Kekejaman Elizabeth Wettlaufer, Suster Psikopat Asal Kanada yang Tega Menghabisi Nyawa Para Lansia
INDOZONE.ID - Salah satu suster yang paling berbahaya karena kekejiannya adalah suster bernama Elizabeth Wettlaufer. Pasalnya, ia membunuh orang-orang yang dirawatnya, khususnya lansia.
Apalagi, kekejaman sang suster asal Kanada itu membunuh 14 lansia yang dirawat di panti jompo sejak 2007 dan baru ketahuan setelah 2016 lalu.
Berikut ini beberapa fakta tentang suster psikopat yang Indozone kutip dari berbagai sumber, salah satunya CTVNews.
Latar belakang Elizabeth Wettlaufe
Namanya adalah Elizabeth Tracy Mae Wettlaufer, seorang suster asal kota Zorra, Ontario, Kanada yang lahir di tanggal 10 Juni 1967. Ia berasal dari keluarga yang menganut agama Kristen Protestan yang taat, itu sebabnya Ia mengenyam pendidikan di London Baptist Bible College, Cambridge, Ontario jurusan pendidikan agama. Barulah setelah itu, Elizabeth melanjutkan studinya di bidang keperawatan di Conestoga College.
Baca Juga: Aksi Penembakan Kakek 88 Tahun karena Kebencian pada Kaum Yahudi
Elizabeth baru memulai kariernya sebagai suster panti jompo pada tahun 2007. Ia bekerja di panti jompo Caressant Care, Woodstock. Sebenarnya, para pasien di panti jompo ini sangat menyukai pelayanan yang diberikan oleh Elizabeth. Namun, tanpa mereka ketahui kalau sebenarnya Elizabeth memiliki rahasia gelapnya sendiri.
Selama bekerja di Woodstock, Elizabeth pun sedang bertarung dengan dirinya sendiri, dimana dirinya menjadi seorang pecandu alkohol dan narkoba. Karena kecanduannya ini, Elizabeth beberapa kali terciduk bekerja dalam keadaan mabuk. Satu waktu saat bekerja di shift malam, Elizabeth pernah tertangkap basah dalam keadaan teler di lantai basement panti jompo.
Akibatnya, Elizabeth sampai pernah didiskors sebanyak 4 kali. Dan puncaknya pada bulan Maret 2014, Elizabeth pun dipecat sebagai suster panti jompo di Caressant Care.
Baca Juga: Mengungkap Kisah Mistis Pesugihan Penjual Hewan Kurban Idul Adha
Usai dipecat dari pekerjaan lamanya, Elizabeth sempat mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Beruntung, Ia sempat diterima kembali bekerja di panti jompo Meadow Park Care Centre, London, Ontario.
Namun sayang, pihak panti jompo mengetahui kalau Elizabeth sedang menjalani masa rehabilitasi narkoba. Akibatnya, Elizabeth kembali dipecat dari pekerjaannya. Hal tersebut dilakukan pihak panti jompo karena mereka takut ada hal tak diharapkan terjadi di panti jompo mereka.
Pada akhirnya, Elizabeth pun memutuskan untuk bekerja sebagai suster paruh waktu untuk merawat sejumlah lansia yang memerlukan jasanya.
Kekejaman Elizabeth
Seperti yang kita tahu kalau Elizabeth dikeluarkan dari Caressant Care akibat kecanduannya terhadap alkohol dan narkoba. Tapi, bukan cuma itu saja yang menjadi sisi gelap Elizabeth selama menjadi suster panti jompo.
Sejak tanggal 25 Juni 2007, Elizabeth sudah melancarkan aksi pembunuhan kepada pasiennya sendiri dengan cara menyuntikkan insulin dalam dosis yang berlebihan. Yang menjadi korban pertama Elizabeth bukan cuma seorang, tapi 2 orang sekaligus, yakni pasangan Kakak beradik bernama Clotilde Adriano dan Albina Demedeiros.
Pasangan Kakak beradik yang sudah berusia 80 tahunan itu sempat bertahan selama beberapa hari usai mendapat "penanganan" dari Elizabeth, sebelum akhirnya mereka meninggal dunia akibat overdosis insulin. Korban Elizabeth selanjutnya adalah seorang veteran Perang Dunia ke-2 bernama James Silcox. Berbeda dengan Clotilde dan Albina, James meninggal tak lama setelah "ditangani" oleh Elizabeth.
Baca Juga: Kisah Airi Kinoshita, Gadis Kecil yang Meregang Nyawa di Tangan Residivis Asal Peru
Selama di Caressant Care, total pasien yang menjadi korban tindak kriminalnya Elizabeth ada 11 orang. Walau jumlahnya tergolong banyak, tapi anehnya, sampai Elizabeth dikeluarkan dari panti jompo itu, tidak ada satupun pihak panti jompo yang tahu tindakan kriminal sang suster.
Setelah keluar dari Caressant Care, Elizabeth ternyata masih melakukan aksi kejinya terhadap 3 orang pasien lainnya, 1 pasien saat Elizabeth bekerja di Meadow Park Care Centre, dan 2 pasien lainnya saat Elizabeth bekerja sebagai suster sampingan.
Pengakuan Elizabeth yang Membunuh Para Lansia
Pada 16 September 2016, Elizabeth melanjutkan proses rehabilitasinya dari alkohol dan narkoba di Centre for Addiction and Mental Health Psychiatric Hospital, Toronto, Ontario. Sesi rehabilitasinya saat itu membuat dokter yang menangani Elizabeth terkejut, pasalnya Elizabeth mengakui semua tindak kriminal yang Ia lakukan terhadap 14 orang pasien lansia selama masih bekerja sebagai suster. Elizabeth juga berkata kalau Ia sudah mengirim surat pengunduran diri kepada Badan Keperawatan Ontario sebagai bentuk penyesalan atas tindakannya selama ini.
Dokter yang masih terkejut dengan pengakuannya Elizabeth pun segera menghubungi Polisi. Sama halnya dengan sang Dokter, pihak kepolisian juga menjadi saksi dari pengakuannya Elizabeth. Sesuai dengan hukum yang berlaku, Elizabeth pun ditangkap Polisi.
Sejalan dengan pengakuannya kepada Dokter dan Polisi, Elizabeth terbukti telah membunuh 8 orang pasien dan melakukan percobaan pembunuhan pada 6 orang pasiennya, yang semuanya sudah memasuki usia lanjut.
Saat di persidangan, Elizabeth mengaku kalau Ia masih dalam keadaan sadar saat "menangani" para korbannya. Akan tetapi, pengaruh kecanduannya terhadap alkohol dan narkoba membuatnya sulit untuk berpikir jernih.
Ia seringkali menyesali perbuatannya itu dan sudah mencoba untuk berkonsultasi dengan temannya yang merupakan seorang pemuka agama. Namun, temannya ini seakan tidak peduli dengan apa yang Elizabeth hadapi.
Atas tindakannya, Elizabeth mendapat hukuman penjara seumur hidup. Ia ditahan di sebuah penjara khusus wanita di Kitchener, Ontario. Untuk melakukan perawatan pada fisik dan mentalnya, Elizabeth kemudian dipindahkan ke Montreal, Quebec.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC, Wikipedia, Ctvnews.ca