Ilustrasi Rontgen Gigi (Sumber: snopes.com)
INDOZONE.ID - Bayangkan kamu kehilangan gigi karena jatuh, atau karena terlalu banyak makan permen waktu kecil, lalu dokter bilang, “Tenang, nanti gigi barunya bisa tumbuh lagi kok.” Nah, beberapa tahun terakhir, internet ramai banget dengan klaim bahwa ilmuwan Jepang telah menemukan obat yang bisa membuat manusia menumbuhkan gigi baru. Ada yang bilang, “Wah, ini era baru, selamat tinggal gigi palsu!” Ada juga yang memposting rontgen mulut penuh gigi baru sambil bertanya-tanya, ini bener nggak sih?
Jawabannya: iya, obatnya memang ada tapi ceritanya nggak sesimpel itu.
Baca juga: Profil Wilhelm Conrad Röntgen: Fisikawan di Balik Penemuan Sinar-X
Awalnya, rumor muncul di Facebook, Reddit, sampai X. Banyak postingan mengklaim bahwa Jepang “berhasil membuat manusia punya set gigi ketiga.”
Postingan semakin viral ketika orang-orang mengunggah rontgen mulut penuh gigi. Masalahnya, sebagian rontgen itu sebenarnya milik orang dengan kondisi langka bernama hiperdontia bukan karena obat Jepang. Tapi ya, namanya juga internet, yang penting heboh dulu. Yang mengejutkan, ternyata rumor itu memang punya dasar ilmiah.
Ini bukan hoaks atau teori konspirasi. Peneliti Jepang benar-benar sedang mengembangkan obat yang bisa mengaktifkan kembali bibit gigi yang sebenarnya sudah ada di mulut manusia, tetapi “tidur” sejak lahir. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti Scientific Reports, Regenerative Therapy, dan Inflammation and Regeneration. Jadi, bukan hasil TikTok, bukan hasil AI, dan bukan pula drama medsos.
Salah satu penelitinya, Katsu Takahashi, telah meneliti topik ini selama bertahun-tahun. Ia bahkan ikut mendirikan perusahaan biotek bernama Toregem BioPharma, yang kini sedang melakukan uji klinis obat tersebut pada manusia. Masih dalam tahap uji klinis, sejauh ini hasilnya terlihat menjanjikan.
Penjelasan simpelnya begini: tubuh kita sebenarnya punya “cadangan” gigi tambahan, tapi tidak tumbuh karena ada protein penghambat bernama USAG-1. Nah, obat yang sedang dikembangkan ini berfungsi mematikan protein penghambat tersebut, sehingga bibit gigi yang tadinya “tidur” bisa aktif dan berkembang menjadi gigi sungguhan.
Fakta menariknya, obat ini pertama kali diuji pada tikus yang mengalami gangguan pertumbuhan gigi dan hasilnya, tikus-tikus itu benar-benar menumbuhkan gigi baru. Dari situ, para peneliti yakin konsep ini bisa diterapkan pada manusia.
Ini bagian yang sering dilewatkan oleh postingan viral. Obat ini tidak otomatis membuat gigi baru tumbuh pada semua orang.
Hingga kini, penelitian difokuskan pada kondisi tertentu, misalnya: orang yang sejak lahir kekurangan gigi (tooth agenesis), anak-anak yang bibit giginya belum berkembang normal, atau kasus-kasus yang memang memiliki “cadangan gigi” yang siap dipicu. Jadi, kalau kamu kehilangan gigi karena kecelakaan atau karena terlalu sering mencabut gigi saat kecil, belum tentu obat ini bisa langsung membuat gigi baru tumbuh. Masih banyak pertanyaan yang harus dijawab lewat uji klinis.
Baca juga: Fakta di Balik Penemuan Insulin: Selamatkan Jutaan Nyawa di Dunia!
Para peneliti optimistis obat ini bisa tersedia secara luas sekitar awal 2030an, asalkan semua tahap uji klinis berjalan lancar. Seperti obat regeneratif lainnya, kemungkinan besar dokter akan menentukan siapa yang bisa menggunakannya, dosis yang sesuai, serta kondisi seperti apa yang cocok.
Faktanya, Jepang benar-benar sedang mengembangkan obat penumbuh gigi. Obat tersebut sudah terbukti bekerja pada hewan dan kini sedang diuji pada manusia. Namun, obat ini belum bisa digunakan secara umum dan tidak membuat semua orang otomatis menumbuhkan gigi baru. Jadi, ini bukan hoaks, bukan tipu-tipu, tapi juga bukan keajaiban instan seperti yang digembar-gemborkan di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Snopes.com