Jumat, 11 OKTOBER 2024 • 18:33 WIB

Kilas Balik Benget Situmorang, Bunuh Istri hingga Dagingnya Dimasak Jadi Soto dan Hidangkan ke Pelanggan

Author

Soso pria pembunuh dan mutilasi istri dijadikan soto. (Youtube/Charnel House)

INDOZONE.ID - Darna Sri Astuti merupakan seorang istri yang dibunuh oleh suaminya sendiri, Benget Situmorang pada tanggal 1 Maret 2013. 

Tidak hanya dibunuh, tetapi seluruh bagian tubuh Darna dipotong, dibuang dan beberapa ada  yang dimasak menjadi soto. 

Mirisnya lagi, hasil soto tersebut disajikan secara gratis untuk para pelanggan dan teman-teman dekatnya Benget di warung soto miliknya di daerah Kampung Rambutan. 

Dalang dibalik ini tidak hanya Benget seorang, tetapi Tini, sang selingkuh, ikut turut membantu mengeksekusikan rencana Benget menyingkirkan istri sahnya. 

Motivasi dibalik pembunuhan tersebut adalah untuk leluasa berselingkuh bersama Tini. 

Kedua pelaku berhasil ditangkap pada tanggal 6 Maret 2013 di kediaman mereka di daerah Ciracas. 

Benget Situmorang, Sang Anak Bandel 

Benget Situmorang

Benget Situmorang lahir di Desa Ambarita, Pulau Samosir, Sumatera Utara, sebagai anak yang nakal dan sulit diatur. 

Kenakalannya sering menimbulkan konflik dengan ayahnya. Melihat hubungan yang tidak sehat, nenek Benget menyarankan agar ia pindah ke Jakarta guna membantu keluarganya secara finansial.

Pada usia 19 tahun, Benget pindah ke Jakarta dan tinggal bersama neneknya di Otista. 

Ia bekerja sebagai sopir kopaja di Blok M, Jakarta Selatan, dan sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya di terminal. 

Pengaruh lingkungan membuatnya terlibat dengan perempuan, dan semua penghasilannya dihabiskan untuk bersenang-senang.

Membangun Rumah Tangga

Di tahun 2000, Benget bertemu Roini, seorang perempuan dari terminal Kampung Rambutan. 

Setelah beberapa bulan berpacaran, mereka menikah di Samosir dan tinggal di sebuah kontrakan di Ciracas. 

Awalnya, pernikahan mereka berjalan baik, tetapi Roini segera menyadari sifat asli Benget yang pemabuk dan temperamental, yang menyebabkan keributan di rumah tangga mereka. 

Akibatnya, mereka diusir oleh pengurus RT dan terpaksa pindah.

Terjadi Perselingkuhan

Dengan hubungan yang semakin memburuk, Benget berselingkuh dengan Darna Sri Astuti, yang tidak mengetahui bahwa Benget sudah beristri. 

Darna ingin menjalin hubungan yang lebih serius bersama Benget dan memperkenalkannya kepada keluarganya di Jambi sebagai calon suami. 

Keluarga Darna mendukung hubungan mereka, sementara Roini, yang bekerja keras untuk keluarga, diabaikan oleh suaminya. 

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Sadis Keluarga Miyazawa: 24 Tahun Belum Terungkap, Pelaku Sempat-sempatnya Bersantai Usai Membunuh

Hingga tahun 2011, Benget menceraikan Roini dan menikahi Darna. Benget juga beralih yang awalnya menjadi supir Kopaja menjadi penjual soto.

Benget dan Darna menyewa kios untuk berjualan. 

Meskipun kiosnya ramai, Benget diam-diam menjual tuak untuk menarik pelanggan yakni teman-teman kenalannya di terminal. 

Seiring meningkatnya penghasilan, Benget kembali terjerat dalam perselingkuhan.

 

Benget, Darna dan Orang Ketiga 

Benget mulai selingkuh dengan Tini, seorang penjual jamu. Akan tetapi, Tini sudah memiliki suami dan anak. 

Perselingkuhan mereka berjalan diam-diam hingga Benget mulai meminta Tini untuk berjualan bersama dagangan sotonya di kios Benget dan Darna. 

Darna awalnya tidak menyadari hubungan itu, tetapi ketika Benget dan Tini mulai berbuat mesra, Darna merasa marah. 

Namun, Benget yang temperamental tidak segan memukul Darna. Merasa Darna mengganggu hubungan mereka, Benget berencana untuk menyingkirkan Darna.

Hari Eksekusi Pembunuhan 

Pada tanggal 1 Maret 2013, Darna diajak minum tuak hingga mabuk bersama Benget. 

Setelah mabuk dan di bawa kekamar, Darna pun disetubuhi oleh sang suami. Namun pada saat Darna lengah, Benget langsung memukuli Darna beberapa kali hingga ia tidak bisa bangun. 

Penyiksaan Darna tidak berhenti sampai disitu, ia diseret oleh Benget menuju kamar mandi sebelum disiram air dan dipukul lagi menggunakan balok kayu. 

Basah kuyup dan kesakitan, badan lemas Darna dibawa kembali ke kamar tidur untuk diikat bagian tangan dan kaki. Kemudian, Benget memasukan botol mineral ukuran 600 ml ke dalam kemaluan Darna. 

Jeritannya tidak membuat Benget berhenti, melainkan tertawa. 

Botol yang ia masukan bukanlah sembarang botol. Tetapi botol yang sudah Tini isi penuh dengan air mendidih.

Merasa bosan, Benget pukul kembali Darna hingga Darna sudah berhenti teriak dan tidak bergerak. 

Pembuangan Jasad 

Ilustrasi mobil berhenti

Benget memotong tubuh Darna menjadi lima bagian dan menyimpannya dalam kantong plastik. Beberapa bagian seperti daging, jantung dan hati dimasukkan ke dalam kulkas, sementara yang lainnya direncanakan untuk dibuang.

Benget dan Tini menyewa mobil angkot seharga Rp 250 ribu untuk membuang kantong-kantong tersebut di tempat yang aman, yakni di samping pembatas jalan tol.

Namun, saat membuang kantong terakhir yang berisi kepala Darna, Tini bergegas keluar mobil dan melemparkan kantong terakhir seperti sebelumnya yang ia lakukan. Dengan harapan, tidak ada orang yang curiga. 

mereka tertangkap oleh dua pemuda yang curiga. Setelah membuka kantong dan menemukan kepala wanita, pihak kepolisian terlibat dalam penyelidikan.

Penyingkiran Kantong Kresek  

Benget pun mengajak Tini untuk membuang kresek di tempat yang aman, yaitu di samping pembatasan tol. 

Dalam 1 kilometer, Tini keluar angkot untuk membuang 1 kantong kresek. Kemudian di kilometer selanjutnya ia akan melakukan hal yang sama. 

Pada saat kantong terakhir, yang berisi kepala Darna, mereka memasuki kawasan Bogor yakni merupakan kawasan yang sudah ramai kendaraan. Karena terburu-buru, Tini bergegas keluar mobil dan melemparkan kantong terakhir seperti sebelumnya yang ia lakukan. Dengan harapan, tidak ada orang yang curiga.  

Keesokan harinya, kantong yang berisi daging, jantung dan hati pun dimasak oleh Benget. Tidak hanya soto, dia juga membuat sambal goreng ati sebagai menambah soto tersebut. 

Baca Juga: Jalur Cangar Mojokerto, Eksotis Tapi Sering Dijadikan Tempat Pembuangan Mayat

Pada saat kiosnya ramai seperti biasa, Benget mengajak teman-temannya untuk makan sotonya dengan gratis. Siapa yang tidak bisa menolak makanan gratis? 

Mirisnya, Benget pun ikut memakan soto tersebut tanpa dicurigai oleh teman-temannya. Tidak ada yang tahu bahwa daging yang ada di dalam soto bukanlah daging ayam, melainkan daging Darna.   

Penemuan Jasad Darna 

Sayangnya, pada saat Tini membuang kantong terakhir, terdapat sebuah mobil yang sedang beristirahat tidak jauh dari angkot Benget. 

Kedua pemuda yang ada di dalam mobil, melihat gerak gerik Tini yang mencurigakan. Tini yang badanya kecil, membuang kantong kresek yang berat. 

Penasaran, pada saat mereka mendekati kantong kresek itu, mereka mencium bau yang tidak sedap. Pada saat dibuka, kaget bukan main melihat kepala seorang wanita di dalam kantong tersebut.

Pihak tol dan kepolisian pun terlibat. Karena hanya ditemukan kepala, kepolisian mencari potongan tubuh yang lain sepanjang tol. Mereka pun berhasil menemukan 4 kantong sisanya, namun masih ada beberapa bagian yang hilang. 

Pihak kepolisian pun mulai menyelidik.

Salah satu pemuda mengingat Tini menggunakan mobil angkot berwarna merah, pihak kepolisian mulai mencari dari informasi tersebut.  

Pada saat mereka bertemu dan mengintrogasi juragan angkot, juragan mengatakan bahwa ia menyewakan angkotnya kepada Benget yang niatnya ingin membeli bahan untuk kios sotonya. 

Benget dan Tini pun tertangkap. Pada saat diperiksa, mereka mengaku semua kejadian itu. Kepolisian kaget mendengar ada bagian tubuh yang dijadikan hidangan soto dan sambal yang ia berikan secara gratis. 

Benget pun juga mengakui bahwa dirinya ikut makan. 

Karena insiden yang sudah nalar, Benget diberikan tes kejiwaan. Tetapi ironinya, hasil tes tersebut menunjukan kejiwaan Benget masih normal. Dalam kata lain, ia melakukan aksi bejatnya dalam keadaan sadar. 

Benget divonis hukuman mati. Tetapi, pada tanggal 3 November 2013, Benget meninggal akibat mengidap penyakit TBC akut sejak lama. Oleh sebab itu, hanya Tini, sebagai tangan kanan Benget, yang dijatuhkan hukuman sebesar 14 tahun.

Penulis: Gadis Kinamulan Esthiningtyas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU