Cerita Penipu Ulung yang Mengaku Sultan Arab Namun Terbongkar karena Kebodohannya Kejebak Makanan
INDOZONE.ID - Mau sejago dan selama apapun kamu menipu, pada akhirnya akan kebongkar juga. Hal itulah yang dialami Anthony Gignac yang separuh hidupnya digunakan untuk menipu namun ketahuan gara-gara kesalahan kecil.
Anthony Gignac adalah seorang penipu profesional yang terkenal karena berpura-pura menjadi anggota keluarga kerajaan Dubai dan berusaha menjalankan skema penipuan besar-besaran.
Ia mengaku sebagai anggota keluarga kerajaan dan mencoba menipu orang-orang kaya dengan janji investasi dan kesempatan bisnis palsu.
Berikut ini adalah beberapa fakta tentang Anthony Gignac dari berbagai sumber.
Mulai menipu dari 12 tahun
Pada usia 12 tahun, Gignac mulai menyamar sebagai anggota keluarga kerajaan, berhasil meyakinkan seorang salesman di dealer Mercedes untuk memberinya kesempatan menguji mobil dengan mengklaim dirinya sebagai putra seorang pangeran Saudi.
Baca Juga: Laverna, Dewi Cantik yang Jadi Pelindung Para Penipu dan Pencuri
Mulai dari tahun 1988, Gignac telah ditangkap sebanyak 11 kali karena terlibat dalam berbagai skema di mana ia berpura-pura menjadi anggota keluarga kerajaan Arab Saudi atau Timur Tengah.
Identitas Pangeran Al Saud
Ia pertama kali menggunakan alias "Pangeran Adnan Khashoggi" (bernama sama dengan pedagang senjata Saudi terkenal), dan kemudian menggunakan alias pribadi "Pangeran Al Saud" atau "Sultan Bin Khalid Al Saud.
Pada tahun 1991, Gignac diberi julukan "Pangeran Penipuan" oleh LA Times setelah terbongkar skema di mana ia dengan curang mengumpulkan tagihan hotel dan limusin dengan berjanji bahwa pembayaran akan ditanggung oleh anggota keluarga kerajaan Saudi. Hal ini mengakibatkan hukuman penjara selama dua tahun.
Aksi penipuannya
Gignac terus terlibat dalam penipuan serupa selama tahun 90-an dan awal 2000-an, menggunakan identitas palsu sebagai seorang pangeran untuk menghabiskan puluhan ribu dolar AS dalam tagihan dan memberikan "hadiah" mahal dengan janji memberikan kesepakatan menguntungkan kepada korban di masa depan.
Baca Juga: Temuan Koin 'Sultan' Dinasti Umayyah di Tapteng, Sejarawan: Ini Tafsir Baru Masuknya Islam
Sebagai contoh, ia berhasil meyakinkan American Express untuk memberinya kartu platinum dengan kredit sebesar $200 juta atas nama Pangeran Al Saud yang sebenarnya. Pada tahun 2003, Gignac ditangkap setelah mencoba membebankan biaya belanja sebesar US$29.000 ke rekening Pangeran Al Saud yang asli, dan akhirnya dihukum dengan hukuman penjara selama 77 bulan pada tahun 2006.
Selama interogasi, Gignac mengklaim bahwa ia ditawari jalur kredit nyata oleh keluarga kerajaan Saudi sebagai "uang tutup mulut" setelah terlibat dalam hubungan dengan pangeran Saudi yang sebenarnya.
Pada tahun 2015, Gignac bermitra dengan seorang pengusaha bernama Carl Marden Williamson dari Carolina Utara untuk mendirikan perusahaan Marden Williamson International.
Perusahaan ini digunakan untuk mengumpulkan dana untuk berbagai peluang investasi internasional yang curang, termasuk penawaran palsu dari perusahaan-perusahaan di Arab Saudi. Gignac dan Williamson berhasil mengumpulkan beberapa juta dolar dalam investasi, termasuk seorang investor yang memberikan US$5 juta.
Terbongkar karena kesalahannya sendiri
Pada tahun 2017, Gignac menghubungi seorang miliarder bernama Jeffery Soffer, berpura-pura ingin membeli saham senilai $440 juta di Hotel Fontainebleau. Soffer awalnya mempercayai identitas palsu Gignac, memberinya tumpangan dengan jet pribadinya, dan bahkan membelikan hadiah perhiasan senilai lebih dari US$50.000 dalam upaya untuk memenangkan dukungan dari sang pangeran palsu.
Baca Juga: Tidak Semua Orang Arab Bisa Berbahasa Arab, Ini Penyebabnya
Namun, kecurigaan muncul ketika Soffer melihat Gignac memesan daging babi di restoran, sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinan Muslim.
Soffer kemudian menyewa perusahaan keamanan swasta untuk menyelidiki Gignac, yang akhirnya mengungkap identitas asli Gignac dan mengarah pada penangkapannya. Rekan Gignac, Carl Williamson, juga dihadapkan pada dakwaan, tetapi ia meninggal akibat upaya bunuh diri setelah diinterogasi.
Dijatuhi hukuman penjara
Pada tahun 2019, Gignac dijatuhi hukuman lebih dari 18 tahun penjara atas tuduhan penipuan, pencurian identitas, dan menyamar sebagai diplomat asing.
Kisah Anthony Gignac merupakan contoh menarik tentang bagaimana seseorang bisa menggunakan kepalsuan dan manipulasi untuk mencoba memanfaatkan orang lain dalam skala yang besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber