INDOZONE.ID - Indonesia patut berbangga. Ilmuwan bernama Christoforus Bayu Risanto kini namanya diabadikan sebagai asteroid.
Penghargaan ini diberikan oleh Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN), lembaga yang berada di bawah naungan International Astronomical Union (IAU).
Baca juga: Asal Air di Bumi Bukan dari Asteroid? Studi Meteorit Ungkap Fakta Baru
Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya di bidang meteorologi dan ilmu atmosfer, asteroid tersebut resmi dinamai (752403) Bayurisanto = 2015 PZ114
Isi Modul dari WGSBN Bulletin Archive (wgsbn-iau.org)
Saat ini, Christoforus Bayu Risanto aktif sebagai peneliti di Vatican Observatory, salah satu pusat riset astronomi tertua di dunia.
Menariknya, pria kelahiran Bogor pada Januari 1981 ini bukan hanya ilmuwan, tetapi juga imam Katolik dari Serikat Yesus (Yesuit), memadukan hidup spiritual dan akademik dengan luar biasa.
Perjalanan Christoforus Bayu Risanto di dunia akademik dimulai sejak masa remajanya di St. Peter Canisius Minor Seminary, Magelang.
Christoforus Bayu Risanto kemudian bergabung dengan Serikat Yesus pada tahun 2000, melanjutkan studi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, dan menyelesaikan Master Teologi di Universitas Sanata Dharma.
Ketertarikannya pada dunia sains membawanya ke Amerika Serikat, di mana Christoforus Bayu Risanto meraih gelar Master dan Ph.D. di bidang Ilmu Atmosfer dan Remote Sensing dari Creighton University dan University of Arizona.
Baca juga: Asteroid Tabrak Bumi di 2032, China Mulai Rekrut ‘Pasukan Pertahanan Planet’ demi Keamanan Bumi
Selama studi ini, ia fokus pada prediksi cuaca numerik dan teknik data assimilation, khususnya untuk daerah dengan keterbatasan data observasi.
Penelitiannya menggabungkan data kelembaban dari GPS meteorology dan data stasiun cuaca tradisional untuk meningkatkan akurasi prakiraan hujan.
Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Bayu melanjutkan sebagai peneliti postdoctoral di University of Arizona sebelum akhirnya bergabung dengan Vatican Observatory pada Juli 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wgsbn-iau.org, Vaticanobservatory.va