Axolotl. (Photo/Ilustrasi/Unsplash)
INDOZONE.ID - Di dunia hewan, ada salah satu makhluk unik yang menakjubkan bernama Axolotl. Hewan ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menyembuhkan dan meregenerasi bagian tubuhnya yang hilang ataupun rusak.
Keistimewaan tersebut kerap membuat axolotl dijadikan objek penelitian dalam bidang biologi dan pengembangan medis. Penasaran bagaimana axolotl melakukan regenerasi tubuhnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Baca juga: Sentuhan Bulan Kuno yang Mengubah Wajah Planet Mars
Axolotl yang kehilangan bagian tubuh, seperti lengan, ekor, atau bagian lainnya, tubuhnya langsung membentuk lapisan kulit baru pada area luka yang biasa disebut dengan epidermis luka.
Kemudian, sel-sel di sekitar area luka berkembang menjadi sekelompok sel khusus yang disebut blastema.
Blastema ini memiliki karakteristik unik karena tersusun dari sel-sel pluripoten, yang berarti mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis jaringan seperti kulit, otot, saraf, dan tulang yang diperlukan untuk meregenerasi bagian tubuh yang hilang.
Baca juga: Moluska Laut Ajaib Ini Dapat Berubah Menjadi Pabrik Penyimpan Energi Matahari!
Sel-sel dalam blastema tidak hanya bersifat fleksibel, tetapi juga memiliki kemampuan untuk 'memahami' secara akurat struktur dan fungsi dari bagian tubuh axolotl yang perlu diregenerasi.
Hal ini memastikan bahwa bagian yang mengalami pertumbuhan kembali adalah salinan tepat dari bagian aslinya, baik dari aspek bentuk maupun fungsi.
Proses ini melibatkan pembelahan sel yang pesat serta pengorganisasian jaringan yang sangat terperinci.
Baca juga: Kowloon Walled City: Neraka Vertikal yang Pernah Jadi Kota Terpadat di Dunia
Makrofag merupakan jenis sel sistem kekebalan tubuh yang berperan sangat penting dalam proses regenerasi axolotl.
Sel-sel ini berfungsi untuk membersihkan luka dari patogen serta jaringan mati, sekaligus memicu pembentukan jaringan baru.
Jika fungsi makrofag terganggu atau jumlahnya berkurang, proses regenerasi akan terganggu dan berisiko membentuk jaringan parut daripada jaringan baru yang sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Science Focus