INDOZONE.ID - Mamoru Takuma, seorang pria asal Itami, prefektur Hyogo, Jepang, yang lahir di tanggal 23 November 1963, bisa dibilang sebagai anak yang "agak lain" sejak kecil.
Di usianya yang ke-3 tahun, Ia pernah mengendarai sepeda roda tiganya sampai ke tengah jalan raya, membuat jalanan menjadi macet.
Ia juga sering membunuh hewan-hewan kecil dengan cara membungkusnya dengan koran dan membakar koran tersebut setelahnya.
Takuma kecil juga kerap menjadi pelaku dan korban bullying di sekolahnya. Ia juga secara terang-terangan membenci orang kaya dan orang yang pendidikannya lebih tinggi darinya.
Kalau kalian tanya mengapa Takuma memiliki sifat seperti itu, jawabannya berasal dari hubungan dengan orang tuanya, khususnya sang Ayah. Takuma kerap disiksa oleh sang Ayah yang notabene adalah seorang pemabuk.
Akibatnya Ia menyimpan rasa dendam kepada Ayahnya sendiri. Dalam beberapa kesempatan, Takuma sampai berencana untuk menghabisi nyawa Ayahnya sendiri dengan berbagai macam cara, namun hal tersebut tak pernah terlaksana sampai sang Ayah meninggal karena faktor umur pada April 2020 silam.
Memasuki masa SMA, Takuma sempat bersekolah di Amagasaki, namun Ia memutuskan untuk putus sekolah usai mengenyam pendidikan selama 2 tahun.
Takuma sempat bekerja paruh waktu di sebuah pom bensin selama beberapa bulan. Kemudian, Takuma berhasil mendaftar sebagai anggota Angkatan Udara Militer Jepang di penghujung tahun 1981. Karier militer Takuma hanya berjalan selama 2 tahun saja.
Setahun setelah diberhentikan sebagai Tentara Angkatan Udara, Takuma pindah rumah bersama Ibunya dan tinggal di sebuah apartemen yang Ia beli dari uangnya sendiri.
Baca Juga: The Watcher House, Kasus Teror Surat Misterius yang Menghantui sebuah Keluarga di New Jersey
Kehidupan Takuma sempat membaik selama menetap di apartemen bersama Ibunya. Sayangnya, kehidupan itu harus bertahan selama 1,5 tahun saja, pasalnya sang Ayah ikut pindah ke apartemen Takuma.
Takuma harus kembali merasakan pil pahit dalam kehidupan usai kakaknya mati bunuh diri pada Februari 1999.
Sang Kakak melakukan itu usai usahanya bangkrut. Di hari yang sama, sang Ayah juga dilarikan ke Rumah Sakit karena overdosis alkohol.
Takuma dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai salah satu pelaku kriminal paling bengis dalam sejarah mereka. Ia mulai melakukan aksi kriminalnya usai berhenti jadi Tentara.
Pada 21 November 1984, Ia melakukan aksi kriminal pertamanya dengan memperkosa seorang wanita.
Takuma yang saat itu bekerja sebagai penagih pembayaran sewa di sebuah kondomunium melakukan aksi bejatnya dengan alasan menagih hutang.
Beberapa hari setelahnya, Polisi datang ke apartemen Takuma. Saat dijumpai Polisi, Takuma berdalih kalau dirinya mengalami gangguan mental.
Ia pun pergi ke Rumah Sakit bersama Ibunya, setelah diperiksa Takuma memang mengalami gangguan jiwa, lebih tepatnya schizophrenia.
Tapi, usai diperiksa, Takuma mengaku kurang puas dengan pelayanan Rumah Sakit yang memeriksanya.
Maka dari itu, Ia pun melakukan sebuah perbuatan yang ekstrem, yakni melompat dari lantai 5 Rumah Sakit tersebut. Takuma masih selamat walaupun tulang rahangnya retak.
Dengan bukti mengidap schizophrenia tersebut, Takuma malah lebih menggila lagi dalam aksi kriminalnya. Sampai di bulan November 1986, Takuma berhasil dipenjara selama 3 tahun karena kasus yang serupa seperti 2 tahun sebelumnya, yakni pemerkosaan.
Lagi-lagi, Takuma kembali dengan aksi melompat dari gedung Rumah Sakit. Tujuan utama dari perbuatannya itu adalah sebagai bentuk "balas dendam" kepada orang tuanya yang sudah menyakitinya selama ini.
Sementara itu, alasan utama Takuma berani berbuat kriminal adalah untuk menyebarkan "kebenciannya" ke dunia.
Baca Juga: Kasus 'The Doll Maker' Anatoly Moskvin Asal Rusia, Sang Pembuat Boneka dari Mayat Anak Gadis
Tur "balas dendam" Takuma pun berlanjut usai Ia bebas pada Maret 1989. Ia pindah ke Ikeda, Osaka untuk bekerja sebagai supir truk. Takuma kembali berulah dengan mencelakai korbannya.
Bukan cuma sekali, tapi 2 kali. Dan liciknya, Takuma selalu berhasil lolos dari tangkapan Polisi dengan alasan kalau perbuatannya itu murni karena kecelakaan lalu lintas.
Sampai di bulan September 1993, Takuma lagi-lagi ditahan karena tindakan pemerkosaan untuk kesekian kalinya.
Per tahun 1998, aksi kriminal Takuma pun kian beragam, mulai dari kasus penyerangan, pencurian sampai pembunuhan berencana. Ini terus terjadi sampai bulan September 2000.
Puncaknya di tanggal 8 Juni 2001, Takuma melakukan aksi kriminal pamungkasnya di Ikeda Elementary School, dimana Ia dengan sadisnya menyerang sejumlah Guru dan murid di sekolah.
Bermodalkan sebuah pisau dapur, Takuma berhasil membunuh 8 murid yang masih berumur 7-8 tahun dan melukai 13 murid beserta 2 orang Guru. Aksi sadis Takuma berhasil dihentikan oleh salah satu staf sekolah, kemudian Ia pun langsung dibawa ke kantor Polisi.
Takuma menjalani proses persidangan pada 28 Agustus 2003. Dengan banyaknya tindakan pembunuhan yang Takuma lakukan sejak tahun 1998, Ia pun divonis hukuman mati.
Selang 1 tahun kemudian pada 14 September, Mamoru Takuma resmi dieksekusi mati dengan cara digantung.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Murderpedia.org