasar wadah. Untuk hasil yang lebih bersih, air juga bisa disaring kembali menggunakan saringan kopi.
Menyimpan air hujan di suhu dingin atau lemari es juga bisa menjadi pilihan tambahan. Suhu rendah dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang mungkin masih tersisa di dalam air.
Istilah “hujan asam” sering kali membuat orang khawatir. Padahal, sebagian besar air hujan memang secara alami bersifat sedikit asam, dengan tingkat pH berkisar antara 5,0 hingga 5,5. Keasaman ini terjadi akibat reaksi antara air dan karbon dioksida di udara, dan kondisi tersebut masih tergolong aman.
Sebagai perbandingan, kopi yang diseduh dengan air netral memiliki pH sekitar 5,4, sementara jus jeruk bahkan lebih asam dengan pH mendekati 4. Artinya, tingkat keasaman air hujan normal tidak berbahaya bagi tubuh.
Baca juga: Kenapa Bau Tanah Setelah Hujan Bikin Nostalgia? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Hujan yang benar-benar berbahaya untuk diminum biasanya hanya terjadi di kondisi ekstrem, seperti di sekitar gunung berapi aktif. Di luar situasi tersebut, hujan asam tidak menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com