INDOZONE.ID - Wali Kota Meksiko Nancy Napoles diduga merekayasa penculikannya sendiri untuk menutupi kasus dugaan penggelapan dana pemerintah daerah.
Dugaan itu muncul usai penyelidikan selama tiga bulan.
Hasil penyelidikkan mengungkap adanya komunikasi intens antara keluarga Napoles dan para pelaku penculikan.
Peristiwa itu terjadi pada 31 Mei 2026 di Tenancingo, negara bagian Meksiko.
Melansir CBS News, Nancy Napoles dilaporkan diculik bersama saudara perempuannya saat berjalan menuju rumah.
Tiga pria bersenjata disebut memaksa keduanya masuk ke dalam sebuah kendaraan.
Saksi mata langsung melapor ke polisi.
Tak lama kemudian, Napoles ditemukan di sebuah jalan sepi setelah meminta bantuan warga untuk menghubungi suaminya.
Awalnya, kasus ini diperlakukan sebagai penculikan biasa.
Namun seiring berjalannya penyelidikan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan yang mengubah arah kasus.
Baca juga: Kisah Allan Menzies, Pemuda Skotlandia yang Ingin Jadi Vampir dengan Cara Membunuh Temannya Sendiri
Dugaan Rekayasa Penculikan
Penyidik menghabiskan sekitar tiga bulan untuk memburu para pelaku dan memeriksa berbagai saksi.
Dalam keterangannya, Napoles mengaku para penculik meminta uang tebusan sebesar 40 juta peso.
Ia juga mengatakan para pelaku menyarankan agar uang tersebut diambil dari kas pemerintah daerah jika dirinya tidak memiliki dana pribadi.
Pernyataan itu justru memunculkan tanda tanya.
Menurut penyidik, permintaan tebusan yang secara spesifik mengarah pada anggaran pemerintah dinilai tidak lazim dalam kasus penculikan. Dari situlah penyelidikan berkembang ke dugaan tindak pidana lain.
Suami dan Saudara Diduga Terlibat
Polisi kemudian menemukan dugaan keterlibatan orang-orang terdekat Napoles.
Berdasarkan hasil penyidikan, suami dan saudara laki-laki sang wali kota diduga menghubungi para penculik sebelum aksi dilakukan.
Jaksa menyebut keduanya tercatat berkomunikasi sekitar 150 kali dengan para pelaku sebelum penculikan terjadi.
Dalam salah satu percakapan, suami Napoles bahkan diduga menawarkan bayaran sebesar USD28.000 atau sekitar Rp450 juta agar aksi tersebut dijalankan.
Penyidik menduga penculikan itu dirancang agar uang tebusan sebesar 40 juta peso, atau sekitar Rp36 miliar, dapat diambil dari kas pemerintah daerah untuk menutupi dugaan penggelapan dana.
Penggelapan dana adalah tindak pidana ketika seseorang secara melawan hukum menggunakan atau menguasai uang yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan pribadi.
Saat ini, suami dan saudara laki-laki Nápoles dilaporkan menghilang dan diduga menjadi buronan.
Nancy Napoles Membantah Semua Tuduhan
Nancy Napoles tetap membantah seluruh dugaan tersebut.
Ia menyebut kasus ini sebagai upaya menjatuhkan karier politiknya dan menegaskan kondisi keuangan pemerintah daerah tetap baik.
"Saya dengan tegas membantahnya. Tidak ada hal seperti itu, karena kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini sehat," ujar Napoles.
Napoles dijadwalkan memberikan kesaksian pada 9 Juli. Hingga kini, jaksa belum menetapkan dakwaan resmi terhadapnya.
Jika nantinya terbukti bersalah, Napoles bersama pihak-pihak yang terlibat terancam hukuman penjara hingga 16 tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NBC News