Ilustrasi asteroid. (theverge.com)
INDOZONE.ID - Tak hanya dihiasi oleh bintang-bintang, langit malam di bulan Ramadan 2026 juga ditaburi asteroid.
Di tengah suasana bulan suci, langit akan menyuguhkan fenomena astronomi menarik melalui kehadiran asteroid 7 Iris.
Objek langit ini dijadwalkan mencapai fase oposisi, titik di mana posisinya berada tepat berseberangan dengan Matahari dari sudut pandang Bumi, pada awal Ramadan 2026.
Dalam konfigurasi ini, 7 Iris akan berada pada jarak terdekatnya, sehingga tampak jauh lebih cemerlang dibandingkan waktu lainnya.
Mengingat asteroid adalah objek yang umumnya sulit dideteksi secara visual, momen ini menjadi kesempatan langka bagi para pengamat langit.
Baca juga: Ilmuwan Indonesia Christoforus Bayu Risanto Dijadikan Nama Asteroid
Lantas, kapan waktu paling ideal untuk menyaksikannya? Mari simak fakta-faktanya berikut ini!
Terbentuk dari puing-puing purba berupa logam, batuan, dan karbon, asteroid adalah saksi bisu sejarah ruang angkasa yang masih mengembara.
Di sistem tata surya kita, populasi terbesarnya menghuni Sabuk Asteroid yang berlokasi di antara orbit Mars dan Jupiter.
Kawasan tersebut menjadi 'rumah' bagi asteroid 7 Iris, tempat ia menghabiskan waktu mengorbit Matahari berdampingan dengan jutaan batuan antariksa lainnya.
Mengutip dari TheSkyLive, asteroid 7 Iris pertama kali ditemukan pada 13 Agustus 1847 oleh John Russel. Objek ini mengorbit Matahari setiap 3,68 tahun sekali.
Dengan bentang diameter mencapai 200 kilometer, asteroid 7 Iris hadir dengan siluet yang tidak beraturan, mencatatkan namanya sebagai salah satu raksasa di kawasan Sabuk Asteroid.
Ukurannya yang masif menjadikannya salah satu objek paling menonjol di antara jutaan batuan ruang angkasa lainnya.
Momen langka munculnya asteroid 7 Iris dipicu oleh fase oposisi, sebuah kondisi di mana cahaya Matahari menyinari objek ini sepenuhnya dari sudut pandang Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Sky Live