Ilustrasi Kematian (Sumber : Freepik)
INDOZONE.ID - Apa yang sebenarnya dilihat seseorang ketika mengalami near-death experience (NDE) atau Pengalaman Mendekati Kematian? Cahaya terang, lorong gelap, sosok misterius, atau sensasi melayang keluar dari tubuh sering kali muncul dalam cerita NDE.
Namun, karena pengalaman ini sangat subjektif dan sulit dijelaskan dengan kata-kata, banyak orang kesulitan menggambarkannya secara akurat. Untuk memahami gambaran visual NDE dengan lebih jelas, para peneliti meminta peserta untuk menggambar pengalaman mereka.
Dalam studi yang belum melewati proses peer-review ini, 50 orang yang pernah mengalami NDE diminta menjawab serangkaian pertanyaan kemudian membuat sketsa adegan menggunakan pena biru.
Baca juga: Dunia Bawah Tanah: Misteri Hades ala Yunani dan Romawi
Fokus utama penelitian adalah memetakan “arsitektur ruang” dari pengalaman tersebut akan bagaimana bentuk, geometri, dan struktur ruang yang mereka lihat saat berada di ambang kematian.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dari kumpulan gambar dan penjelasan peserta, para peneliti menemukan empat pola spasial utama tempat NDE biasanya terjadi.
Ilustrasi Pengelihatan 4 Pola Spasial Setelah Kematian (Sumber : Freepik)
Geometri ini dianggap berkaitan langsung dengan kondisi otak saat mendekati kematian. Misalnya, bentuk A yang tampak seperti terowongan diperkirakan muncul akibat menurunnya suplai darah ke otak, menyebabkan hilangnya penglihatan periferal dan warna. Pengelihatan ini mirip pengalaman tunnel vision ketika kadar oksigen turun.
Sementara itu, bentuk B dan C tampaknya lebih mirip dengan gangguan penglihatan hemianopia, yaitu kondisi umum pada pasien stroke atau cedera kepala. Dalam kondisi ini, separuh bidang visual “menghilang”, menciptakan kesan ruang elips yang tidak lengkap.
Menariknya, banyak peserta menggambarkan NDE mereka seolah bergerak dari bentuk A menuju ke bentuk imersif C5 (atau sebaliknya), sehingga pola ini mungkin mencerminkan urutan kerusakan visual bertahap saat fungsi otak menurun.
Baca juga: Sungai Nil, Anugerah Alam yang Melahirkan Keajaiban Peradaban
Selain memetakan bentuk ruang, peneliti juga menanyakan di mana peserta menempatkan diri mereka di dalam adegan. Ketika NDE melibatkan pengalaman keluar dari tubuh, peserta biasanya menggambarkan diri mereka berada di luar tubuh fisik namun tetap dapat melihat tubuh itu dari kejauhan, seolah mereka masih “terikat” secara visual.
Namun, dalam fase NDE lainnya, peserta sama sekali tidak menggambar tubuh mereka atau lingkungan sekitar, menunjukkan bahwa pada titik tertentu mereka merasa tidak lagi memiliki posisi fisik dalam ruang. Dari 50 peserta, hanya 18 yang tidak mengalami sensasi melihat tubuhnya sendiri.
Temuan ini memberi gambaran baru bahwa pengalaman mendekati kematian bukan hanya sensasi emosional, tetapi juga memiliki pola visual dan geometri yang dapat dipetakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Iflscience.com