INDOZONE.ID - Fenomena lubang besar yang terus melebar di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, ramai disebut sebagai sinkhole Aceh.
Namun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan, peristiwa itu bukanlah sinkhole, melainkan longsoran yang terjadi secara bertahap akibat kondisi geologi dan faktor cuaca ekstrem.
Lubang tersebut memang terlihat menganga dan makin dalam. Warga khawatir, apalagi ukurannya terus bertambah.
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, menepis anggapan bahwa kejadian ini adalah sinkhole.
“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” jelas Adrin dikutip dari laman BRIN, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Asteroid 7 Iris Hiasi Langit Ramadan 2026, Catat Waktu Terbaik Mengamatinya!
Secara geologi, wilayah tersebut tidak tersusun oleh batu gamping atau karst yang biasanya menjadi penyebab sinkhole.
Sebaliknya, tanah di sana terdiri dari endapan piroklastik aliran berupa material tufa, yakni hasil aktivitas Gunung Geurendong yang kini sudah tidak aktif.
Material ini masih tergolong muda secara geologis. Artinya, belum mengalami pemadatan sempurna dan cenderung rapuh.
Jika melihat citra satelit Google Earth sejak 2010, kawasan itu sebenarnya sudah memperlihatkan bentuk lembah kecil atau ngarai.
Seiring waktu, erosi dan longsoran terjadi terus-menerus. Lembah tersebut pun melebar dan memanjang, hingga akhirnya tampak seperti lubang besar yang kini viral.
Fenomena ini bukan muncul dalam semalam. Prosesnya bisa berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BRIN