Selasa, 16 APRIL 2024 • 14:35 WIB

Kasus Kriminal Greget Mirip Game Grand Theft Auto yang Terjadi di AS Tahun 1974

Author

Robert Kenneth Preston (orang ketiga dari kiri)

INDOZONE.ID - 17 Februari 1974, seorang tentara AS bernama Robert Kenneth Preston melakukan aksi kriminal yang sangat diluar nalar. Bagaimana tidak? Ia mencuri helikopter berjenis Bell UH-1B Iroquois dari Bandara Tipton Field, Maryland, kemudian menerobos masuk ke halaman selatan Gedung Putih.

Pada hasil investigasi, Preston mengaku tidak senang kepada para petingginya di militer usai gagal dalam ujian penerbangan Helikopter, hingga membuatnya gagal mendapat pangkat Sersan Mayor.

Usai kegagalannya itu, Preston dikirim ke Fort Meade, sebuah pangkalan militer AS yang berlokasi di Maryland. Selama disana, Preston ditugaskan sebagai mekanik helikopter. Preston juga mengaku kalau Ia sengaja melakukan aksi kriminalnya sebagai ajang pembuktian kalau Ia cukup terlatih dalam menerbangkan Helikopter.

Baca Juga: Misteri Mengilangnya Natalee Holloway yang Tak Terungkap: Kasus yang Tak Dapat Simpati Lantaran Sang Ibu

Kronologi Kejadian

Kejadiannya terjadi di tengah malam, Preston datang ke Tipton Field yang kebetulan posisinya berada di sebelah selatan Fort Meade. Saat kejadian, ada 30 Helikopter yang terparkir di dalam bandara, dimana salah satunya dicuri oleh Preston.

Tak butuh waktu lama bagi Kepolisian Maryland untuk menyergapi Preston yang sedang melancarkan aksinya. Kepolisian Maryland langsung bertindak cepat dengan meminta bantuan berupa 2 buah Helikopter Polisi.

Helikopter Curian Preston

Aksi kejar-kejaran di darat dan di udara pun terjadi. Para polisi terus membuntuti kemanapun Preston pergi. Sampai akhirnya, Preston mengarahkan Helikopternya ke Washington D.C. melewati Lincoln Memorial dan Washington Monument. Preston pun menerobos masuk ke Gedung Putih lewat halaman bagian selatan. Kedatangannya langsung disambut oleh timah panas petugas keamanan Gedung Putih.

Baca Juga: Sejarah Tunjangan Hari Raya yang Jadi Tradisi Saat Lebaran: Protes Buruh dan Strategi Politik Orde Lama

Tembakan mereka langsung mengenai Preston dan membuatnya terpaksa harus menurunkan Helikopternya. Dengan keadaan terluka, Preston langsung diciduk oleh pihak berwenang. Atas tindakannya ini, Preston mendapat hukuman penjara selama 1 tahun dan denda sekitar $14.800.

Aksi Kriminal Bak Game ‘Grand Theft Auto’

Aksi kriminalnya Preston ini mengingatkan kita dengan game Grand Theft Auto, sebuah franchise game populer buatan Rockstar Games Studio.

Dalam game bergenre action-adventure ini, kita sebagai pemain akan menjalankan sebuah misi yang tidak lepas dari aksi kriminal. Satu cara asyik buat menikmati game ini adalah kita bisa bebas bermain sesuka hati mulai dari keliling kota, mencuri kendaraan sampai berbuat iseng ke NPC (Non-Playable Character) dalam game dengan tangan kosong maupun memakai senjata.

Baca Juga: 8 Arti Ular Masuk Rumah Menurut Primbon Jawa

Di dalam game, kalau kita mencuri kendaraan milik aparat, akan muncul sebuah tanda bintang yang menandakan kalau kita sebagai pemain tengah diincar oleh Polisi. Kita bisa menghilangkan tanda bintang itu dengan bersembunyi atau menyamar.

Buat yang suka cari tantangan, kita bisa menambahkan jumlah bintangnya dengan membuat aksi kriminal lain. Level pencarian Polisi ini hanya sampai level 6 saja, yang ditandai dengan adanya 6 tanda bintang di layar.

Untuk kasusnya Preston, kalau ibarat game GTA kayaknya bakalan masuk level bintang 6, mulai dari mencuri Helikopter, kabur dari kejaran Polisi, sampai menerobos masuk ke Gedung Putih. Sayangnya, Preston harus bernasib apes lantaran berhasil diciduk oleh pihak berwajib.

Baca Juga: Mimpi Hamil Saat Tidur? Ini Dia Artinya Menurut Primbon Jawa!

Fakta Menarik Seputar Kejadian

Sampai saat ini, Helikopter yang dicuri Preston kini dipamerkan di Pangkalan Udara Willow Grove, Pennsylvania. Tidak hanya dipamerkan, Helikopter tersebut juga masih diberikan perawatan oleh para petugas yang berwenang.

Aksinya Preston menjadi inspirasi bagi Samuel Byck, seorang kriminal yang melakukan aksi pembajakan Pesawat Terbang milik maskapai Delta Airlines Penerbangan 523 yang kebetulan ditumpangi oleh Presiden AS saat itu, Richard Nixon. Kejadiannya sendiri hanya berjarak 5 hari setelah kasusnya Preston.

Dengan bermodalkan pistol revolver kaliber .22 dan bom, Samuel nekat melakukan aksinya. Beruntung, Ia berhasil ditembak ditempat oleh Polisi dan langsung mengakhiri hidupnya tak lama setelahnya.

Baca Juga: Pria Ini Alami Kejadian Mengerikan saat Makan di Gunung Lawu Diliatin Pedagang Berlidah Panjang

Pasca kasusnya Preston, pemerintah AS memperketat pengamanan Gedung Putih dengan memperluas wilayah terlarang di dalamnya. Disamping itu, Presiden Nixon juga memberikan penghargaan kepada para petugas yang berhasil menggagalkan aksinya Preston.

Sedikit informasi tentang pelaku, Roberti Kenneth Preston lahir di Panama City, Florida pada 5 November 1953. Sejak kecil, Ia memang bercita-cita menjadi seorang tentara. Setelah lulus dari Rutherford High School, Preston pun langsung mendaftarkan diri menjadi tentara. Sampai akhirnya, cita-citanya sebagai tentara pun terwujud. Ia resmi menjadi tentara di usianya yang ke-18.

Preston memang memiliki kemampuan dalam menerbangkan Helikopter, sayangnya pada ujian kenaikan pangkat Ia gagal. Dari sinilah kasus gilanya ini dimulai. Fun fact, Preston masih berumur 20 tahun saat kejadian.

Baca Juga: Kisah Horor Winarsih: Naik Bus Banyuwangi-Surabaya Cuma Makan Waktu 5 Menit

Setelah masa tahanannya selesai, Preston memilih untuk menikah pada tahun 1982, dimana pernikahannya ini dikaruniai oleh 2 anak perempuan. Lalu pada 21 Juli 2009, Robert Kenneth Preston meninggal dunia akibat kanker yang dideritanya. Saat itu, Ia menetap di Ephrata, Washington D.C.

Writer: Ananda F.L


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU