Ilustrasi hewan menguap (Freepik)
INDOZONE.ID - Menguap adalah hal yang sangat umum bukan hanya pada manusia, tetapi juga pada banyak hewan vertebrata seperti anjing, kucing, ular, hiu, dan simpanse.
Menariknya, menguap bisa menular. Namun, tidak semua orang akan otomatis ikut menguap saat melihat orang lain menguap. Dikutip dari laman Thoughtco, sekitar 60–70% orang akan menguap ketika melihat orang lain menguap, baik secara langsung, melalui foto, atau bahkan membaca tentang menguap.
Fenomena ini juga terjadi pada hewan, meskipun mekanismenya tidak selalu sama dengan manusia. Para ilmuwan memiliki beberapa teori tentang mengapa menguap menular.
Baca juga: Menguap Lebar Bukan Cuma Pertanda Ngantuk, Tapi Ada Alasan Lain Loh
Salah satu teori paling populer adalah bahwa menguap menular berkaitan dengan empati. Menguap bisa menjadi bentuk komunikasi nonverbal, menandakan bahwa seseorang peka terhadap perasaan orang lain.
Mengantuk. (photo/Ilustrasi/Pexels/cottonbro)
Sebuah penelitian tahun 2010 di Universitas Connecticut menemukan bahwa anak-anak baru mulai tertular menguap sekitar usia empat tahun, saat kemampuan empati mereka mulai berkembang.
Anak-anak dengan autisme, yang sering mengalami kesulitan empati, cenderung lebih jarang menular menguap dibandingkan teman sebaya mereka. Penelitian pada orang dewasa juga menunjukkan hal serupa. Orang dengan tingkat empati yang lebih tinggi lebih mudah tertular menguap dibanding yang empatinya rendah.
Baca juga: Mitos atau Fakta Menguap Bisa Menular ke Orang Sekitar?
Meski kaitan antara empati dan menguap menular cukup kuat, faktor lain seperti usia juga berperan. Penelitian di Duke Center for Human Genome Variation menunjukkan bahwa orang yang lebih tua cenderung lebih jarang ikut menguap.
Dalam studi tersebut, 328 peserta menonton video orang menguap, dan 222 di antaranya ikut menguap setidaknya sekali. Hasil ini menunjukkan bahwa penularan menguap adalah sifat yang relatif stabil pada seseorang, dan meski usia memengaruhi kemungkinan tertular, perannya cukup kecil.
Baca juga: 6 Fakta Menguap yang Harus Kamu Ketahui
Mempelajari hewan memberi kita wawasan tambahan. Misalnya, penelitian di Universitas Kyoto menunjukkan bahwa simpanse dewasa bisa tertular menguap dari video simpanse lain, sementara simpanse muda tidak. Hasil ini mirip dengan manusia, di mana anak-anak belum memiliki kemampuan empati yang cukup untuk menular menguap.
Anjing juga bisa tertular menguap dari manusia. Dalam studi di Universitas London, 21 dari 29 anjing ikut menguap ketika melihat manusia menguap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thoughtco.com