Cerita Lengkap Gadis Rusia 14 Tahun Tembak Teman-teman Sekolahnya Pakai Shotgun, Pembalasan untuk Para Pembully
Kisah ini akan menjadi salah satu momen yang tidak pernah disangka oleh warga di sana.
Berikut ini rincian kejadian hingga nasib orang-orang terdekat sang pelaku saat ini yang disususn dari berbagai sumber.
Sosok Alina
Alina Afanaskina yang berumur 14 tahun adalah seorang gadis biasa. Gadis kelas delapan ini dijelaskan sebagai pendiam dan tenang.
Baca Juga: Kasus Penembakan Massal Paling Berbahaya Dalam Sejarah Republik Ceko, Baru Terjadi di 2023 Lalu
Diketahui bahwa Alina memiliki saudara kembar. Alina dan saudara kembarnya juga memiliki kakak perempuan yang lebih tua dan sudah menikah serta pindah ke Moskow.
Ayah gadis itu adalah seorang atlet, kabarnya dia berlatih tinju. Semua berjalan tenang dalam keluarga itu, karena mereka tidak terlibat dalam cerita buruk.
Alina pernah melewati semua tes psikologis, termasuk yang terbaru tentang kecenderungan bunuh diri yang dilakukan di sekolah, tanpa masalah. Tindakan dia mengejutkan semua orang.
Kronologi di hari kejadian
Seperti yang dikutip dari BBC dan Reuters saat itu, pada pukul 09:15 pagi waktu setempat, tersiar pengumuman di lapangan olahraga salah satu sekolah di Bryansk. Kala itu, Alina masuk ke ruang kelas Biologi di lantai 4 sekolahnya.
Siswa tersebut menembakkan senjata api ke teman sekelasnya selama pelajaran biologi. Dilaporkan bahwa dia naik ke lantai keempat sekolah.
Baca Juga: Dipercaya Bawa Keberuntungan, Ini Misteri di Balik Boneka Nenek Babushka Khas Rusia
Tiba-tiba, Alina mengeluarkan sebuah shotgun jenis Molot Bekas-3 dan langsung menembak teman dan gurunya.
Seorang murid yang menjadi saksi menceritakan saat kejadian terjadi.
"Setelah pelajaran pertama, saya naik ke lantai keempat, kami sedang belajar bahasa Inggris, mungkin 15-20 menit dari pelajaran sudah berlalu, dan tembakan pertama terdengar. Kemudian saya baru tahu apa itu, tetapi sebelumnya, semua siswa di kelas kami berpikir itu terkait dengan pelajaran mereka," kata seorang siswa.
Setelah kejadian, guru-guru membantu siswa mereka pindah ke tempat yang aman. Untuk menenangkan murid, beberapa guru mencoba meminta muridnya untuk bernyanyi.
"Kami mendengar tembakan. Guru menyalakan lagu dan menyuruh kami bernyanyi. Dia menenangkan kami dengan segala cara. Kemudian kami semua bersembunyi di bawah meja kami. Kami meninggalkan kelas ketika mendengar suara guru olahraga dan polisi. Kami segera pergi ke ruang ganti. Ada kekacauan yang mengerikan," kata murid lain dalam peristiwa mengerikan ini.
Sang gadis bunuh diri setelah menembak
Dari peristiwa tersebut, Alina berhasil melukai 5 orang temannya dan menewaskan seorang temannya. Tidak butuh waktu lama bagi Alina untuk menghabisi nyawanya sendiri usai kejadian.
Setelah itu, sekolah pun dipulangkan dan pihak kepolisian pun datang ke lokasi.
Dari penyelidikan Polisi, Alina mempunyai Adik Perempuan kembar yang juga bersekolah di sekolah yang sama.
Komite Investigasi menyatakan bahwa motif penembakan sedang ditetapkan. Newsweek telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Rusia melalui email untuk mendapatkan komentar.
.
"Operasional layanan khusus sedang bekerja di tempat kejadian. Semua murid sekolah, yang ditemani oleh orang dewasa, telah dikirim pulang. Sekolah ini dikepung oleh petugas kepolisian," kata administrasi Bryansk.
Kantor jaksa wilayah mengatakan bahwa mereka sedang melakukan pemeriksaan keamanan di sekolah untuk memastikan "kondisi aman bagi siswa dan guru." Semua siswa, yang ditemani oleh orang dewasa, telah dikirim pulang, dan gedung itu dikepung oleh polisi.
Perundungan dan balas dendam
Saat diselidiki lebih lanjut, kedua Adiknya Alina tidak mengetahui motif tindakan Kakaknya sendiri.
Meski begitu, Polisi berhasil mengorek lebih dalam soal dirinya Alina. Diketahui bahwa Alina sudah menjadi salah satu korban perundungan alias bullying.
Tak hanya itu, Ia juga diduga memiliki hubungan yang tidak baik dengan beberapa teman sekelasnya. Hal ini bisa menjadi motif dasar dibalik aksi sadisnya Alina.
Media berita Mash menambahkan bahwa gadis tersebut telah diintimidasi di sekolah sejak sekolah dasar.
"Guru-guru mencoba berbicara dengan gadis itu, tetapi tidak ada yang berhasil," menurut Mash.
Gubernur regional Alexander Bogomaz menyebut penembakan ini sebagai "tragedi mengerikan" dan mengatakan bahwa kelima korban yang terluka semuanya adalah anak-anak dengan luka ringan atau sedang.
Molot Bekas-3, Jenis Senjata yang teryata punya sang ayah
Dalam laporan penyelidikannya, Alexander Khinshtein selaku Dewan Majelis Federal Rusia menemukan beberapa barang milik Alina di lokasi kejadian yang berupa tas, bekal makan siang dan sebuah catatan yang bertuliskan "HARUS BERTEMU DENGAN TEMAN-TEMAN".
Soal senjata, diketahui bahwa Alina membawa shotgun milik sang Ayah. Atas keteledorannya dalam mengasuh anak, Ia mendapat hukuman wajib bekerja di bidang pemasyarakatan selama 2 tahun atau 480 jam.
Hukuman lainnya berupa hukuman penjara sesuai dengan hukuman yang berlaku dengan dakwaan hasutan bundir.
Pada tanggal 9 Desember 2023, Larisa Katolikova selaku Dewan Lapangan Olahraga di sekolah tempat kejadian juga dihukum dengan dakwaan kelalaian menjaga muridnya dari aksi pembunuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, Newsweek